Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Lanal Batam Tangkap 2 Perompak

Djoko: Satu lagi Masih DPO

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

JAJARAN buru sergap (Buser) Lanal Batam berkoordinasi dengan Danposal Pulau Sambu menangkap dua dari tiga perompak tugboat Bayita Andini, di Sekupang, 08.00 WIB Rabu (20/10/2004).

Makolanal Batam_Dalil, Sa 23 September 2014, image 3

Mako Lanal Batam di Tanjungsengkuang, Batam, Selasa (23/9/2014). F Ali

Sebelumnya, dua perompak Syahrir (32) dan Haryadi (18) dan satu lagi (RN) masih menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) mencoba dan berhasil menguasai tugboat dan mengambil barang 10 ABK, di Sekupang pukul 02.00 WIB.

Lanal Batam, Su 20 Juli 2013. F Suprizal Tanjung (1) image

Pintu gerbang Mako Lanal Batam di Tanjungsengkuang, Batam, Sabtu (20/7/2013). F Suprizal Tanjung

Tidak terima dirompak, para ABK yang berasal dari Jakarta itu lantas mengadakan perlawanan, saling serang dan pukul terjadi di atas kapal.

Danlanal Batam. Kol Djoko Harijanto. F Suprizal Tanjung

Kol Djoko Harijanto. F Suprizal Tanjung

Pada saat bersamaan, seorang dari ABK secepatnya mengirim sinyal radio tanda terjadi kejahatan laut kepada buser dan Lanal Batam terdekat. Mengetahui hal ini ditambah dengan adanya perlawanan dari para ABK, membuat bajak laut tadi melompat ke darat dan selanjutnya melarikan diri.

”Buser Lanal Batam dan Danposal Pulau Sambu yang mengetahui teritorial laut Sekupang terjadi perompakan lantas melakukan pengejaran. Penyebaran personil, saling koordinasi dan pengejaran terus dilakukan. Usaha para buser kita tidak sia-sia, dengan perlawanan yang tiada berarti, dua dari tiga perompak yang dapat ditangkap dan langsung diinterogasi di kantor Lanal Batam,” sebut Danlanal Batam, Kolonel Kolonel Laut (T) Djoko Harijanto, di pos Lanal Batam, Rabu (20/10).
Para ABK yang telah berhasil selamat dari aksi perompak yang juga warga Belakangpadang tadi, tambah Djoko, sangat tidak menyangka bila tugboat mereka akan menjadi objek perompakan di bulan Ramadan ini. Mengenai hal ini, Djoko mengaku prediksi apapun bisa menjadi mentah bila mental sudah tidak benar.

”Saya melihat mereka merompak bukan karena kepepet lantaran faktor ekonomi atau berada dalam bulan tertentu. Ini saya lihat sudah menjadi profesi mereka,” tegas Djoko.
Menjawab seputar tanggungjawab Lanal Batam terhadap pengamanan teritorial laut Batam dan sekitarnya, Djoko mengaku usaha dan tanggungjawab TNI AL sudah maksimal. Lanal telah menempatkan beberapa personil Komando Pasukan Katak (Kopaska) secara kontinyu di Pulau Nipah, penempatan TNI AL di pulau-pulau, serta penyebaran buser TNI AL, intel di darat dan di laut.

”Penurunan personil TNI AL Batam ini juga sebagai bagian bentuk nyata dan kelanjutan dari kesepakatan patroli koordinasi (Patkor) trilateral atau Malacca-Singapura Straits Coordinated Patrol (MSSCP), di perairan selat Malaka, Selasa (20/7) lalu.
Dalam kesempatan itu, papar Djoko, Indonesia, Singapura dan Malaysia sepakat untuk mengamankan perairan di sekitar tiga negara ini secara bersama-sama. Batam yang secara geografis sangat dekat dengan Malaysia dan Singapura akan menjadi barometer dunia dalam melihat keberhasilan TNI AL dalam mengamankan teritorial laut sendiri (Batam) dan juga perairan internasional.

”Dua tiga orang perompak ini kalau tidak cepat diantisipasi dan ditangkap, mereka akan menjadi besar kepala. Dan akan terkesan TNI AL tidak mampu menjadi pengaman di teritorial laut. Tanpa bermaksud mendahului, kita optimis (RN) yang saat ini masih DPO akan kita tangkap. Sedangkan Syahrir dan Haryadi akan secepatnya diserahkan kepada pihak Poltabes Barelang,” ungkap Djoko.
Djoko juga mengingatkan, kepada para investor, pengusaha kapal, maupun masyarakat lokal ataupun internasional yang biasa menggunakan jasa transportasi kapal agar tidak khawatir dengan keamanan laut. Lanal Batam bersama dengan aparat keamanan lainnya tetap berupaya menciptakan suasana kondusif baik di darat, di laut.

”Kita ingin menciptakan imej, bahwa  keamanan investor baik di darat maupun di laut akan tetap terjaga dan dijaga. Apapun bentuk kejahatan laut, tanpa pandang bulu akan kita basmi. Itupun telah kita sebutkan kepada para AKB Bayita Andini yang telah berangkat ke Belitung tadi,” tegas Djoko.
Dua perompak, Syahrir dan Haryadi saat diwawancarai Batam Pos, tidak mau bercerita banyak. Jawaban yang keluar dari dua lelaki muda itu hanyalah mereka warga Belakangpadang dan kawannya telah melarikan diri. ***

Advertisements

August 22, 2012 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: