Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Senjata TNI AL Menyalak Kembali

Tumpas Komplotan Perompak Selat Malaka

TIM Western Fleet Quick Response (WFQR) TNI Angkatan Laut Komando Armada RI Kawasan Barat, berhasil menumpas komplotan perompak dan benar-benar membuktikan ucapannya menembak di tempat pelaku kejahatan dan perompakan terhadap kapal-kapal yang melewati Selat Malaka dan Selat Singapura, yang dapat merusak nama dan citra negara Indonesia di mata Internasional.

”Hal ini kita buktikan dengan ditembaknya satu tersangka perompak berinisial GA ketika akan ditangkap di sekitar pergunungan Salak, Bogor, Jawa Barat dan coba melarikan diri. Sehingga, tim harus memberikan timah panas yang mengenai bagian perut tersangka. Hingga kini tersangka GA masih dalam perawatan medis Lanal Tanjungbalai Karimun. Senjata TNI AL menyalak kembali. Ini bukti keseriusan kita dalam usaha menumpas pelaku kriminal di laut,” ujar Komandan Pangkalan AL Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Hariyo Poernomo SE MM kepada Batam Pos, Kamis (19/11/2015).

TNI AL tidak tinggal diam terhadap laporan kejahatan yang terjadi di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Sesuai dengan arahan Panglima TNI AL Koarmabar bahwa pengejaran pelaku kejahatan di laut yang meresahkan pengguna jasa di Selat Malaka dan Selat Singapura harus dikejar sampai dapat. Makanya, setelah berhasil menangkap tiga orang warga Pulau Parit, Kecamatan Karimun masing-masing berinisial MZ, BA, dan WS yang merupakan satu keluarga.

Dalam pengejaran berhasil ditangkap 5 orang pelaku di Gunung Salak, Bogor, Jabar masing-masing berinisial JM, RO, GA (ditempak petugas, red) dan abangnya GL. Kemudian, disusul penangkapan KM dan WA. Selain itu, beberapa hari lalu tiga orang yang masih dalam satu komplotan perompak ini juga berhasil ditangkap di wilayah Batam secara terpisah, yaitu GY dan SO. Sedangkan AT ditangkap di Pulau Kasu.

“Seluruh tersangka semuanya berjumlah 12 orang. Dan, tidak menutup kemungkinan masih ada pelaku lain dalam komplotan ini yang masih kita kembangkan,” papar Hariyo.

Untuk diketahui, kata Hariyo, 12 orang perompak ini sudah beraksi lebih dari setahun dan sudah banyak kapal yang menjadi sasarannya. Dalam beraksi, para pelaku memang tidak melukai kru kapal. Hanya saja, mereka melakukan penyanderaan yang disertai pengancaman. Tujuannya untuk minta ditunjukkan dimana gudang yang menjadi tempat penyimpanan sparepart kapal.

”Sejauh ini, pengakuan ke 12 pelaku baru dapat menyebutkan 2 kapal asing. yakni, MV Merlin dan MV Diamond Star. Sedangkan, untuk kapal-kapal lainnya dalam pengembangan. Para pelaku merupakan orang yang sudah ahli dalam memanjat kapal. Terbukti, dalam beraksi hanya membutuhkan waktu 20 menit. Baik untuk naik ke atas kapal yang sedang berjalan dan turun kembali ke boat pancung,” ungkap Danlanal.

Dilanjutkan Danlanal, barang bukti yang berhasil diamankan cukup banyak dan nilainya di atas Rp500 juta. Namun, dari laporan yang diterima kerugian dari kapal mencapai Rp1,2 miliar. hal ini disebabkan, barang hasiul curian sudah banyak dijual.

Selain itu, TNI AL juga menyita uang tunai Rp15 juta yang merupakan hasil kejahatan. Ke 12 orang tersangka dijerat dengan pasal 439 ayat 1 KUH-Pidana dengan ancaman pidana di atas 5 tahun penjara. (san)

November 20, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: