Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Industri Shipyard Batam Bangkit Lagi

Lembaga Pemerintah Mulai Pesan Kapal Buatan Batam

ADIANSYAH, Batam

INDUSTRI galangan kapal (shipyard) di Batam yang sempat mati suri, kini bangkit lagi. Pesanan dari lembaga pemerintah mulai berdatangan. Kementerian Perhubungan tahun ini memesan lima unit kapal yang dikerjakan PT Citra Shipyard dan PT Multi Prima dengan total nilai kontrak Rp170 miliar. Pesanan juga datang dari Badan SAR Nasional (Basarnas). Lembaga ini memesan lima unit kapal kepada PT Karimun Anugerah Sejati dan PT Palindo.

Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik Multimoda dan Keselamatan Perhubungan, Antonius Toni Budiono, mengatakan lima kapal yang dipesan Kemenhub adalah kapal untuk mengamati rambu untuk transportasi laut.

“Kontraktor pelaksana pembangunan kapal ada dua di Batam, PT Citra Shiyard dan PT Multi Prima,” ujar Antonius, Kamis (19/112/015), di Tanjunguncang, Batam.  Berdasarkan informasi si website

http://www.dephub.go.id, PT Citra Shipyard mendapat kontrak pembuatan dua unit kapal dengan nilai Rp 68 miliar, sementara PT Multi Prima sebanyak tiga unit dengan nilai Rp 102 miliar.  

Kemarin, Antonius Toni Budiono menghadiri acara “Keel Laying Ceremony” pekerjaan pembangunan dua unit kapal KPP 32M Hull-296 dan Hull-297 produksi PT Citra Shiyard.

Menurut Antonius, terpilihnya kedua perusahaan galangan kapal tersebut sebagai kontraktor pelaksana pembangunan kapal sudah melalui prosedur yang berlaku.

“Contohnya PT Citra Shipyard ini, lolos karena profesional bukan karena hal lain,” kata Antonius.

Untuk itu, dia berharap dua perusahaan tersebut dapat memproduksi kapal dengan kualitas terbaik.
Antonius menambahkan, dalam kurun waktu lima tahun ke depan Kemenhub berencana memesan 50 kapal yang didanai dari APBN. Untuk tahun ini sebanyak 20 unit, lima di antaranya di Batam.

“Sisanya kita lanjutkan pada tahun-tahun berikutnya sampai total 50 unit,” katanya.

Dua kapal yang dipesan di PT Citra Shipyard adalah KPP 32M Hull-296 dan Hull-297 dengan spesifikasi yakni panjang 32,85 meter, luas 6,26 meter serta kecepatan 20 knot. Kedua kapal ini, sesuai masa kontrak, akan diselesaikan dalam tempo 450 hari masa kalender kerja. Sementara  dana pembuatan dua kapal ini diambil dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2015.

“Nanti akan dioperasikan di Distrik Navigasi kelas II Sabang dan Distrik Navigasi Kelas II Sibolga,” ucap Antonius.

Direktur utama PT. Citra Shipyard, Ali Ulai, menyampaikan komitmen untuk mengedepankan kualitas dalam membangun kapal tersebut. Di samping itu, pihaknya akan berupaya untuk menyelesaikan pembuatan kapal secepatnya.

“Kami akan lakukan yang terbaik, kualitas terbaik dan bisa selesai dalam waktu yang cepat,” ujarnya.

Kapal Basarnas Diluncurkan

Dua dari lima kapal penyelamatan milik Basarnas diluncurkan di PT Karimun Anugerah Sejati, Kamis (19/11) siang. Hadir meresmikan dua unit kapal tersebut Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Felicianus Henry Bambang Soelistyo.

Dua kapal nasional yang diresmikan  yakni  Kapal Nasional (KN) SAN Kresna 232 dan KN SAR Wisanggeni 236. Kedua kapal tersebut memiliki panjang 40 meter, tinggi 4 meter, lebar 7.6 meter dengan kecepatan 27 knot. Kapal ini juga disertai alat pendeteksi bawah laut sedalam 40 meter dari permukaan laut.

Soelistyo mengatakan, dua kapal tersebut merupakan bagian dari total lima unit yang dipesan. Tiga lainnya diproduksi oleh PT Palindo. “Lima unit kapal ini merupakan kekuatan tambahan untuk melaksanakan pencarian bencana di laut,” ujarnya.

Menurutnya, kapal-kapal tersebut akan ditempatkan di berbagai perairan di Indonesia. Untuk dua kapal yang diproduksi PT Karimun Anugerah Sejati akan ditempatkan di  Ambon dan Kupang.

Menurutnya, perusahaan kapal di Batam sudah berpengalaman dan tak asing bagi kalangan TNI dan Polri.

“Kita sudah bekerja sama selama 10 tahun untuk pembuatan kapal,” tambahnya.

Menurutnya, kapal tersebut dibiayai melalui APBN tahun 2015. Untuk ke depan pada tahun 2016 rencananya akan ada penambahan empat unit kapal lagi.

“Untuk tahun 2016 kita masih akan membuat 4 unit kapal Basarnas yang didanai anggaran 2016,” tambahnya.

Soelistyo berharap kedua kapal KN SAR  ini bisa dapat menopang kinerja Basarnas dalam penanggulangan bencana dan misi penyelamatan bencana di laut.

“Kecelakaan di perairan indonesia termasuk cukup tinggi. Dengan kesiapan kapal SAR yang kita miliki sangat dibutuhkan,” katanya.

Project Manager PT Karimun Anugerah Sejati, Kuntur Ristyono mengatakan proses penyelesaian kapal tersebut lebih cepat dibanding rencana awal.

“Lebih cepat 3 bulan,” katanya singkat. ***

November 20, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: