Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Nasution Anak Raja Pagaruyung

Biasa dengar dengan nama Nasution ini?

Selalunya nama tersebut diletak dihujung nama pertama seseorang sebagai melambangkan marga atau keturunan orang tersebut dari keluarga Nasution. Bagaimana sejarah terbitnya nama ini?

Berikut adalah dari sekilas sejarah benar yang berlaku sehingga terbukalah hijab dan perkaitan hubungan Kekerabatan Yang DiPertuan Tuanku Rajo Pinayungan Nan Sati Prof. Dr. Anwar Nasution Dengan Daulat Yang DiPertuan Raja Alam Pagaruyung.

Lebih kurang pada penghujung abad ke 16 Masehi, Daulat Yang DiPertuan Raja Alam Pagaruyung ketika itu telah memerintahkan pada anaknya Batara Gurga Pinayungan Tuanku Raja Nan Sati dan adiknya Batara Sinomba dengan pengiring-pengiringnya untuk menghantarkan saudara perempuannya yang bernama Puti Lenggo Geni, calon isteri kakak sepupunya Yang DiPertuan  Maharajo Sati yang telah diangkat menjadi Sultan Barus.

Dalam perjalanan menuju Barus tersebut, rombongan ini melalui Tanah Mandahiling Tapanuli Selatan mengikuti jalur perdagangan antara Minangkabau dengan Barus. Dalam perjalanan tersebut di Mandahiling terjadi pergolakan antara satu huta (kampung)  dengan huta (kampung) lainnya.

Sesampainya rombongan ini di Mandahiling, pemuka-pemuka adat di sana meminta kepada Batara Gurga Pinayungan Tuanku Rajo Nan Sati untuk dapat meredakan dan memadamkan pergolakan di sana. Batara Gurga Pinayungan dengan senang hati langsung turun tangan meredakan pergolakan tersebut, bahkan pada saat terjadi adu tanding antara dua raja dari dua huta yang berlainan tersebut,  ketika dua bilah pedang mereka beradu untuk saling membunuh, Batara Gurga Pinayungan telah menangkap kedua bilah pedang tersebut dan kedua pedang tersebut meleleh dalam genggamannya.

Kedua raja yang tadinya saling bertarung, kemudian bersimpuh dan menyembah pada Batara Gurga Pinayungan. Atas kejadian ini petinggi-petinggi adat Tanah Mandahiling meminta dan mendaulat Batara Gurga Pinayungan Tuanku Rajo Nan Sati untuk bersedia menjadi raja di Tanah Mandahiling dengan gelaran Mangaraja Godang Mandahiling.

Kesaktian Batara Gurga Pinayungan tersebut tersebar keseluruh pelosok Tanah Mandahiling, kemudian para petinggi adat Mandahiling bermusyawarah untuk mencarikan Marga bagi Batara Gurga Pinayungan serta keturunannya kelak sesuai dengan adat dan tradisi orang Mandahiling. Dalam pertemuan itu disepakati marga yang diberikan iaitu “Na Sati On” sesuai dengan gelar yang di bawanya dari  Pagaruyung iaitu Tuanku Rajo Nan Sati. Lama kelamaan  ejaan  Na Sati On berubah menjadi NASUTION.

Batara Gurga Pinayungan Tuanku Rajo Nan Sati Mangaraja Godang Mandahiling 1 digantikan oleh anaknya Sultan Diaru Mangaraja Godang Mandahiling ke2 . Selepas mangkatnya Raja ini kemudiannya digantikan oleh anaknya yang bernama Tuanku Muksa,  sebagai Mangaraja Godang Mandahiling ke3 . Selepas itu diganti pula oleh anaknya yang bernama  Tuanku Natoras sebagai Mangaraja Godang Mandahiling ke4 dan seterusnya oleh anaknya iaitu  Baginda Mangaraja Godang Mandahiling ke5. Selanjutnya diteruskan lagi oleh anaknya Baginda Maharaja Enda yang mempunyai tiga isteri.

Dari perkahwinannya dengan Boru Pulungan dari huta Bargot  lahir anaknya yang bernama Jabadola Nasution. Jabadola ini kemudian berhijrah ke huta Siantar. Salah seorang anak Jabadola  bernama Jabornang Nasution kemudian mempunyai anak yang bernama Jaru Mahot Nasution.

Jaru Mahot Nasution mempunyai beberapa orang anak salah satunya bernama Bondanaelolot Nasution yang kemudian berhijrah ke Parahusorat Sipirok sebagai wakil dagang bapaknya.  Salah satu anak Bondanaelolot bernama Sori Tua Nasution, anak dari Sori Tua Nasution yang bernama Pagu Nasution yang kemudian berganti nama menjadi Hasan Nasution. Anak  bungsu dari Hasan Nasution bernama Idris Nasution.

Idris Nasution ini mempunyai tiga orang anak, satu dari isteri pertamanya yang bernama Puti Zubaidah dari Pagaruyung punya anak namanya Abdul Rahman Idris Nasution menetap dia di Sri Lanka. Sedangkan dari isterinya Boru Simanjuntak dari Logu Boti Toba lahir dua orang anak laki-laki iaitu Husni Idris Nasution  yang menetap di Sipirok dan Husein Idris Nasution menetap di Tanah Semenanjung Malaysia yang lebih dikenal dengan sebutan RAJA LAUT dan pernah mengalahkan pasukan Inggeris  dan Yap Ah Loy pada tahun 1863 Masehi di Bukit Nenas, Kuala Lumpur sekarang.

Husni Idris Nasution punya beberapa orang anak yang salah satunya bernama Ali Nasution, anak dari Ali Nasution salah satunya pula bernama Muchtar Nasution. Anak dari Muchtar Nasution salah satunya bernama Amran Nasution dan  punya lima orang anak, salah satunya ialah Prof. Dr. Anwar Nasution. Beliau pada tanggal 29 Julai 2006 telah dianugerahi dengan gelar Yang Dipertuan Tuanku Rajo Pinayungan Nan Sati oleh Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung.

***

Anwar Nasution (lahir di Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, 5 Agustus 1942; umur 69 tahun) adalah Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Indonesia. Pada tahun 2006, Anwar memperoleh gelar Yang Dipertuan Tuanku Raja Pinayungan Nan Sati, sebagai pewaris keturunan Raja Pagaruyung yang telah bermigrasi ke Mandailing sejak abad ke-16.[1]

***

Kata kunci: sejarah
Sebelumnya: SEJARAH RINGKAS MINANGKABAUSelanjutnya : Cetusan Kenangan di Bukit Putus.
http://marisma.multiply.com/journal/item/75
Sumber:

/Dari_mana_asalnya_perkataan_NASUTION…?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

http://id.wikipedia.org/wiki/Anwar_Nasution

https://id.wikipedia.org/wiki/Batara_Gurga_Pinayungan_Tuanku_Raja_Nan_Sakti

May 21, 2012 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: