Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Mayjen (Purn) Muchdi PR Kritik IPSI Kepri

Peserta Sedikit dan Kurang Siap

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

ENTAH karena berlatar belakang militer yang suka terang-terangan, atau memang sedang jengkel dan berang, Ketua Harian PB IPSI, Mayjend (Purn) Muchdi Purwoprandjono atau Muchdi PR banyak mengkritik proses pelantikan Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Provinsi Kepri, di Hotel Nagoya Plasa, Batam, Sabtu (12/12/2009).

Mayjen (Purn) Muchdi PR di Hotel Nagoya Plasa, Batam, Sabtu (12/12/2009). F Suprizal Tanjung

Hal pertama sekali dikritik Muchdi adalah ruangan pelantikan pengurus Pengda IPSI Kepri. ”Saya tidak tahu. Apakah ruangan ini terlalu besar, atau peserta pelantikan ini yang datang sedikit. Kalau yang datang sedikit, pakai ruangan yang kecil saja. Jangan pakai ruangan besar. Masa ruangan sekecil ini tidak mampu diisi oleh peserta pelatinkan,” papar Muchdi yang juga Lulusan Akademi Militer tahun 1970 sambil mengarahkan pandangan ke kursi yang banyak kosong.

Hotel Nagoya Plasa, Jt 14 Juni 2013, F Suprizal Tanjung image

Nagoya Plasa Hotel, Batam, Jumat (14/6/2013). F Suprizal Tanjung

Muchdi memang layak jengkel dan marah. Sebab, para pesilat tadi langsung ke luar ruangan begitu usai dilantik. Mereka ada yang makan kue dan minum kopi/ teh di belakang. Kekompakan dan kebersamaan kurang nampak dari sikap mereka.

Poin kedua yang disorot Muchdi adalah tidak adanya pesilat yang mampu membaca Alquran. ”Harusnya orang IPSI yang yang membaca Alquran. Atau yang membaca Alquran tadi adalah atlet, namun tidak memakai pakaian silat. Kalau pembaca saritilawah (terjemah Alquran, red) memang seorang atlet, karena dia memakai pakaian silat,” tegas lelaki kelahiran  Yogyakarta, 15 April 1949 tersebut.

Masalah panggung, juga menjadi bahan kritikan Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) periode Maret 1998 – Mei 1998 ini. Muchdi menilai panggung terlalu tinggi untuk acara pelantikan Pengda IPSI.

”Karena berbagai kekurangan ini tadi. Membuat acara kurang khidmat,” sebut Muchdi jujur.

Sebelumnya, papar Muchdi, dari Bandara Hang Nadim menuju Nagoya, dia sempat membaca berita tentang tidak akan datangnya beberapa Pengcab IPSI di Kepri.

”Keputusan pelatikan ini hasil rekomendasi KONI Kepri. Kalau pun ada pro dan kontra, maka ini adalah tanggungjawab Pengda IPSI Kepri untuk mensolidkan Pengcab yang ada,” ingat Muchdi.

Pelantikan itu sendiri dibacakan oleh Sekum PB IPSI, Herizal Chaniago. Kepengurusan Pengda IPSI Kepri sesuai SK Ketua PB IPSI No: Skep-23/04/2009 tertanggal 24 April 2009 yang ditandatangani Letjen (Purn) Prabowo Subianto.

Sementara itu, Ketua Pengda IPSI Kepri periode 2008-2012 Chablullah Wibisono menyebutkan, pasca pelantikan ini, mereka akan melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan Pengda IPSI, dan seluruh Pengcab IPSI se-Kepri.

Ditanya tentang hasil Musyawarah Provinsi (Musprov) yang masih dipertanyakan beberapa Pengcab IPSI Kepri, Chablullah menyebutkan, bahwa masalah itu sudah ditangani PB IPSI.

”Mari kita bangun dunia silat di Kepri. Itu yang terpenting. Lebih dan kurang itu pasti ada. Mari kita bersatu membesarkan silat di Kepri,” ujarnya.

Hadir juga dalam acara ini, Yusron Roni mewakili Wali Kota Batam. Saat pulang pelantikan, sang pembaca Alquran tadi mengakui kepada wartawan, Suprizal Tanjung, bahwa dia adalah seorang pesilat. ”Betul Pak (wartawan, red), saya atlet silat,” ujarnya sambil mendorong sepeda motornya. ***

Advertisements

August 28, 2012 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: