Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Dua Siswi SGIA Raih Penghargaan Kurikulum Cambridge

Senang, Usaha dan Kerja Keras Terbayar

RATNA IRTATIK, Batamkota

Sekolah Global Indo-Asia di Batamcenter kembali menorehkan prestasi. Baru-baru ini, dua orang siswi Sekolah Global Indo-Asia (SGIA) Batam meraih penghargaan sebagai siswa peraih top nilai dalam kurikulum internasional Cambridge di tingkat nasional.

”Penghargaan ini menunjukkan SGIA Batam jadi salah satu sekolah favorit yang menggunakan kurikulum internasional sekaligus mencetak siswa berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” kata Roger Mar B Calamayan, Cambridge International Examination (CIE) Coordinator SGIA, Rabu (18/11/2015).

Penghargaan pertama diraih Esther Kezia Cecilia Itan, siswi SMA SGIA Kelas XII yang menyabet anugerah Outstanding Cambridge Learner Awards Indonesia untuk kategori Cambridge International Advanced Subsidiary (AS) Level dalam mata pelajaran Applied ICT.

Sedangkan penghargaan kedua diraih Athiya Deviyani, siswa SMA SGIA kelas XI yang mendapat sertifikat International General Certificate of Secondary Education lantaran meraih nilai A+ untuk delapan mata pelajaran yang diambilnya.

”Upaya mereka luar biasa, karena mereka harus bersaing dengan banyak siswa dari sekolah lain di seluruh Indonesia yang menerapkan kurikulum internasional Cambridge,” kata dia.

Sementara itu, Esther Kezia Cecilia Itan mengaku kaget menerima penghargaan tersebut. Meskipun, ia tak menampik telah belajar keras agar meraih prestasi bagus di tingkat kurikulum Cambridge. Bahkan, ia mengaku telah menarget dapat berprestasi di level global.

”Senang karena merasa usaha dan kerja keras saya terbayar, meskipun inginnya berprestasi di level internasional tapi sudah dapat di tingkat nasional juga lumayan,” kata Esther, usai menerima penghargaan tersebut, awal pekan lalu.

Esther mengaku keberhasilannya itu diraih lantaran mendapat dorongan dari orang-orang di sekitarnya, mulai dari keluarga hingga para guru yang rela memberi tambahan waktu belajar baginya.

”Padahal yang ambil (mata pelajaran) ICT cuma dua orang, tapi guru saya tetap mau kasih tambahan waktu,” kata putri tunggal pasangan Iskandar Itan dan Christie Mondoringin itu.

Siswa penyuka mata pelajaran Matematik dan Fisika itu mengaku tengah mempersiapkan bekal untuk bisa masuk ke kampus idamannya. Yakni, di Universitas Oxford Inggris untuk mengambil jurusan Teknik Mekanik.

”Meskipun susah membagi waktu, tapi jangan patah semangat, imbangi dengan doa,” kata Esther membagi semangatnya.

Di tempat yang sama, Athiya Deviyani juga mengungkap rahasia keberhasilannya menyabet penghargaan lantaran semua mata pelajarannya mendapat nilai A+.

Di antaranya, dengan tidak panik dan tidak putus asa. Pasalnya, Athiya bertutur awalnya ia sempat panik sendiri lantaran mengambil mata pelajaran terlalu banyak dalam satu periode sekaligus.

”Ternyata kalau panik malah gak selesai, makanya mending perbanyak pendalaman dan belajar terus karena tak ada yang langsung bisa,” kata putri tunggal pasangan Lusavia Arijanto dan Dewi Setyorini itu.

Menurut Athiya, semangatnya untuk terus belajar sempat kendur lantaran banyaknya pelajaran yang harus pelajari. Namun, ia mengaku orang tuanya terus mendorongnya. Pasalnya, Athiya bercita-cita bisa masuk ke kampus ternama di luar negeri.

”Kata mama, yang menentukan itu kita sendiri, makanya saya tak boleh malas-malasan, kalau ada niat pasti bisa,” kata dia. ***

November 19, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: