Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Pengalihan Subsidi BBM Harus Sejahterakan Masyarakat

LSKP2K dan BEM Politeknik Batam Gelar Seminar Sehari

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Batam bersama Lembaga Studi Kawasan Perbatasan dan Pembangunan Kepri (LSKP2K) mengelar Seminar Pengalihan Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Demi Kesejahteraan Masyarakat, di kampus Politeknik Negeri Batam, Batamkota, Jumat (21/11/2014).

‘’Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber seperti Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum Pemprov Kepri, H Syamsul Bahrum Ph D, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam, Muhammad Zuhri, Moderator Acara, Suprapto ST, dan tokoh pemuda Batam, Riki Syolihin,’’ sebut Ketua Pelaksana Dialog, Yudi Cakra.

Acara ini papar Yudi, dihadiri 200 orang terdiri pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Batam lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk membuka dialog terkait kebijakan pemerintah pengurangi subsidi BBM yang diumumkan oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta, Senin malam, (17/11/2014).

Yudi dalam sambutannya mengatakan, tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada pelajar, mahasiswa, serta peserta seminar tentang pengalihan subsidi BBM

‘’Pengalihan subsidi BBM diharapkan mampu memberikan manfaat kepada kesejahteraan masyarakat, terutama yang ada di Kepulauan Riau (Kepri),’’ katanya.

Pengalihan harga BBM sebut Yudi, harus dapat diketahui masyarakat, terutama apa tujuan dari kenaikan harga BBM tersebut.

Presiden BEM Politeknik Negeri Batam, Muhammad Abdul Mustofa menambahkan, kebijakan pemerintah mengenai kenaikkan harga BBM telah menuai pro dan kontra. Oleh sebab, seminar ini juga mendiskusikan sejauh mana efektifitas pengurangan BBM dan apa manfaatnya bagi masyarakat.

Mustofa berharap seminar ini dapat memberikan masukan dan pertimbangan kepada masyarakat terkait kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.

Syamsul Bahrum menambahkan, keputusan pemerintah untuk mencabut subsidi BBM perlu didahului berbagai macam kajian, terutama apakah dengan menaikkan harga BBM akan mampu meningkatkan pertumbuhan  ekonomi dan pemerataan kesejahteraan sosial.

Surya menyebutkan, pengelolaan subsidi yang kurang tepat akan berakibat pada pendistribusian subsidi yang tidak tepat sasaran. Subsidi BBM seharusnya diperuntukkan kepada golongan yang benar-benar membutuhkan. Pengalokasian subsidi BBM bukan diperuntukkan kepada golongan menangah ke atas yang memiliki kendaraan mewah.

Zuhri melanjutkan, tugas media berfungsi mendengar dan mencatat keluhan masyarakat terkait pencabutan subsidi. Terutama dampak-dampak yang ditimbukan dalam pengalihan subsidi tadi. Hal ini erat kaitannya dengan kode etik jurnalistik, terutama hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan publik yang diambil pemerinntah.

Batam papar Zuhri, masih membutuhkan subsidi, untuk menggerakkan transportasi massal, dan ruang terbukan hijau (RTH). ‘’Pemerintah perlu mempertimbangkan alokasi ketersediaan transportasi serta ruang terbuja hijau bagi kebutuhan masyarakat,‘’  papar Zuhri. ***

November 24, 2014 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: