Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Pembangunan Infrastruktur di Batam Terhambat

Sudah Dianggarkan di DPRD Batam, namun Tak Jadi Direalisasikan

PEMBANGUNAN infrastrukur Pemerintah Kota Batam banyak yang gagal. Sudah dianggarkan di DPRD Kota Batam namun tak jadi direalisasikan. ”Lahannya tak ada, gimana mau membangun,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Djoko Mulyono, Rabu (9/9/2015).

Djoko Mulyono -F Cecep 1) image

Djoko Mulyono.

Djoko mencontohkan terbengkalainya pembangunan gedung Islamik Centre. Aanggaran sebesar Rp 5 miliar untuk gedung yang berada di depan Asrama haji itu terpaksa dibatalkan. ”Gara-gara BP Batam, beleum menyerahkan status lahannya,” kata Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini.

Begitupun pembangunan pelabuhan pelelangan ikan di daerah Setokok juga tak bisa diwujudkan, karena permasalahan lahan. ”Sangat naif 95 persen lautan, namun tak memiliki tempat pelelangan ikan,” ungkap Djoko lagi.

Anggaran dari Kementerian Maritim sudah dianggarkan sebesar Rp 20 miliar, tinggal menunggu kepastian lahan.

”Pencanangan poros maritim takan bisa jalan bila seperti ini keadannya,” katanya lagi.

Anggota Komisi III, Yunus Muda menambahkan, hal tersebut dari sekian contoh yang terhambat karena permasalahan lahan. Belum lagi sekolah, posyandu, serta pembangunan lainnya yang tak bisa diwujudkan karena lahan.

Yunus menyarankan BP Batam dengan Pemko Sinergi, mempercepat pembangunan di Batam. Karena pembangunan selalu terbentur dengan masalah klasik. Sudah diminta lahan oleh Pemko, ketika sudah diangarkan tak mendapatkan kejelasan.

”Kita minta BP dengan pemko sinergi,” katanya lagi.

sebelumnya, Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Istono mengaku tak pernah menolak permintaan lahan Pemko Batam untuk pembangunan fasiitas umum. ”Kalau gak dikasih lahan, gak bisa bangun sekolahan, gak bisa bangun Kecamatan. Jadi tak pernah ada yang kita tolak sebenarnya,” ungkap Istono.

Istono mengharapkan, Pemerintah Kota mengkoordinasikan jauh-jauh hari program pembangunannya kepada BP Batam.

”Supaya kita bisa mempersiapakan,” ungkap Istono lagi.

Istono mengatakan, sesama lembaga Pemerintahan dirinya faham betul, bila perecanaan dan penganggaran pembangunan bisa di plaining (rencanakan).

”Misalnya, lima tahun kedepan apa sih yang mau dibangun. Kalau datang sekonyong-konyong (mendadak) kami (BP Batam) juga bingung (merealisasikannya),” ungkap Istono.

Pemerintah meminta lokasi yang dikehendaki, sedangkan tempatnya sudah dialokasikan kepada pihak lain (investor).”Hal ini yang sering terjadi. Kami juga tak bisa mencabutnya,” tuturnya lagi.

Karenanya Istono mengaharapkan Pemko berkoordinasi dengan BP Batam. ”Kalian bisa cek di Pinang, Bintan atau Karimun. Pemda di sana programnya pengadaan laha dulu. Kalau di sana beli kepada masyarakat, kalau di Batam tak perlu beli, hanya koordinasi saja,” katanya. (hgt)

September 9, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: