Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Pengusaha Bisa Tiba-Tiba Stres

Kondisi dan Situasi Perekonomian Tahun Depan Tidak Bsa Diprediksi

KALANGAN pelaku usaha was-was dengan penetapan formula kenaikan upah buruh yang termasuk dalam paket kebijakan ekonomi jilid IV. Pasalnya, kondisi dan situasi perekonomian tahun depan tidak bisa diprediksi. Jika memburuk, pengusaha yang kena getahnya.

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Eddy Wijanarko, mengaku pasrah dengan kondisi perekonomian tahun depan. Jika kondisinya masih seperti tahun ini, tetap buruk, dan ternyata upah minimum kota (UMK) harus naik, paka pengusaha pasti akan merugi. Bahkan untuk kenaikan 10 persen sekalipun.

”Pengusaha bisa tiba-tiba stres. Terpaksa pabrik kami tutup saja daripada rugi,” ujar Eddy saat dihubungi, Kamis (15/10).

Seperti diketahui, pemerintah menetapkan formula baru kenaikan upah buruh dengan menjumlah tingkat inflasi dengan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya. Jika ternyata kondisi ekonomi tahun depan memburuk maka tidak ada alasan bagi pengusaha untuk menolak kenaikan upah buruh itu.

“Formulanya sudah diumumkan tidak mungkin kita tolak,” ungkapnya.

Apalagi para pengusaha mempertimbangkan jika serikat pekerja juga menolak hal itu maka akan terjadi tarik ulur lagi dengan pemerintah. Namun menurut dia, pengusaha lebih baik bersikap nasionalis dengan menerima kebijakan pemerintah itu. Ketimbang menolak formulasi pengupahan yang bisa membuat situasi makin runyam di tengah keterpurukan ekonomi saat ini.

“Biarlah tahun depan kita lihat saja bagaimana situasinya,” kata Eddy. Meski begitu dia menilai formula baru kenaikan upah itu lebih aman bagi pengusaha ketimbang mengikuti proses penentuan tripartit seperti sebelumnya.

“Dulu zamannya Bu Atut (mantan Gubernur Banten) pernah ngawur, malam secara tripartit kita sudah sepakati kenaikan 11 persen, besoknya Bu Atut didemo serikat pekerja langsung dinaikkan jadi 30 persen,” kenangnya.

Dia berharap tahun depan kondisi ekonomi lebih baik sehingga pengusaha sanggup membayar kenaikan upah sesuai formula baru. Sebab tahun ini penjualan sepatu di dalam negeri anjlok hingga 17 persen. Menurut dia, kondisi tahun ini sangat berat. Bahkan meski pengusaha sudah melakukan pemotongan harga hingga 60 persen sekalipun, tetap tak laku.

“Tahun depan semoga lebih baik karena proyek pemerintah sudah jalan,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Ade Sudrajat, mengakui formula baru tersebut akan membuat Kepala Daerah tidak bisa lagi seenaknya menetapkan kenaikan upah minimum provinsi maupun kota. Sebab mereka harus mengikuti aturan pemerintah sesuai formula penghitungan baru.

“Kalau tidak patuh harus kena sanksi,” tegasnya.

Selain itu, dia menilai formula penghitungan seperti itu seharusnya membuat tiap daerah berlomba-lomba memperbaiki kondisi ekonominya.

“Kalaupun upah buruh harus naik 10 persen itu oke saja, artinya pertumbuhan ekonomi daerah itu tinggi, daya beli tinggi, pabrik semua jalan. Semua untung,” ungkapnya.

Di sisi lain pengusaha akan memilih daerah-daerah yang kondusif untuk berinvestasi. Jika suatu daerah dianggap tidak memiliki basis ekonomi yang kuat maka secara alami industri akan mencari daerah lain yang lebih prospektif.

“Misalkan di Jawa Tengah ada lima daerah, Jawa Barat dua daerah, investor pilih daerah yang bussines friendly atau upah pekerjanya ideal,” terangnya.

Dia menyambut baik formula penghitungan yang membuat upah buruh naik setiap tahun. Sebab dengan begitu daya beli masyarakat akan terjaga. Dari sisi permintaan (demand) akan meningkat, sehingga otomatis akan menggerakkan sektor riil.

“Meskipun kita tidak pernah tahu ke depan apa yang akan menimpa ekonomi kita, karena banyak hal yang bisa mempengaruhi dari isu nasional hingga global,” jelasnya. (wir/jpgrup)

October 16, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: