Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Politeknik Serahkan 260 Kantong Daging Kurban

Eko: Dilaksanakan Setiap Tahun oleh IMMPB

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam     

RATUSAN civitas akademika Politeknik Negeri Batam melaksanakan salat Idul Adha di Kampus Politeknik Negeri Batam, Batam Centre, pada Minggu 11 Zulhijah 1435 Hijriah, atau Minggu (5/10/2014) pukul 07.00 WIB.

Politeknik Batam, Sa 11 Juni 2013, F Suprizal Tanjung image

Kampus Politeknik Negeri Batam, Selasa (11/6/2013). F Suprizal Tanjung

Bertindak sebagai imam dan khatib ustaz Muhammad Zaenuddin MSc atau akrab dipanggil Zein. Zen sebelumnya menjabat Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan Politeknik Negeri Batam. Namun kini sedang nonjob, karena mengikuti pendidikan doktor (S3) di Unviersitas Indonesia (UI).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Direktur Kemahasiswaan Politeknik Batam, Ari Wibowo, Pengurus Masjid Poltek, Muhammaf Hafiz Yazid, Pembina IMMPB, Ahmad Hamim Tohari, Ketua Ikatan Mahasiswa Muslim Politeknik Batam (IMMPB), Ismail, Ketua Acara, dan Yoga Adhiyatma, serta sekuriti, mahasiswa, staf, dan dosen Poltek lainnya.

‘’Seperti tahun-tahun sebelumnya setiap hari raya Idul Adha, Politeknik menyembelih hewan kurban. Kegiatan ini menjadi keharusan bagi kita. Insya Allah akan selalu ada hewan yang dipotong setiap tahunnya. Dan pada Idul Adha 1435 kali ini, Politeknik menyembelih dua ekor sapi, dan tujuh ekor kambing,’’ sebut Direktur Politeknik Batam, DR Priyono Eko Sanyoto.

Ari Wibowo menambahkan,  sapi dan kambing tersebut  merupakan sumbangan dari para dosen, staf, dan mahasiswa Politeknik Batam.

Penyembelihan hewan kurban ini lanjut Ismail, dilaksanakan IMMPB. Peran IKKMPB dalam kegiatan Islam di Politeknik sangat besar. Beberapa event Islam, semuanya digerakkan  IMMPB. Kegiatan yang dilaksanakan IMMPB selalu berhasil dan meriah. Termasuk dalam proses penyembelihan, membersihkan, momotong, membungkus, dan membagi daging kepada masyarakat, mahasiswa, mantan staf Politeknik, dan lainnya.

Ismail melanjutkan, untuk penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban ini, IMMPB menurunkan ratusan mahasiswa. Semua mahasiswa, baik lelaki maupun perempuan terlihat aktif dalam kegiatan ini. Dari pagi mereka bekerja, hingga daging sampai di tangan masyarakat usai salat Asyar.

Diakui Yoga, dalam pemotongan dan pendistribusian hewan kurban, IMMPB tidak mengalami kesulitan. Pertama, karena penyembelihan dilakukan oleh orang ahli. Selain itu, pemotongan dan pembagian daging dilakukan secara bersama-sama dan penuh semangat oleh IMMPB. Walaupun seharian berada di kampus, tepatnya di bawah pohon, samping paling kiri Politeknik, mereka tetap semangat, gembira, dan penuh kebersamaan.

‘’Ini semua kita lakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjalankan dan memeriahkan syariat Islam,’’ tegas Yoga.

Sebelumnya, dalam ceramahnya, ustaz Muhammad Zaenuddin menyebutkan, di negara Arab, Idul Adha merupakan hari raya terbesar bagi umat Islam. Kemeriahan dan rasa Idul Adha mengalahkan hari raya Idul Fitri. Peryaan Idul Adha adalah untuk menghormati, mengambil hikmah positif dari perjalanan bapak para nabi di dunia yaitu Nabi Ibrahim AS. Ismail lahir ketika Ibrahim sudah sangat tua dan sangat ingin mendapatkan anak. Ibrahim dan istrinya, Siti Hajar, sangat cinta kepada Ismail.

Namun kecintaan Ibrahim kepada Allah lebih besar. Perintah Allah selalu datang untuk menyembelih Ismail yang saat itu masih kecil. Walau berat, Ibrahim pun patuh kepada Allah. Ismail kecil pun disembelih. Namun, dengan kekuasan Allah, Ismail diganti menjadi hewan kurban. Hewan kurban itulah yang kemudian dibagikan kepada orang-orang duafa (kurang mampu, red) dan orang yang  berhak menerimanya.

‘’Siapa orang tua sekarang yang mau anak kesayangannya disembelih? Untunglah perintah menyembelih anak itu hanya untuk Nabi Ibrahim dan bukan untuk kita para umat-Nya. Kita hanya diminta melanjutkan sejarah Nabi Ibrahim, dengan menyembelih dan membagikan hewan kurban kepada sesama. Berkurban itu pun hanya untuk kita yang mampu secara ekonomi,’’ sebut Zen.

Hewan kurban papar Zen, tidak akan sampai kepada Allah. Allah pun tidak membutuhkan hewan kurban. Bagi Allah, niat baik manusia untuk membantu dan memberi daging kurban itulah yang diterima Allah.

Sejarah tadi menjadi bukti, bahwa kesuksesan pendidikan atau usaha seseorang, iman seorang ustaz imam kiai dan lainnya,  belum dikatakan sempurna bila belum diuji. Seseorang tidak akan lulus pendidikan, bila belum mengikuti ujian. Dan salah satu ujian umat Islam adalah berkurban dengan ikhlas, tanpa mengharapkan pujian dari mahkluk Allah. ***

Advertisements

October 5, 2014 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: