Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

36 Anggota Baru Orari Batam Lulus Ujian

Muliahardi: Potensi Batam sangat Besar, dari Segi Jumlah Keanggotaan

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

PENGURUS Orari Daerah Batam Muliahardi YF50Z menyebutkan, Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) Provinsi Kepri mendapatkan tambahan anggota sebanyak 36 orang. Anggota baru ini dinyatakan lulus setelah mengikuti ujian bagi calon anggota baru, di lantai 4 kantor Wali Kota Batam, Sabtu (28/5/2011).

Orari Kepri Ujian Anggota. F Suprizal Tanjung (302)

Muliahardi. F Suprizal Tanjung

”Total anggota baru yang ikut ujian 38 orang. Hanya 36 yang lulus, dan gagal dua orang,” sebut Muliahardi YF50Z, didampingi pengurus Orari Batam Lilik Armayadi, Senin (13/6/2011).

Muliahardi. Jt 21 Maret 2014. F Suprizal Tanjung image

Muliahardi menyebutkan, dia akan memimpin organisasi ini dengan baik. Hal terpenting dalam organisasi adalah koordinasi dan komunikasi.

Ditambahkan Muliahardi, ujian yang menjadi event besar bagi Orari Kepri dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam Raja Mukhsin SE, Sabtu (28/5/2011) lalu.

Orari Kepri Ujian Anggota. 29 Mei 2011, F Suprizal Tanjung (57) image

Lilik Armayadi. 29 Mei 2011. F Suprizal Tanjung

Hadir di acara itu, Kepala Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit (Balmon Spekfrekrad dan Orsad) kelas II Batam, Ir Muh Sopingi MM, dan pengurus Orari Pusat Triadi P Suparta yang mewakili ketua umum Orari Pusat Letjend (Purn) Sutiyoso, dan perwakilan Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia (Kemkominfo) Direktorat Jendral Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika.

Muliahardi menyebutkan, ujian ini diikuti pengguna Orari dari Tanjungpinang, Natuna, Tanjungbalai Karimun, dan Batam.

”Saat ini, terdapat kurang lebih 800 anggota Orari Kepri. Dan 60 persen dari  jumlah itu berada di Batam. Potensi Batam sangat besar, dari segi jumlah keanggotaan,” sebut Muliahardi.

Muliahardi melanjutkan, menjadi anggota Orari sangat bermanfaat karena bisa membantu orang lain dan negara dalam kondisi normal maupun dalam kondisi bermasalah (bencana). Orari yang dibentuk 9 Juli 1968 itu sangat besar karena ratifikasinya dilakukan oleh lembaga internasional, sedangkan regulasinya oleh pemerintah Indonesia. Orari menembuh jarak dan waktu untuk saling berbagi dan membantu sesama.

Saat ini, tegas Muliahardi, kondisi pemakaian frekuensi radio amatir di Indonesia masih belum teratur. Frekuensi radio masih dipakai secara sembarangan. Padahal, masing-masing radio memiliki frekuensi sendiri-sendiri.

‘’Kenakalan sebagian pengguna radio amatir membuat frekuensi penermbangan asing terganggu. Dan kita kerap dikeluhkan oleh maskapai penerbangan asing tentang masuknya frekuensi ilegal di jalur komunikasi mereka,’’ sebut Muliahardi.

Lewat ujian, ujar Muliahardi, pengurus Orari berharap, sikap setia dan patriotik anggotanya terhadap bangsa dan negara akan semakin kental dan baik. ***

About these ads

October 12, 2012 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: