Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Asman Abnur: Pengusaha Luar Negeri Minta Mahasiswa BTP

Buka BTP Cup 2015, Diikuti 300 Siswa dari 30 SMA SMA se Kepri

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

LULUSAN Batam Tourism Polytechnic (BTP) tidak akan menganggur. Karena saat ini saja, sudah ada permintan dari pengelola hotel di luar negeri terhadap 50 mahasiswa BTP.

BTP kampus, Minggu 8 Feb 2015 F Suprizal Tanjung (1) image3

Kampus Batam Tourism Polytechnic (BTP) berdiri megah di Kompleks Tiban Ayu, belakang SPBU Vitka, Tiban, Batam, Minggu (8/2/2015). F Suprizal Tanjung

‘’Ketika mengunguji bebeapa negara asing. Pengusaha dan pengelola hotel-restorannya, kerap  meminta mahasiswa BTP bekerja dengan mereka,’’  sebut Pendiri Batam Tourism Polytechnic (BTP) Batam, H Asman Abnur di Kampus BTP, Kompleks Tiban Ayu, belakang SPBU Vitka, Tiban, Batam, Sabtu (31/10/2015).

Asman Abnur dan Suprizal Tanjung, Jumat 28 Agustus 2015, F Suprizal Tanjung (7) oke image 2

Pembina Yayasan BTP, Asman Abnur (kiri) dan Suprizal Tanjung di kampus BTP, Jumat (27/8/2015). F Suprizal Tanjung 

Hadir saat itu, Pembantu Direktur Bidang Akademik BTP, Daniel Cassa, Pembantu Direktur Bidang Pengembangan Kemahasiswaan BTP, Riscka.

Sektor pariwisata papar Asman, sangat menjanjikan dan tidak bisa mati. Di luar negeri, gajinya dolar, Rp 30 juta sampai Rp 40 juta. Ini sesuai dengan hasil diskusinya dengan mantan Menteri Pariwisata Mari Pangestu di Jakarta, beberapa waktu lalu. Indonesia jangan lagi mengirim tenaga kerja Indonesia (TKI) sebagai pembantu di luar negeri.

Di negara luar, terutama Malaysia dan Singapura, TKI kerap dipanggil dengan Indon. Indon identik dengan pembantu. Sementara, Indonesia memiliki banyak Sumber Daya Manusia (SDM) yang pintar dan andal. Tapi karena yang di-ekspor ke luar negeri kebanyakan pembantu, maka lahirnya pandangan, bahwa Indonesia adalah pengirim dan identik dengan pembantu. Pandangan ini  harus diubah.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 sebentar lagi akan terwujud. Era kebebasan kerja akan terjadi. Jangan sampai nanti, kesempatan kerja di negeri ini diisi tenaga kerja asing (TKA). Orang Indonesia malah jadi p enonton di negeri sendiri.

‘’Saya sangat bangga, jika nanti masuk hotel-restoran di luar negeri, ada karyawan yang menegur dan menjelaskan kepada dia bahwa dia adalah lulusan BTP Batam. Jangan lupa saya kalau sudah berhasil  ya,’’ papar Asman saat membuka BTP Cup.

Mahasiswa BTP kata Asman, sangat beruntung. Mahasiswa semester III menjalani : on job training di Shangri La Hotel Malaysia. Mahasiswa semester II, akan on job training di Dubai Hilton Hotel pada Januari 2016. Saat on job training, mahasiswa dapat ilmu pengetahuan, sekaligus dapat gaji.

Keinginan Asman untuk membesarkan dan memberikan pendidikan terbaik di sektor pariwisata di Kepri tidak berhenti sampai di sini saja. Tiga tahun ke depan, atau sekitar tahun 2018-2019, BTP akan berubah menjadi Batam Tourism University (BTU). Minimal, akan ada 10 fakultas di BTU.

BTP terus meningkatkan sarana dan prasana, serta meningkatkan kualitas SDM para dosennya. Tujuannya, agar lulusan dapat bekerja terutama di luar negeri.

Asman mengisahkan, baru-baru ini dia berkunjung ke satu mal yang baru dibuka di Jakarta. Mal-nya supermewah, besar, bersih, dan sangat profesional. Pada sektor makanan, semua lantai satu, diisi dengan aneka makanan Jepang dan luar negeri.

Lalu, dimana makanan khas Indonesia. Ada, yaitu di lantai 2, namanya Soto Betawi. Ironi. Kita yang punya negara. Tapi makanan yang mendomominasi di lantai satu mal itu adalah makanan luar negeri. Sementara, masyarakat Indonesia harus naik dan berjalan jauh ke lantai dua untuk menikmati makanan khas Indonesia.

Ini artinya, SDM Indonesia masih tertinggal di sektor SDM bidang makanan. Kurang bisa berkompetisi di sektor makanan dan pariwisata.

Restoran di Indonesia lanjut Asman, masih menggunakan cara kuno. Perlu diubah lebih profesional. Indonesia, tidak boleh lagi mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA). Harus diandalkan SDM dalam bidang apapun.

Sementara itu, Direktur BTP, M Nur A Nasution S.Sos M.Pd CHA menyebutkan, BTP ini diikuti 300 siswa dari 30 SMA SMK sederajat se Kepri.

Mereka mengikuti lomba Gado-Gado Fusion Competition, English Speech Competition, Mandarin Speech Competition, Luxurious Making Bed Competition, Fine Dining Table Set up Competition, Flash Mob and Yel Competition. Penyisihan digelar Sabtu (31/10/2015), semi final (Sabtu (7/11/2015), dan grand final, Sabtu (14/11/2015).

Acara untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ini menyediakan total hadiah Rp 500 juta. Juara I mendapat uang Rp 11,5 juta, juara II Rp 7 juta, dan juara III Rp 5,5 juta. Hadiah dalam bentuk beasiswa dan biaya  pendidikan.

Peserta lomba mendapat voucher Rp 500 ribu, dan pendukung mendapat voucher Rp 250 ribu. Voucher ini bisa dimanfaatkan siswa untuk mendaftar di BTP nanti. Kegiatan ini mendapat perhatian sangat besar dari para siswa, dan juga guru pendamping.

Perlombaan dilakukan di kampus BPT yang memiliki atmosfir seperti hotel bertaraf bintang lima. BTP dilengkapi fasilitas penunjang praktikum seperti kamar hotel berkelas (suite room), dapur utama (main kitchen), dapur dingin, dapur panas, partycery, bakery, restoran, bar, lounge, serta fasilitas penunjang lainnya. BTP disiapkan menjadi lembaga pendidikan bertaraf internasional dan tekemuka di Asia Tenggara.

Adapun sekolah yang ikut kali ini di antaranya, SMKN 1 Batam, SMKN 2 Batam, SMKN 2 Batam, SMKN 4 Batam, SMA Muhammadiyah Batam, SMK Harmoni, MAN 1 Batam, SMAK Yos Sudarso, SMA Widya, SMK Permata Harapan, SMK Kolese, dan SMK Harmoni, dan lainnya. ***

November 2, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: