Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Yen Rustam Panggil Saya ke Ranah Minang

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

Rusuah hati den kiniko
Mandapek pasan urang dari Jao
Kironyo surek den tarimo
Dari Uda jauah nan den cinto …….

Syair-syair lagu Surek Putuih dari Jao (Surat Putus dari Jawa, red) yang dinyanyikan Yen Rustam, membuat dada saya berdebar.

Rumah Adat -rabu-8-juni-2011-f-suprizal-tanjung-74-image

Miniatur rumah adat Minangkabau di Golden Prawn, Bengkong Laut, Batam, Rabu (8/6/2011). F Suprizal Tanjung

Sudah berkali-kali lagu ini  didengar pada September 2012 ini, tapi, syair lagu itu tetap membawa dampak yang sama kepada diri ini, yaitu rindu.

Cengengkah saya? Tidak. Saya juga bukan dalam kondisi berduka. Saya lelaki rasional dalam memandang hidup ini. Tapi kali ini, rasionalitas saya kalah oleh (suara merdu) Yen Rustam. Perasaan ini hadir karena rasa bangga sebagai anak Minang, dan kini rindu kepada kampung halaman. Ketika tulisan ini dibuat, pada Jumat 28 September 2012, sudah 15 tahun saya tidak menginjak Ranah Minang.

Lewat suara Yen Rustam, saya ingat Pasa Baru Bayang, Pessel, Sumatera Barat. Ingat Abak (bapak) jo One (ibu), dan tujuh saudara-saudari saya lainnya.

Saya salut dan banga dengan suara Ajo Tiar Ramon. Namun, Ajo Tiar tidak bisa membuat saya iba. Yen Rustam adalah orang kedua setelah penyanyi Minang, Boy Shandy membuat saya ”terluka” dengan lagu Manangih di Udaro-nya.

Bagi urang awak di tanah asa, mungkin lagu ini biasa-biasa saja. Tapi, lagu-lagu penuh penghayatan dan penuh perasaan itu, mempunyai makna yang sangat dalam bagi urang Awak yang lahir atau besar di rantau. Kampung halaman dan sanak saudara menjadi terbayang-bayang.

Memang pandai menghayati lagu-lagu Minang yang dibawakannya. Kita tentu bangga dengan Ajo Tiar Ramon, Yen Rustam, Boy Shandy dan lainnya. Mereka adalah aset dan kebangggan kita. Semoga akan lahir Tiar Ramon, Yen Rustam, Boy Shandy baru di Ranah Minang.

Untuk Pemprov Sumbar, pecinta seni musik budaya Minang, dan cerdik pandai, saya  mengusulkan agar penyanyi-penyanyi Minang yang di Sumbar dan luar Sumbar saat  ini didata dan dibuat biografinya, dan hasil karyanya. Ini dilakukan selagi mereka masih hidup. Jadi kita nanti punya data berapa banyak penyanyi dan seniman di Sumbar.

Di luar Sumbar, siapa yang tidak tahu Boy Shandy, Zalmon, Zalmonn, Yan Guci (Merak Bakauheni), dan lainnya. Tapi, rasanya tidak ada data tentang mereka. Untuk Elly Kasim dan Tiar Ramon sudah ada datanya di internet.

Mereka harus dihargai. Sebagaimana Pemprov Sumbar dan masyarakat Sumbar telah memberikan penghargaan dan tempat terhormat untuk sastrawan dan penulis asal Minang, seperti Ali Akbar Navis, Chairil Anwar dan lainnya.

Penyanyi tadi telah ikut membangun Minang/ Sumbar dengan mengajak para perantau Minang untuk pulang kampung dan berinvestasi di Ranah Bundo. Kalaupun tidak ber-investasi secara langsung, setidaknya, para perantau tadi masih ingat akan jati dirinya sebagai orang Minang. Semua karena syair dan lantunan lagu-lagu penyanyi kita tadi.

Baik sebatas itu saja usul saya. Inilah syair lengkap lagu yang saya sebut di atas.

Surek Putuih Dari Jao
Ciptaan: Masroel Mamudja

Rusuah hati den kiniko
Mandapek pasan urang dari Jao
Kironyo surek den tarimo
Dari Uda jauah nan den cinto

Den bukak surek den baco
Surek putuih malah kironyo

Reff:

Balinang si aia mato
Kironyo Uda alah baduo

Kini tinggalah denai surang
Hati nan luko indak kunjuang hilang

http://laguminanglamo.wordpress.com/2010/06/28/surek-putuih-dari-jao/

September 28, 2012 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: