Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Ikatan Keluarga Minang (IKM) Rejang Lebong, Gelar Festival Tambur ke-6

Dalam Rangka Hari Jadi Kota Curup ke-131

CURUP – Sebanyak 12 tim tambur dari dalam dan luar Kota Curup, Sabtu-Minggu 21-22 Mei 2011, unjuk kebolehan di ajang Festival Tambur se Sumatera, yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Minang Rejang (IKM) Lebong (RL), dalam rangka Hari Jadi Kota Curup ke-131, di Lapangan Setia Negara Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Pembukaan Festival Tambur ditandai dengan memukul tambur bersama-sama, Sabtu (21/5/2011).

Lomba Tambur Minang di Rejang Lebong 1

Anak-anak peserta Festival Tambur se-Sumatera sedang unjuk kebolehan di Lapangan Setia Negara Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Sabtu-Minggu 21-22 Mei 2011.

12 Tim tambur itu berasal dari 8 kota di antaranya, Pagar Alam, Batu Raja, Martapura OKU Timur, Lubuklinggau provinsi Sumsel, Surolangung Jambi, Kota Bengkulu, Manna dan dari Provinsi Sumatera Barat. Serta 4 peserta dari Kota Curup. Tim juri Festival Tambur kali ini didatangkan langsung dari Universitas Negeri Padang (UNP) dan dari IKM RL.

Dikatakan Ketua IKM RL, Oyong Yudin didamping Ketua Pelaksana Jhoni Erizal Datua Suradeo, festival ini merupakan festival yang ke-6 kalinya digelar di Rejang Lebong (RL). Untuk memperebutkan tropy bergilir Bupati RL dan piala tetap. Untuk pemenang I Festival Tambur kali ini bakal mendapat uang Rp 3,5 juta, juara II Rp 3 juta dan Juara III uang Rp 2,5 juta. “Tujuan dari festival ini untuk mempererat tali silaturahmi warga Minang di RL dengan warga Minang dari daerah di luar Kota Curup. Serta warga Minang dengan masyarakat RL,” ujar Jhoni yang juga biasa dipanggil Jhoni Cabe itu. Continue reading

August 27, 2014 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Plot Cerita Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)

.

Nusantara di tahun 1930, dari tanah kelahirannya Makassar, Zainuddin (Herjunot Ali) berlayar menuju tanah kelahiran ayahnya di Minangkabau, Batipuh, Padang Panjang.

kapal 1

Di antara keindahan ranah negeri Minangkabau ia bertemu Hayati (Pevita Pearce), gadis cantik jelita, bunga di persukuannya. Kedua muda mudi itu jatuh cinta. Apa daya adat dan istiadat yang kuat meruntuhkan cinta suci mereka berdua. Zainuddin hanya seorang melarat tak berbangsa, sementara Hayati perempuan Minang keturunan bangsawan.

Lamaran Zainuddin ditolak keluarga Hayati. Hayati dipaksa menikah dengan Aziz (Reza Rahadian), laki-laki kaya bangsawan yang ingin menyuntingnya. Perkawinan harta dan kecantikan mematahkan cinta suci anak manusia. Zainuddin pun memutuskan untuk berjuang, pergi dari ranah minang dan merantau ke tanah Jawa demi bangkit melawan keterpurukan cintanya. Zainudin bekerja keras membuka lembaran baru hidupnya. Sampai akhirnya ia menjadi penulis terkenal dengan karya-karya mashyur dan diterima masyarakat seluruh Nusantara. Continue reading

August 27, 2014 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Merupakan Kisah Nyata

Anda tentu pernah mendengar tentang novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang dikarang Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA).

kapal 1

Meskipun novel yang menceritakan tentang kisah cinta Zainuddin dan Hayati ini hanya berupa cerita fiksi, kapal Van Der Wijck yang ada di cerita tersebut memang benar-benar ada. Dan benar-benar pernah tengelam di perairan pesisir Lamongan seperti yang diceritakan dalam novel yang diterbitkan pertama kali tahun 1939 tersebut.

160542_monumen-mengenang-tenggelamnya-kapal-van-der-wijk-di-lamongan_663_382

Di Desa Brondong, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Provisi Jawa Timur, ada sebuah monumen bersejarah bernama Monumen Van Der Wijck.  Monumen tersebut dibangun pada tahun 1936 sebagai tanda terima kasih masyarakat Belanda kepada para nelayan yang telah banyak membantu saat kapal yang namanya diambil dari nama Gurbenur Jenderal Hidia–Belanda itu tenggelam.

kapal-van-der-wicjk1

Monumen Van Der WijckKapal yang juga disebut dengan nama De Meeuw atau The Seagull, yang dalam bahasa Indonesia berati “Burung Camar”, sangat cocok untuk menggambarkan keanggunan kapal yang pada bulan Oktober 1936 tenggelam saat dalam perjalanan dari Bali menuju ke Semarang dan sempat bersinggah di Surabaya. Continue reading

August 27, 2014 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Setelah Uniba, Prof Jemmy Jabat Rektor IKI di Jakarta

Menggantikan Posisi Prof Fasli Jalal

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam 

AKADEMISI asal Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Prof DR Ir Muhammad Jemmy Rumengan SE MM menjabat sebagai rektor kedua di Institut Kesehatan Indonesia (IKI) di Jakarta.

IKI Jakarta, Agustus 2014

Kampus IKI berdiri megah di Jalan Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Permai, Jakarta Utara (Jakut) 14240.

Jemmy memimpin IKI terhitung Selasa 12 Agustus 2014 sampai Minggu 12 Agustus 2018, berdasarkan SK No.005/ Kep/ YNBH/VIII /2014, yang ditandatangani Ketua Yayasan Nusa Bhakti Husada (YNBH), yang juga Ketua Badan Akreditas Nasional (BAN) Perguruan Tinggi (PT), Prof Dr H Mansyur Ramly, di Jakarta, tertanggal 8 Agustus 2014.

Jemmy Rumengan, Sa 13 Mei 2014, F Suprizal Tanjung (7) ok image2

Muhammad Jemmy Rumengan di Harmoni One, Convention Hotel & Service Apartments, Batam Centre, Selasa (13/5/2014). F Suprizal Tanjung

‘’Alhamdulillah. Saya diberikan kepercayaan oleh YNBH menjabat rektor kedua menggantikan Prof DR dr Fasli Jalal PHd yang merupakan mantan Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, dan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Pak Fasli telah berbesar hati, memberikan kesempatan kepada Saya, generasi muda, untuk memimpin dan berkarya di sektor pendidikan tingkat nasional,’’ papar Jemmy di Harmoni One, Convention Hotel & Service Apartments, Batam Centre, Selasa (26/8/2014). Continue reading

August 26, 2014 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Camat Sekupang Batam, Zurniati, Jadi Pelayan Masyarakat yang Baik

Tak Segan Menyebarkan Nomor Handphone demi Masyarakat

RATNA, Batam

DUA kali menjabat Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Zurniati akhirnya menduduki posisi Camat Sekupang sejak pertengahan Juli lalu. Terbiasa turun dan dengar langsung keluhan masyarakat, dia komitmen untuk memberikan layanan terbaik selama menjabat.

Camat Sekupang, Zurniati, 1-F Cecep Mulyana image 2

Camat Sekupang, Zurniati di Kantor Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Senin (18/8/2014). F Cecep Mulyana

Ruangan berukuran sekitar 3×4 meter itu terasa sangat dingin oleh semburan udara dingin yang keluar dari split air conditioner (AC) yang menempel di dinding sebelah kanan atas dari pintu masuk. Pendingin udara itu tampaknya mengeluarkan tenaga maksimal, lantaran terdengar berbunyi mendesis.

Mulut AC itu mengarah tepat ke sudut ruangan, dimana terdapat meja cukup besar yang dipenuhi kertas dan buku-buku bertebaran. Di balik meja, duduk Zurniati, seorang wanita kelahiran Padang, Sumatera Barat (Sumbar) 50 tahun silam, mengenakan pakaian Pramuka dengan jilbab berwarna coklat tua. Senyumnya merekah kala Batam Pos mendekat dan mengulurkan tangan, diapun menyambut dengan jabatan erat. Continue reading

August 22, 2014 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.