Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Mendagri Resmikan Kampus IPDN Baso

Perkuat Agama, Adat dan Intelektual

Agam Padek—Menteri Da­lam Negeri Gamawan Fauzi mengharapkan kehadiran In­stitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memperkokoh Agam dan sekitarnya sebagai daerah pendidikan untuk men­cetak para intelektual.

Mendagri Gamawan Fauzi, Jt 24 Mei 2013, F Ist

Gamawan Fauzi

Daerah ini alamnya sejuk dan enak untuk belajar, dulu di Bukittinggi ada sekolah raja yang satunya lagi hanya ada di Bandung, dan berdasarkan catatan sejarah Agam, Bukit­tinggi dan tetangganya Lima­puluh Kota banyak sekali mencetak intelektual di Sum­bar karena daerahnya cocok untuk pengembangan pen­di­dikan, dibangunnya IPDN di Baso karena APDN dulu juga ada di Bukittinggi,” kata Ga­mawan pada peresmian IPDN Baso Jumat, 18 Januari 2013.

Kalau Agam dan seki­tar­nya basis pengembangan pen­didikan dan intelektual, untuk pengembangan agama sesuai dengan pepatah syarak man­daki adat manurun adalah daerah pesisir.

Sebagai wilayah basis pe­ngembangan budaya dan adat dikembalikan ke daerah Pa­garuyung Tanahdatar, seba­gai ikonnya adalah istano Basa Paga­ruyung yang segera dires­mikan.

Juga dikatakan Gamawan, tiga hal yakni agama, adat dan intelektual yang dirangkum dalam Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah harus diperkuat di Mi­nang­kabau.

Sedangkan Bupati Agam Indra Catri mengharapkan agar IPDN sebagai penyemai bibit kebaikan, atau bibit  moral bagi daerah ini sesuai dengan falsafah masyarakat Agam dan Minang pada umum­nya yang menge­de­pan­kan moral dalam kehi­dupan­nya.

“Para praja diharapkan memberikan contoh, dapat menyatu dengan masyarakat dan kalau bisa menjadi su­mando rang Agam,” kata Indra Catri.

Kampus baru IPDN Su­m­bar berlokasi di Baso yang dires­mi­kan itu terdiri dari 14 unit ba­ngunan dengan dana sekitar Rp 100 miliar, pem­bangunannya dimulai tahun 2010 dan akan terus dikem­bangkan.

Kementerian Dalam Ne­geri saat ini juga sedang mem­bina sembilan kampus IPDN yang terdiri dari dua kampus IPDN pusat, yakni Jatinagor (Jawa Barat) dan Cilandak (Jakarta). Kemudian, tujuh kampus IPDN daerah, yakni Sumatera Barat, Riau, Sula­wesi Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Nusa Teng­gara Barat dan Papua.

“Saya menaruh harapan kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat, terutama masyarakat Kabupaten Agam dan masyarakat Kota Bukit­tinggi, untuk turut serta mem­berikan perhatian terhadap proses pembauran budaya bagi para Praja IPDN kampus Sumatera Barat ini,” kata Ga­mawan Fauzi.

Pelaksanaan pendidikan IPDN Kampus Sumatera Barat ini, akan menampung sekitar 600 praja IPDN yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Para praja IPDN ter­sebut memiliki latarbelakang sosial budaya yang berbeda-beda, sehingga memerlukan penyesuaian budaya dalam proses pergaulan sosial dengan masyarakat Sumbar.

Menurutnya, keragaman nilai-nilai budaya yang akan terbentuk dalam sanubari para Praja IPDN, akan memperkaya pemahaman mereka tentang makna Bhinneka TunggaI Ika, yang memiliki makna “ber­beda-beda, namun tetap satu”. (*)

http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=39594

About these ads

March 19, 2013 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: