Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

FPP Kepri Ajak Masyarakat Tolak Kekerasan

Soekarno dan Muh Hatta Sadari Pentingnya NKRI

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

FORUM Pemberdayaan Pesantren (FPP) Kepulauan Riau mengajak masyarakat menolak kehadiran lembaga atau ajaran yang bernuansa kekerasan di Kota Batam.

Mengaji TPA Nurul Huda, Sa 19 Juni 2012, F Suprizal Tanjung image (4)

Sejak kecil, anak-anak Muslim diajarkan berdoa, salat, mengaji, dan berbagai akhlak Islami lainnya. Nampak, anak-anak belajar membaca dan menulis Alquran di Taman Pendidikan Alquran (TPA) Nurul Huda, di Kaveling Seitering  Blok E2 nomor 34, Kelurahan Tanjungsengkuang, Kecamatan Batuampar, Selasa (19/6/2012). F Suprizal Tanjung

Acara ini dihadiri para pelajar, mahasiswa, masyarakat se kota Batam dalam acara Halal Bi Halal dan Dialog Keagamaan yang diselenggarakan di lantai empat aula kantor Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Batam Center, Sabtu (30/8/2014).

‘’Kegiatan ini dimulai dengan penandatanganan pernyataan sikap bersama yaitu Wakil Wali Kota Batam, H Rudi SE MM diwakili Kepala Kesbangpol Kota Batam, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepri, Kapolresta Barelang diwakili Kasat Binmas Polresta Barelang,’’ sebut Ketua Panitia Pelaksana Dialog Keagamaan, Adri Wislawawan, Senin (1/9/2014).

Ikut menandatangani papar Adri, pengurus Forum Pemberdayaan Pesantren (FPP) Provinsi Kepri, pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Batam, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STT Ibnu Sina Batam, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat.

Isi pernyataan sikap tersebut papar Adri, yaitu komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menjaga kondusifitas Batam, merawat kemajemukan Batam, serta kerukunan umat beragama, serta menolak pandangan kekerasan.

Adri mangatakan founding fathers bangsa Indonesia, Ir Soekarno dan Drs Muhammad Hatta menyadari keragaman agama, suku, ras, dan budaya, sebelum, saat, dan sesudah NKRI ini diproklamasikan.

‘’Oleh karena itu bentuk negara yang dipilih adalah NKRI yang mampu membingkai kemajemukan, diperkuat dengan Pancasila sebagai Dasar Negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara,’’ sebut Adri.

Dilanjutkan Adri, saat ini ada terjadi konflik horizontal di tengah masyarakat, baik itu berbentuk konflik fisik, maupun idiologi. Ini tentu mengganggu dan mengancam keberadaan NKRI.

‘’Umat muslim sebagai mayoritas dalam NKRI ini, wajib mengambil peran menjaga kebutuhan NKRI dengan  metode dakwah yang telah terbukti mencatat tinta emas dalam sejarah perubahan sosial di Indonesia,’’ sebutnya.

Adri menambahkan, namun sebagaimana hakikat zaman yang terus berubah, maka konsep dakwah yang dilakukan segenap umat Islam harus mempunyai daya adaptif kuat untuk membingkai kemajemukan bangsa indonesia. Sehingga maksud dan tujuan kegiatan ini agar tercipta harmonisasi dakwah oleh seluruh umat Islam di Batam khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

‘’Kami juga berharap dengan kegiatan ini, tercipta wawasan keislaman dan keindonesiaan yang selaras kepada mindset generasi muda di Batam,’’ ujarnya. ***

September 1, 2014 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: