Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Peluang Impor Beras Tipis

RATNA, Batamkota

WALI Kota Batam, Ahmad Dahlan mengatakan peluang Batam mengimpor atau mendatangkan beras secara langsung dari luar negeri dinilai masih sulit.

“Peluangnya kecil, karena impor (beras, red) ini kewenangan pusat,” kata Dahlan, Sabtu (21/11/2015).

Menurut wali kota, hal lain yang membuat pemerintah pusat enggan membuka kran impor beras bagi Batam yakni ada kekhawatiran impor beras tersebut nantinya bakal merembes ke daerah lain. Termasuk, daerah pertanian yang dikhawatirkan malah akan menjatuhkan harga beras petani di daerah tersebut.

“Iya, masalahnya memang potensi bocor itu ada,” kata dia.

Dahlan menilai, pemerintah pusat cukup hati-hati menyetujui importasi beras secara langsung ke daerah. Hal ini, kata ia, berbeda dengan kebijakan memudahkan impor bagi barang-barang untuk kebutuhan investasi dalam kawasan perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) seperti yang berlaku saat ini.

“Kemudahan impor FTZ itu memang khusus untuk mendongkrak investasi,” jelas wali kota.

Disinggung usulan alternatif jika impor langsung ditolak, yakni dengan meminta pemerintah pusat memberi subsidi bea distribusi beras dari daerah lain yang akan dikirim ke Batam, Dahlan mengaku belum tahu.

“Kami akan pelajari terlebih dulu,” kata dia.

Pernyataan wali kota yang menyebut peluang impor beras langsung sulit juga sesuai dengan surat balasan Menteri Perdagangan (Mendag),

Thomas Trikasih Lembong kepada Penjabat Gubernur Kepri, Agung Mulyana tertanda 12 November lalu. Surat itu merupakan surat balasan atas permintaan izin impor beras khusus wilayah Kepri oleh Gubernur Kepri tanggal 30 September silam.

Dalam suratnya, Mendag menyatakan impor beras hanya dilakukan untuk stabilisasi harga atau untuk kebutuhan tertentu seperti kerawanan pangan atau bencana atau untuk masyarakat miskin, dan itu berdasar permintaan Perum Bulog yang disetujui Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Dalam hal ini, Bulog pusat telah mendapat izin impor beras beberapa waktu lalu. Karena itu, Gubernur Kepri juga diminta berkoordinasi dengan Bulog untuk pemenuhan kebutuhan impor beras yang dibutuhkan.

Sayangnya, Kepala Sub Divisi Regional (Divre) Perum Bulog Batam, Pengadilan Lubis belum bisa dimintai komentar atas surat Mendag tersebut. Panggilan telepon ke ponselnya tak kunjung diangkat, SMS pun tak dibalas. ***

November 22, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: