Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Kelulusan di Indorad Batam Capai 70 Persen

Operator Nakal Ganggu Komunikasi Penerbangan

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

PIHAK Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit (Balmon Spekfrekrad dan Orsad) kelas II Batam, melantik 23 peserta pelatihan General Operator Certificate (GOC) Global Maritime Distress & Safety System (GMDSS angkatan X Batam di Pusat Informasi Haji (PIH) Batam Centre, Sabtu (11/2/2012) pukul 09.00 WIB.

Pembina Lembaga Pendidikan (Lemdik) Indorad Foundation Azharsyah menyebutkan, total peserta yang mengikuti pendidikan GOC GMDSS angkatan III se Indonesia tersebut berjumlah 30. Tiga di antaranya mengulang, empat tidak hadir pelantikan. Dari 23 peserta tersebut, peserta GOC GMCSS dari Batam Sepriadi meraih nilai tertinggi.

‘’Pada angkatan kali ini, tingkat kelulusan mencapai 70 persen,’’ papar Azharsyah di PIH saat itu.

Ditambahkan Azharsyah, peserta GOC GMDSS kali ni berasal dari Provinsi Kepri, Sumatera Selatan, Dumai, Jakarta. Di samping berasal dari peserta lokal, peserta dari Singapura juga ikut menimba ilmu di lemdik Indorad Foundation. Hadir dalam pelantikan itu Sekretaris Panitia Ujian Negara Rachmadsyah SH.

‘’Kita bersyukur. Dengan bartambahknya usia Indorad Foundation, kepercayaan masyarakat Indonesia dan internasional semakin meningkat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan bidang informasi komunikasi di dunia perkapalan,’’ tegas Azharsyah.

Balmon menambahkan, pelatihan ini sangat besar manfaatnya bagi mualim dan nonmualim. Pemahaman mualim dan nonmualim tentang cara berkomunikasi, etika berkomunikasi, akan semakin meningkat. Ini tentu akan membantu baiknya sistem komunikasi di dunia pelayaran.

Ditambahkan, ada laporan pihak penerbangan Amerika Serikat dan Singapura tentang terganggungnya sistem komunikasi penerbangan mereka. Keadaan ini terjadi karena, ada radio siaran, oknum mualim dan nonmualim menggunakan radio GMDSS tidak sesuai dengan peruntukannya. Mereka menggunakan GMDSS dan peralatan komunikasi bukan pada frekuensi yang benar/ tepat. Akhirnya, frekuensi yang digunakan secara salah tadi, malah masuk ke frekuensi penerbangan negara lain.

‘’Dengan peralatan khusus yang kita miliki, Balmon Spekfrekrad dan Orsad bisa melacak dari daerah mana komunikasi yang menggunakan frekuensi tidak sesuai peruntukannya tersebut. Yang lebih ironi, komunikasi di radio GMDSS dan sejenisnya dijadikan sebagai alat untuk mojok (berpacaran, red). Ini kan berbahaya. Karena untuk kepentingan pribadi (pacaran, red), komunikasi penerbangan jadi terganggu/ rusak. Pesawat susah/ tidak bisa menentukan arah dan komunikasi lagi. Ini berpotensi menyebabkan kecelakaan di udara atau saat mendarat di bandaraa,’’ tegasnya.

Hal ini paparnya, perlu menjadi perhatian dan catatan DPRD, pengusaha, masyarakat, Pemerintah. Semua pihak perlu memahami dan mencegah  penggunaan radio secara salah (tidak sesuai dengan peruntukannya).

‘’Maaf saja. Negara lain mencap oknum pengguna radio komunikasi dan sejenisnya di negara kita keras kepala dan susah diatur,’’ tegasnya. ***

May 21, 2012 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: