Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Tarian Empat Wayer untuk Perantau Sulut di Batam

Pagelaran Seni dan Budaya Sulawesi Utara di Batam

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

KERINDUAN perantau Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), terutama dari daerah Kepulauan Nusa Utara, yang ada di Provinsi Kepri, kepada kampung halamannya terobati pada Sabtu malam, (26/2/2011) pukul 17.00 WIB, di Sport Hall Tumenggung Abdul Jamal, Batam.

sulut-tari-empat-wayer-f-suprizal-tanjung image

Muda-mudi menarikan tarian Masamper Empat Wayer, di Sport Hall Tumenggung Abdul Jamal, Batam, Sabtu (26/ 2/ 2011). F Suprizal Tanjung

Perantau Kepulauan Nusa Utara yang terdiri dari tiga daerah yaitu, Kabupaten Sangihe, Kabupaten Talaud, dan Kabupaten Siau Tagulandang dan Biaro (Sitaro) itu, memenuhi gedung olahraga kebanggan warga Batam tersebut.

dewi-acara-sulut-sanger-26-feb-2011-su-f-suprizal-tanjung-12 image

Suprizal Tanjung (tengah, pakai ransel) saat acara seni Budaya Sulut, di Sport Hall Tumenggung Abdul Jamal, Batam, Sabtu (26/ 2/ 2011).

Hadir di acara tersebut, Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil, Bupati Kabupaten Sangihe Winsu Salindeho, Bupati Kabupaten Sitaro Tony Supit, Wakil Bupati Sitaro Pitkuera, Bupati Talaud Constant Ganggali, ketua dan anggota DPRD se-Kepulauan Nusa Utara.

Sesuai dengan rencana, Pagelaran Seni dan Budaya Kepulauan Nusa Utara yang mendatangkan 400 seniman Sanger itu benar-benar berisikan atraksi seni berkualitas dari daerah yang dulu bernama Kabupaten Sangihe Talaud tersebut.

Beberapa pentas seni yang sangat pantas dikenang adalah tarian Masamper Empat Wayer. Pada tari ini, ada tujuh pasangan muda mudi dan diketuai satu cewek cantik. Mereka yang berpakaian pesta ala Cinderella itu bergerak dinamis, anggun, dan penuh wibawa. Muda mudi cantik dan ganteng tersebut lantas bergerak dan perputar bagai memecah gelombang laut. Suitan panjang, tepuk tangan membahana, tak henti saat mereka beraksi.

Hal yang sama juga terjadi ketika vocal grup Masamper yang terdiri dari sekitar 15 laki-laki, yang diketuai satu pemuda, tampil percaya diri membawakan lagu-lagu khas Sanger. Tarian Syalo, tari perang dari Sanger tak lupa dipersembahkan kepada perantau Sulut ketika itu.

Tari Bonceng, yang hampir mirip dengan tari Empat Wayer, mendapat respon positif para perantau. Sekitar 10 pasang penari bergerak lincah. Mereka diketuai seorang penari lelaki berbadan besar dan kekar. Namun, lelaki (ketua) inilah yang menjadi bintang malam itu. Meski besar dan kekar, lelaki ini mampu bergerak lincak, meliuk-liuk seperti Inul Daratista. Lagi-lagi, gedung besar itu pecah dengan suara, suitan, dan tepuk tangan penonton.

Pada penghujung acara, Bupati Kabupaten Sangihe Winsu Salindeho menunjukkan kemampuannya memimpin okestra musik bambu khas Sanger.

Sementara itu, Wagub Sulut Djouhari Kansil, menyebutkan, potensi laut di Sulut dan Kepri sangat luar biasa. Perantau Sulut harus kompak, penuh kasih sayang membangun investasi di Kepri dan Sulut.

”Mari kita bangun kebersamaan, mari torang baku sayang, baku jaga, dan jangan baku congkel (menjatuhkan, red),” papar Wagub.

Wagub memintar perantau Sulut yang mempunyai hubungan ekonomi dengan pengusaha nasional dan internasional, diminta untuk mempromosikan Kepulauan Nusa Utara, dan Sulut pada umumnya. ***

About these ads

October 7, 2012 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: