Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Orang Minangkabau Bangun Rumah Adat di Rejang ~ Bengkulu

MUNGKIN, kesan pertama ketika Anda melihat foto di bawah, letaknya di daerah Minangkabau, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Anggapan itu keliru, karena bangunan tersebut berada di Desa Rindu Hati, Kecamatan Taba Penajung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Karang Tinggi, Provinsi Bengkulu.

Jejak Minangkabau di Tanah Rejang F Ist1

Rumah Gadang Minangkabau di Desa Rindu Hati, Kecamatan Taba Penajung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu.

‘’Bangunan tersebut adalah Rumah Utama Silsilah Minang,’’ kata Sutan Mukhlish yang menjabat sebagai Kepala Desa Rindu Hati, Kecamatan Taba Penajung, Bengkulu Tengah kepada http://www.kupasbengkulu.com,  Sabtu (12/7/2014).

Sutan Mukhlish mengatakan, zaman dulu ada Rumah Gadang yang berukuran sekitar 50×75 meter ditinggali oleh beberapa kepala keluarga (KK) asal Minangkabau.

‘’Seingat saya, bangunan itu diruntuhkan sedikit demi sedikit, sampai pada tahun 1969 sudah hancur total,’’ jelas Mukhlish.

Bangunan ini didirikan masyarakat setempat secara swadaya, dengan total biaya hingga Rp 250 juta. Rumah Gadang ini belum seleasi seratus persen. Namun, diproyeksikan akan bisa digunakan pada akhir tahun ini. Ke depannya, bangunan seluas 8×6 meter ini akan dijadikan tempat berkumpul, penyambutan tamu dari luar, hingga acara-acara desa.

‘’Intinya, kami membangun miniatur Rumah Gadang ini untuk mengingatkan bahwa pernah ada Rumah Gadang yang besar dulu berdiri di sini. Juga mengingatkan pada seluruh warga, bahwa kami berasal dari ranah Minangkabau, tepatnya Pagaruyung,’’ terang Mukhlish.

Saat  ini perantau Minangkabau di Rindu Hati sudah merupakan keturunan kesembilan pasca migrasi penduduk Sumatera Barat (Sumbar) sejak ratusan tahun hingg puluhan tahun lalu. Konon, mereka menyusuri sungai hingga berhenti dan menetap di desa tersebut karena tanahnya subur. Para pendatang Minangkabau pertama kemudian mengangkat seseorang bernama Tuanku Gagok bergelar Maharaja Penggoyang Alam dan kemudian mendirikan desa tersebut.

‘’Sedangkan Puteri Gading Cempaka yang dikatakan berlayar menyusuri sungai kemudian berhenti di Rindu Hati ini, akhirnya juga menetap di desa ini. Inilah yang membuat orang Minangkabau di sini membaur dengan orang Rejang,’’ pungkas Mukhlish. (vai)

http://kupasbengkulu.com/jejak-minang-di-tanah-rejang/

April 24, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: