Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Setelah Suriah, Indonesia yang Akan Dihancurkan

Perkuat Pertahanan, Jangan Mau Diprovokasi

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

MUSUH tidak dicari, kalau datang, pantang dielakkan. Kita sudah biasa perang. Selama 3,5 abad melawan Belanda, 3,5 tahun melawan Jepang. Tujuan penjajah, rempah~rempah, tanah, emas, dan agama. Itu dulu.

Clashes in the West Bank

Foto ilustrasi. Perempuan Palestina menggunakan batu dan ketapel melawan tentara Israel.

Tapi kini, penjahahan era moderen, gaya baru mulai menggurita, dan sangat mengancam, negara manapun, terutama Islam.

data-korban-muslim

Pelakunya negara~negara besar. Cari gara~gara, cari kesalahan negara lain, dibuat sebuah kesalahan dan pelakunya disebut dari negara lain, terutama Islam.

Bentuk kesalahan yang diprovokasikan adalah pelanggaran Hak Azazi Manusia (HAM), program nuklir, terorisme, dan lainnya.

Targetnya adalah kekuasaan, tanah jajahan, Sumber Daya Alam (SDA), dan agama.

Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan negara Islam lainnya, bukan tidak mungkin menjadi target selanjutnya untuk dihancurkan dijajah, dan dikuasai. Itu semua sudah didahului negara Islam yang dikenal aman, kaya, dan maju lainnya.

Kita harus siap berjuang lagi, berdarah, hancur, dan mati~mati lagi seperti dulu. Tak diminta. Tapi kalau penjajah datang tak ditolak. Kok begitu? Ya bisa saja.

Apa buktinya?

1. Masih ingat dalam ingatan kita kehancuran negara besar Suni, Irak. Presidennya, Saddam Hussein dihukum gantung pada 30 Desember 2096. Alasan invasi adalah pelanggaran HAM, dan memiliki senjata nuklir berbahaya.

Akhirnya, semuanya ternyata salah duga. Tapi Irak sudah terlanjur hancur dan miskin. Perang saudara. Siapa yang bertangung jawab?

2. Libya hancur karena perang yang dibuat~buat. Presidennya, Muammar Gaddafi tewas ditembak 20 Oktober 2011.

3. Mesir pun sempat dilanda perang saudara, Juli 2013. Aktor intelektualnya juga sudah diketahui, polisi dunia, tapi sulit~sulit dibuktikan.

4. Afganistan juga hancur sejak tahun  25 Desember 1979~15 Februari 1989. Sampai sekarang warga mereka hidup dalam kecemasan. Perang saudara. Mereka diserang Uni Soviet (kini Rusia).

Lalu, dimulai pada Oktober 2001masuk Amerika Serikat dengan tujuan yang hampir sama. Katanya memerangi terorisme.

5. Bangladesh juga perang saudara, antara Pakistan Barat (kini Pakistan) dan, Pakistan Timur (kini Bangladesh) dan India, yang menyebabkan didirikannya negara Bangladesh. Perang ini berlangsung dari tanggal 26 Maret sampai 16 Desember 1971 dengan Pakistan Barat melancarkan operasi militer terhadap penduduk, pelajar dan personel bersenjata di Pakistan Timur untuk menghancurkan perlawanan mereka menuju kemerdekaan dari Pakistan.

Bantuan India terhadap Mukti Bahini menyebabkan konflik bersenjata antara India dan Pakistan (Perang India-Pakistan 1971). Tentara militer India dan Mukti Bahini berhasil mengalahkan pasukan Pakistan Barat di Pakistan Timur. Setelah perang ini, Pakistan Timur merdeka sebagai negara yang kini disebut Bangladesh. Fitnah di sana sini.

6. Pakistan hampir sama. Kamis sore (27 Desember 2007), mantan Perdana Menteri Pakistan, Benazir Bhutto ditembak dan kena bom bunuh diri. Kekacauan dan teror dunia masuk ke sana.

7. Afrika Tengah dilanda perang saudara, Muslim dibantai pada Minggu (16/2/2014). Sebelum dan sesudah tahun itu, pembantaian juga kerap terjadi. . Sponsornya juga negara luar. Ya itu-itu juga.

8. Kasus di Myanmar (Burma) tak kalah sadis. Etnis Rohingya (Islam)  dibantai sebelum dan sesudah tahun 2015. Rohingya lari sampai ke Aceh (Indonesia). Tak ada negara besar peduli dan prihatin. Kalau prihatin cuma di lidah, tak ada tindakan.

9. Palestina dibunuh, dijajah, dan dikeroyok Israel sejak tahun 1948 hingga sekarang.

10. Chechnya. Berapa muslim korban pembantaian di Chechnya? Siapa pelakunya?

11. Bosnia. Berapa muslim korban pembantaian di Bosnia? Siapa pelakunya

12. Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan negara Islam lainnya, mungkin menyusul.

Ya Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan negara Islam lainnya akan dihancurkan, diadu domba. Gejalan ini sudah mulai terlihat saat ini.

Jangan heran, jangan tertawa, dan jangan sinis melihat tulisan ini.

Negara-negara yang aman, damai, dan kaya ini tidak luput dari incaran negara luar. Targetnya sama, SDA, kekuasaan, dan agama.

Sudah banyak provokasi, keributan, perang saudara kecil di negeri ini. Lihat keributan di Manado, Poso, Ambon, Provinsi Papua, Kalimantan, Lampung, Jambi, Sumut, dan lainnya.

Persoalannya kadang sederhana, tapi dampaknya luar biasa, dibesar-besarkan. Semua karena digerakkan oleh orang yang terbiasa melakukan sabotase, perang, dan teror.

Kalau kita tidak waspada. Indonesia yang heterogen (banyak suku) ini bisa menjadi seperti Irak, Libya, Palestina, Suria, dan lainnya.

Jangan abai, jangan hanya pandai tertawa, tak peduli melihat Suriah, Palestina dan lainnya hancur.

Kalau tak siap fisik (TNI, Polri, kesejahteraan, keamanan, dan masyarakat), perang bisa terjadi, akan diada~adakan.

Caranya lewat perang saudara. Setelah itu baru masuk lawan sesungguhnya, yaitu invasi negara asing dengan dalih membantu masyarakat yang diabaikan HAM~nya.

~~~

Kalau boleh mengkritik. Sebenarnya, Anda sang polisi dunia. Jika Anda dulu masuk ke Indonesia, Malaysia dengan penuh kasih sayang, cinta kasih, bukan dengan menjajah, bisa saja Anda akan diterima dengan elok.

Terlebih bila Anda menikahi anak, cucu, dan keturunan kami. Memperlakukan kami dengan baik.

Anda masuk dengan tujuan baik, dan melalui pendekatan moral yang menyentuh. Dengan cara seperti itu, bisa saja kami akan sayang, tertarik, dan akan menerima apapun yang kalian tawarkan. Termasuk untuk masuk agama kalian.

Namun, Anda datang dengan emosi, merampas, menjajah, membunuh, mengadu domba, devide et impera, kerja rodi, dan hal negatif lainnya.

Dalam kondisi kecewa, tertekan, orang Arab, Gujarat, India yang beragama Islam, telah terlebih dahulu datang. Posisi ajaran Islam mereka makin kuat dan diterima.

Mereka hadir dengan penuh kasih sayang. Mereka menyatu dengan kami. Mereka menikahi anak, cucu, dan keturunan kami.

Arab, Gujarat, India, dan lainnya memperlakukan kami sebagai manusia. Bukan sebagai musuh. Bukan sebagai orang yang perlu dihancurkan.

Itulah beda Arab, Gujarat, India  dengan polisi dunia. Nah ketika kami (Islam) sudah besar di Indonesia, lalu Anda mau mengubah apa yang sudah kami miliki (agama Islam). Ya tentu saja kami menolak.

Anda sudah kalah niat, dan salah strategi masuk ke Indonesia. Kini kami telah menjadi mayoritas.

~~~

Sejak 1437 tahun lalu telah ada peringatan Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW.

Mereka tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
QS. al-Baqarah (2) : 120.

Tetaplah kita bersatu. Jangan mudah terprovokasi. Budaya saling menghormati jangan dibuang.

Hargai kepala negara, perhatikan kesejahteraan PNS, buruh, TNI, Polri. Perbaharui terus Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista)  negara ini.

Terakhir. Kami memiliki TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri. Masih belum cukup, kami juga memiliki satuan keamanan elit seperti Komando Pasukan Khusus (Kopassus), SAT-81 Gultor Kopassus, Komando Pasukan Katak (Kopaska), Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 (polisi), dan lainnya.

Mereka adalah kebanggaan kita. Mereka pahlawan kira, saat damai dan kacau. ***

Batam, Rabu 18 November 2015

November 18, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: