Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

ATB Pertimbangkan Hapus Rationing

VOLUME atau debit air di sejumlah dam di Batam meningkat drastis sejak hujan mengguyur beberapa hari terakhir. Diperkirakan air dam meningkat sekitar 80 centimeter.

PT Adhya Tirta Batam (ATB) selaku pengelola air bersih di Batam berharap volume air terus bertambah. Dengan demikian, rationing atau penggiliran yang dilakukan di sejumlah wilayah dipertimbangkan untuk dihapuskan.

”Kita bicara Dam Seiharapan, karena memang di sini yang sudah dilakukan rationing. Dam ini sudah meningkat kapasitas airnya sampai 80 centimeter,” kata Enriqo Moreno, Coorporate Communication Manager ATB, Rabu (18/11/2015).

Enriqo mengatakan, jika di awal rationing pada September lalu, Dam Seiharapan sudah menyusut sekitar 3,82 meter, maka di musim hujan seperti sekarang ini, penyusutannya sudah berkurang menjadi 3 meter.

”Kalau di dam lain pasti airnya bertambah juga. Ya, bisa jadi hampir sama, tetapi yang jelas yang di Seiharapan yang kita konsentrasi,” terangnya.

Menurut Enriqo jika volume air terus bertambah di Dam Seiharapan, maka akan ada langkah-langkah yang akan diambil ATB dalam hal distribusi air.

”Bisa saja kita pertimbangkan untuk mengurangi masa rationing atau kita hapuskan sama sekali. Tetapi kalau untuk mengembalikan ke normal tidak gampang, debit air harus banyak,” terangnya.

Sebelumnya, Wakil Presdir PT ATB Batam, Benny Andrinato, mengatakan pada September lalu ATB terpaksa melakukan pengurangan produksi air bersih di Dam Seiharapan. Di mana warga di Kecamatan Sekupang dan Tanjunguma, Lubukbaja tidak bisa menikmati air bersih seperti biasanya. Pengurangan produksi di dam ini mencapai 30 persen.

”Terpaksa dilakukan, karena semua ini dampak dari El Nino. Ini yang pertama dalam 20 tahun ini,” kata Benny.

Menurut Benny, rationing adalah suatu upaya untuk memperpanjang usia pemakaian air baku di dalam dam dengan mengurangi kapsitas produksi pada suatu WTP. Jika dalam keadaan normal produksi air bersih di Dam Seiharapan adalah 210 liter per detik. Maka setelah ratinong diturunkan menjadi 140 liter per detik atau diturunkan sekitar 70 liter per detik. (ian)

November 19, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: