Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

1.313 Pecandu Narkotika Kepri Akan Direhabilitasi

Indonesia Berada dalam Situasi Darurat Narkoba

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

SAAT ini ada 1.313 pecandu narkotika di Kepri akan direhabilitasi berkaitan dengan darurat narkoba di Indonesia. Untuk itu, bagi pengguna atau pecandu narkotika silahkan melaporkan dirinya ke BNN kota/kabupaten, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri, atau Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).

BNN Kepri. Ru 30 Oktober 2013. F Suprizal Tanjung (2) image

Kantor BNNP Kepri di Nongsa, Batam, Rabu (30/10/2013). F Suprizal Tanjung

‘’Pemerintah menangung biaya rehabilitasi tersebut. Rehabilitasi adalah tempat yang tepat bagi pengguna, bukan malah dipenjara,” sebut Kepala BNNP Kepri, Drs Benny Setiawan MH.

Benny setiawan Kepala BNNP Kepri -F Cecep Image

Benny Setiawan. F Cecep

Hal ini disampaikan Benny saat acara advokasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan Rapat Koordinasi Penanganan Indonesia Darurat Narkoba Serta Penyelamatan Pecandu Narkotika di Provinsi Kepri di ruang rapat utama lantai 4 kantor Gubernur Provinsi Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (2/3/2015).

Kegiatan yang dilaksanakan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri tersebut digelar sebagai salah satu upaya menyamakan persepsi seluruh unsur jajaran pemerintahan, mulai tingkat kabupaten-kota, hingga provinsi untuk bersama menangani masalah narkoba.

Ditambahkan Benny, angka pengguna narkoba di Indonesia mencapai 4,2 juta jiwa. Setiap harinya, 40-50 orang meninggal karena narkoba. Indonesia merupakan negara ketiga di dunia setelah Kolombia dan Meksiko dalam skala perdagangan narkoba.

Di Provinsi Kepri, dari hasil Pusat Penelitian Kesehatan (Puslitkes) Universitas Indonesia (UI) dan BNN RI, prevalensi pengguna narkoba tahun 2014 sudah mencapai angka 2,94 persen atau setara dengan 41.767 orang. Angka tersebut mengkhawatirkan, apalagi sebagian besar pengguna narkoba merupakan generasi muda yang merupakan aset pembangunan bangsa. Indonesia sudah darurat narkoba, pengguna narkoba di Indonesia sudah merajalela, tidak ada daerah yang bersih dari penyalahgunaan narkoba sehingga perlu langkah konkret untuk mencegah peredarannya.

Benny mengharapkan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam membantu menanggulangi bahaya penggunaan narkoba, karena masalah narkoba tidak akan bisa selesai apabila hanya dilakukan pemerintah, BNN, ataupun penegak hukum saja.

‘’Penggunaan dan peredaran gelap narkoba ada di tengah-tengah masyarakat dan yang menjadi sasarannya juga masyarakat. Oleh karena itu, masyarakatlah yang seharusnya lebih tahu dan lebih mampu menangani dan mengatasi masalah tersebut,” ungkapnya.

Sekda Provinsi Kepri, Drs Robert Iwan Loriaux MSi yang membuka acara tersebut mengatakan, kegiatan ini merupakan momen sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Kondisi Indonesia saat ini berada dalam situasi darurat narkoba.

“Pak Gubernur, HM Sani, sangan konsen dengan permasalahan narkotika. Semua elemen harus bekerja sama, karena kondisinya betul-betul sangat darurat. Jangan sampai masyarakat Kepri yang memiliki budaya mulia, jadi rusak moralnya akibat penyalahgunaan narkotika,” imbuh Robert di hadapan puluhan pejabat dinas kesehatan dan dinas sosial dan kepala rumah sakit umum daerah se Kepri saat itu.

Mengingat jumlah pengguna narkotika di Kepri sangat banyak, Robert menekankan, untuk mengatasi darurat narkotika tersebut, para pengguna  narkotika harus direhabilitasi. Dinas Kesehatan (Dinkes) di kota/kabupaten dan Provinsi Kepri dapat mengambil peran. Sisihkan dana APBD untuk mengatasi permasalahan narkotika dengan menambah fasilitas-fasilitas yang diperlukan dalam merehabilitasi para pecandu. Selain itu, Dinkes harus dapat mendorong dibukanya IPWL di seluruh kabupaten/kota di Kepri. Sehingga para pecandu mudah melaksanakan wajib lapor untuk segera direhabilitasi.

Narasumber kedua, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana SKM MKes membawa materi Implementasi IPWL serta Kesiapan RSUD dan Rumah Sakit Swasta dalam Menangani Rehabilitasi Pecandu Narkotika di Provinsi Kepri.

Tjetjep mengaku siap mendukung dan berkolaborasi dengan BNNP Kepri untuk menyelamatkan pengguna narkoba melalui rehabilitasi.

‘’RSUD dan puskesmas di daerah-daerah akan kami dorong untuk segera mampu menjadi IPWL. Intinya, kami selalu siap mendukung, karena ini merupakan gerakan nasional yang merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya. ***

March 4, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: