Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Erdin Odang: Kami Bangun Rumah Gadang di Sulik Aie, Sumatera Barat

Jangan Ragu Bantu Yatim Piatu

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

DATUK Erdin Odang dan keluarganya memberikan santunan kepada 180 anak yatim piatu di lantai dua sebuah restoran di Jalan Raden Patah, Kecamatan Lubukbaja, Batam, Selasa (6/12/2011) pukul 11.00 WIB.

Erdin Odang dan Suprizal Tanjungt ppm-musda-iii-sa-6-sept-2011-f-suprizal-tanjung-902

Erdin Odang (kiri) dan Suprizal Tanjung (penulis). F Ist

Bantuan uang dan makan bersama tersebut bersamaan dengan 10 Muharam 1433 Hiriah yang diperingati sebagai Hari Anak Yatim Piatu.

Mayor (kiri) bersama Erdin Odang (kanan) menyerahkan bantuan untuk anak yatim piatu di lantai dua salah satu rumah makan, Jalan Raden Patah, Kecamatan Lubukbaja, Selasa (6/12/2011). F Suprizal Tanjung

Putra Caesar Odang menyebutkan, yatim piatu tersebut berasal dari empat Panti Asuhan (PA) se-Batam yaitu PA Miftahul Ulum dari Bida Asri I Batam Centre, dan PA At Takwa dari Seruni Batam Centre, PA Nujumul Huda dari Tanjungriau Sekupang, dan PA Riadussholihin dari Tanjungriau Sekupang.

Hadir juga dalam kegiatan tahunan keluarga Erdin Odang tersebut, Pimpinan Cabang (Pincab) Pemuda Panca Marga (PPM) Batam Mayor SS, pengurus PPM Kepri Usman Dahlan, pengurus PA Miftahul Ulum Tasmuji dan Endang, dan 20 pengurus PA lainnya.

Erdin Odang yang lahir di Sukadana Kalimantan Barat (Kalbar) 7 Juni 1950 itu mengakui, membantu yatim piatu adalah wujud rasa syukur kepada Allah. Bantuan para dermawan sangat membantu kehidupan yatim piatu.

Ketika memberikan bantuan, Erdin terlihat bahagia dan juga haru. Sebab, dari sekian ratus acara seperti ini, baru kali inilah Erdin hadir langsung di tengah yatim piatu. Ketika itu, beberapa kali, Erdin mencoba bergurau dengan anak-anak kecil tersebut. Ketika bersalaman, Erdin malah mencium tangan anak-anak tadi. Tentu saja ini membuat banyak orang tertawa.

‘’Jangan ragu dan takut membantu yatim piatu. Rezeki kita tidak akan berkurang, malah akan terus bertambah. Ini telah saya buktikan sendiri,’’ papar Erdin yang ditinggal selamanya oleh bapaknya saat ia berusia lima tahun (1955). Sekitar 1977, ketika berusia 27 tahun, ibunya pun kembali ke pangkuan yang Maha Memiliki.

Bapak lebih dari 16 anak ini mengakui hanya memiliki satu saudara (kakak) yaitu Oesman Sapta Odang (OSO), yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. OSO pada Januari 2012 menjabat sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Nasional (PPN).

Sejak kecil Erdin mengaku banyak mengalami penderitaan. Erdin tinggal dengan kakak sepupu. Bisa dibayangkan bagaimana tinggal dengan keluarga. Pada Masa mudanya, Mantan Ketua Umum PPM ini menghabiskan waktunya di Jakarta. Di Jakarta, hidupnya susah. Pernah tidak makan. Banyak pekerjaan telah dilakukan. Namun, pergaulannya sangat luas. Banyak orang dari berbagai jenis pekerjaan dan jabatan menjadi kawannya.

‘’Pengalaman banyak mengajarkan kepada saya. Bermurah hatilah kepada siapapun, termasuk yatim piatu dan siapapun. Kebaikan ini di samping saya yatim piatu ketika kecil, juga karena didorong oleh keinginan untuk membantu sesama,’’ papar Erdin yang merupakan anak Odang dari suku Bugis, Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), dan ibunya Asnah Hamid suku Minangkabau dari Sulik Aie (Sulit Air, red), Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Kemudian, sebagai wujud penghargaan dan sayang kepada ibunya Asnah Hamid, Erdin dan Oesman Sapta Odang membuat Rumah Gadang relatif besar sebagai tempat wisata dan informasi terbesar di Sulik Aie, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Di samping itu, dia membangun dan membesarkan beberapa masjid di Indonesia, salah satunya di Jawa Barat (Jabar).

’’Saya dan kakak saya Oesman Sapta Odang membuat Rumah Gadang relatif besar sebagai tempat wisata dan informasi terbesar di Sulik Aie, Sumbar. Ini kami lakukan sebagai penghormatan terhadap ibu kami, Asnah Hamid, yang berasal dari Sulik Aie, Sumbar,” sebut Erdin.

Sejak muda, sebut Erdin, dia sudah membiasakan membantu yatim piatu. Malah, sekitar tahun 2005, ketika masih menjabat Ketum PPM, dia membawa 1.000 yatim piatu, dari 13 Panti Asuhan, masuk supermarket di Batam. Tiap anak dijatah Rp100 ribu sampai Rp200 ribu. Anak-anak gembira. Begitu masuk supermarket, ada anak yang hanya mengambil boneka kecil. Sisa uang mau dikembalikan, tapi ditolak. Dia juga pernah membawa ustad dan kiai dari Jabar menujut Malaysia.

‘’Bagi ustaz dan kiai tadi, perjalanan ke Malaysia sangatlah membahagiakan mereka. Itu tidak akan terlupakan sampai kapanpun. Saya mencoba memberikan rasa bahagia kepada mereka,’’ ujar Erdin.

‘’Saya sedih. Saya haru. Yatim piatu tadi masuk supermarket bukan mengambil makanan. Mereka hanya mengambil boneka kecil. Itu artinya mereka butuh kasih sayang orang tua.Ya kita-kita ini,’’ ujar Erdin yang saat itu mengajak dermawan lainnya untuk lebih peduli kepada yatim piatu.

Manusia, sebut Erdin, tidak ada yang dilahirkan jahat. Hanya lingkungan yang membuat seseorang itu menjadi jahat. Generasi muda, anak yatim piatu harus terhindar dari perbuatan tidak baik. Agar kehidupan dan masa depan mereka menjadi baik, maka harus dibantu para dermawan pendidikan dan juga kehidupannya.

Terkait dengan tempat wisata di Tanjungpinggir Sekupang yang dibangunnya sejak 2002, Erdin mengakui, akan selesai sekitar April 2012. Tempat ini akan menampung ratusan karyawan. Ini tentu akan meningkatkan dan menghidupkan perekonomian masyarakat Batam.

Erdin juga berharap, agar keinginannya untuk mengganti nama Tannjungpinggi menjadi Tanjungdatuk bisa didukung seluruh lapisan masyarakat, Pemko Batam, dan Pemprov Kepri.

‘’Kalau nama Tanjungpinggir, nanti kita selalu berada di pinggir atau pinggiran. Jadi kita ganti namanya menjadi Tanjungdatuk. Datuk itu kan terhormat,’’ ujar Erdin. ***

May 19, 2012 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

1 Comment »


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: