Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Sudarsono Bina Pelukis Pemula Batam

Berkarya Saat Jadi Marinir Tahun 1963 Hingga Sekarang

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

PELUKIS gaya realist (asli, sesuai dengan apa yang dilihat) Batam, Sudarsono banyak memberikan masukan kepada pelukis-pelukis Batam, terutama anak-anak. Tujuannya, agar pelukis pemula tidak kesulitan dan meraba-raba bagaimana menjadi pelukis yang benar.

Sudarsono, Sabtu 13 Desembe 2014, F Suprizal Tanjung (7) image

Penulis dan Sudarsono (pakai topi) di Galery Sudarsono, DC Mall, Nagoya Centre, Sabtu (13/12/2014). F Suprizal Tanjung

‘’Mengandalkan hobi saja untuk melukis tidak cukup. Seorang pemula harus dibina dan diarahkan. Itu sudah saya lakukan agar lahir pelukis-pelukis muda dan andal di Batam,’’ sebut Sudarsono yang akrab dipanggil Dar di Galery Sudarsono, Diamond City (DC) Mall, Nagoya Centre, Kecamatan Lubukbaja, Sabtu (13/12/2014). Continue reading

December 15, 2014 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Monumen Bagindo Azizchan (Aziz Chan)

Monumen Bagindo Azizchan (sering juga ditulis Bagindo Aziz Chan) terletak di persimpangan jalan antara Jati-Lapai dan Steba, atau antara jalan Gajah Mada dan Jhoni Anwar, Kelurahan Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Bagindo-Azizchan-bw-253x300

Bagindo Azizchan

Monument itu dibangun untuk memberikan penghormatan kepada Bagindo Azizchan yang dulunya pernah menjabat sebagai Walikota Padang. Ia adalah Walikota pertama Kota Padang yang menjabat dari tanggal 15-08-1946 hingga 19-07-1947.

Simpang Tinju 23

Monumen Bagindo Azizchan

Monument itu dibangun dengan bentuk yang unik, yaitu berbentuk seperti sebuah tinju dengan alas berbentuk segitiga. Sehingga monument ini terkenal di kalangan masyarakat dengan sebutan Simpang Tinju atau Simpang Extrajoss. Kupalan tinju tersebut menggambarkan perjuangan dan semangat Bagindo Azizchan dalam mempertahankan wilayah Kota Padang dari Belanda yang pada saat itu berkuasa di Padang. Sedangkan alas yang berbentuk segitiga tersebut menggambarkan senjata yang dipergunakan rakyat Indonesia untuk melawan penjajahan.

Bagindo Azizchan di Museum Adityawarman Padang

Patung Bagindo Azizchan di dalam Komplek Museum Adhityawarman, Padang. Aziz: Tidak Akan Kutinggalkan Rakyat Padang.

Menurut sejarahnya, lokasi berdirinya monument tersebut adalah lokasi dimana Bagindo Azizchan dibunuh oleh serdadu Belanda pada tanggal 19 juli 1947. Continue reading

December 10, 2014 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Gelar Pahlawan Nasional buat Bagindo Azizchan

Presiden RI, SBY Serahkan SK kepada Keluarga

Padang, CyberNews. Lebaran 1 Syawal 1426 Hijriah atau November 2005, menjadi momen kemenangan ganda bagi warga Kota Padang. Setelah menang melawan hawa nafsu di bulan Ramadan, seorang warganya Bagindo Azizchan (sering juga ditulis Bagindo Aziz Chan) diangkat sebagai Pahlawan Nasional.

Bagindo-Azizchan-bw-253x300

Bagindo Azizchan

Pemerintah menetapkan Wali Kota Padang di zaman perjuangan, Bagindo Azizchan, sebagai Pahlawan Nasional. Kontan saja, kabar itu disambut haru dan rasa syukur bukan saja oleh keluarga Bagindo Azizchan, melainkan juga warga Kota Padang. Kemenangan usai menunaikan ibadah Ramadan pun makin terasa lengkap.

Bagindo Azizchan di Museum Adityawarman Padang

Patung Bagindo Azizchan di dalam Komplek Museum Adhityawarman, Padang. Aziz: Tidak Akan Kutinggalkan Rakyat Padang.

Besok, Rabu (9/11/2005), tepat sehari sebelum bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan menyerahkan surat ketetapan Presiden kepada keluarga Bagindo Azizchan dan Wali Kota Padang Fauzi Bahar.

Simpang Tinju 23

Simpang Tinju di Kelurahan Kampung Olo Kecamatan Nanggalo Kota padang. Dulunya bernama Simpang Kandis atau Simpang Kandih.

Sejak Selasa (8/11/2005) keluarga Bagindo Azizchan bersama Fauzi didampingi Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi berada di Jakarta untuk menghadiri penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tersebut. Sementara itu, di Padang, warga dan pemerintah kota juga bersiap menyambut penganugerahan itu secara meriah.

“Begitu mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) besok sore (Rabu), kami akan arak keluarga Bagindo Azizchan hingga ke kediaman wali kota. Setelah itu, pada Kamis (10/11/2005), untuk memperingati Hari Pahlawan akan digelar napak tilas perjuangan Bagindo Azis Chan di hutan sebelah timur Kota Padang,” kata Humas Pemerintah Kota Padang Surya Budhi. Continue reading

December 10, 2014 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Gelar Napak Tilas, Kenang Perjuangan Bagindo Azizchan

Penulis : Irwandi Rais
Jum’at, 18 Juli 2014 19:03

PADANG – Sebanyak 1.165 peserta napak tilas mengenang perjuangan Pahlawan Nasional, Bagindo Azizchan (sering ditulis Bagindo Aziz Chan) dilepas Wakil Walikota Padang H. Emzalmi di depan Kantor Gubernur Sumatera Barat, Jumat (19/7/2014) malam. Peserta yang terdiri dari 7 orang per regu ini merupakan utusan dari SKPD, Kelurahan, Unsur TNI, Polri serta Organisasi Kepemudaan se Kota Padang.

Bagindo-Azizchan-bw-253x300

Bagindo Azizchan

“Lomba Napak Tilas yang kesepuluh ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Azizchan. Yang kita tahu beliau adalah Walikota Padang yang gugur dalam perjuangan melawan pendudukan Belanda pada 19 Juli 1947 silam,” kata Emzalmi kepada wartawan usai melepas peserta napak tilas.

Bagindo Azizchan di Museum Adityawarman Padang

Patung Bagindo Azizchan di dalam Komplek Museum Adhityawarman, Padang. Azia: Tidak Akan Kutinggalkan Rakyat Padang.

Kalimat terkenal yang pernah diucapkan Bagindo Azizchan adalah “Langkahi dulu mayat saya, baru Kota Padang dapat diduduki”. Maka ruh dari perjuangan Bagindo Azizchan tersebut harus dibangkitkan kembali.”Semangat ini harus kita warisi kepada generasi muda yang merupakan para pejuang pembangunan di masa akan datang,” ungkap Emzalmi. Continue reading

December 10, 2014 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

LAZ Masjid Raya Batam Dampingi Mustahik

Disiapkan Menjadi Berani Berusaha

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

DIREKTUR Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Raya Batam (MRB), Syarifuddin menyebutkan, mereka terus mendampingi mustahik, penerima bantuan modal usaha LAZ MRB.

”Tujuan kita untuk mengetahui perkembangan usaha mereka. Adapun usaha yang digeluti para mustahik ini di antaranya bakso, siomai, peternak ikan/ ayam, pedagang sayur keliling, empek-empek, jajanan pasar, dan lainnya,” papar Syarif baru-baru, Selasa (9/12/2014) .

Syarif menyebutkan, sebelum memberikan bantuan modal usaha yang dimulai November lalu, LAZ MRB memberikan pelatihan usaha dulu kepada mustahik di Pusat  Informasi Haji (PIH), Batamkota, Senin (3/11/2014). Continue reading

December 9, 2014 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.