Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Mualim dari Belanda Belajar di Indorad

Peserta Kali Ini Paling Banyak dari Angkatan sebelumnya

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

KETUA Panitia Ujian Negara Radio Elektronik dan Operator Radio (REOR) Dra Arifah MTI melantik 27 peserta pelatihan General Operator Certificate (GOC) Global Maritime Distress & Safety System (GMDSS) angkatan XV (tingkat nasional). Acara dilaksanakan di Pusat Informasi Haji (PIH) Batam Centre, Kamis (14/6/2012).

indorad-foundation-11-oktober-2012-kamis-f-suprizal-tanjung-48 image

Suprizal Tanjung (penulis, tengah), Azharsyah (kanan, kemeja putih) di Pusat Informasi  Haji (PIH) Batam Centre, Kamis (10/10/2012). F Suprizal Tanjung

Pelantikan angkatan XII (tingkat Kepri) ini berdasarkan surat pengumuman nomor: 191/ DJSDPPI.3/ KOMPINFO/ VI/ 2012, tertanggal 13 Juni 2012. Event ini diikuti 30 peserta, dimana 27 peserta lulus, dua peserta mengulang, dan satu peserta tidak lulus. Tingkat kelulusan kali mencapai 93 persen. Jumlah peserta Diklat GOC GMDSS kali ini paling banyak dibandingkan XI angkatan (tingkat Kepri) sebelumnya.

Angkatan kali ini, predikat siswa terbaik dipegang Novi Irsyadi dari Jakarta. Hal membanggakan, seorang mualim dari Belanda, Dedy Arman Wijaya ikut mendapatkan pendidikan di Indorad yang beralamat di Ruko Mega Legenda, Blok A3 nomor 12 B, Batam Centre.

Arifah menyebutkan, kapal yang mengarungi lautan di Indonesia maupun di luar negeri mutlak memiliki seorang operator GOC GMDSS. Operator GOC GMDSS adalah orang yang menjadi andalan seluruh orang yang ada di kapal dalam berkomunikasi dengan petugas/ orang yang ada di darat atau pun di laut.

Pembina Indorad Foundation Azharsyah menyebutkan, mulai tahun tahun 2011 ini, kapal se-Indonesia dilarang berlayar jika tidak memiliki radio operator yang mengantongi GOC GMDSS. Kebijakan Departemen Perhubungan RI ini dikosentrasikan kepada kapal lebih dari 150 Gross Tonase (GT). Tanpa GOC GMDSS, kapal akan dilarang memasuki sebuah pelabuhan nasional dan internasional.

Untuk dapat mengantongi sertifikat GOC GMDSS tadi, lanjut Azharsyah, seorang operator REOR, baik mualim maupun nonmualim harus mengikuti pendidikan GOC GMDSS sesuai yang disyaratkan Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia (Kemkominfo) Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika.

Azharsyah menambahkan, kualitas pendidikan Indorad Foundation semakin baik, karena sudah mendapat standar International Maritime Organization (IMO) Model Cose 1.25. Juga sudah memiliki software simulator Global Maritime Distress & Safety System (GMDSS), atau peralatan keselamatan untuk pelayaran A1, A2, A3, dan A4. GOC GMDSS bersertifikat No. AL. 002/B.188/PAL/2010 dan sertifikat no. AL. 102/B.018/PAL 2010.

Indorad Foundation sebagai perpanjangan tangan Dirjen Hubla dan Dirjen Postel, kata Azharsyah, ingin agar mualim dan nonmualim memiliki semua persyaratan pelayaran sesuai kebijakan pemerintah pemerintah.

Ditambahkan Azharsyah, Diklat GOC GMDSS angkatan XIII akan dimulai Senin (18/6/2012). Pada kesempatan tersebut, Azharsyah merasa optimis semua mualim dan non mualim di Kepri akan mengikuti Diklat demi mendapatkan GOC GMDSS cepat atau lambat. ***

Advertisements

June 18, 2012 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: