Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Kedaulatan Udara Indonesia Perlu Diperjelas

Harus Ada Kekuasaan Memanajemen Diri Sendiri

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

FOCUS Group Discussion (FGD) Nusantara bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Batam mengelar Round Table Discussion dengan tema Penguatan Kedaulatan Udara di Asrama Haji Batam, Minggu (22/11/2015).

‘’Kegiatan ini bertujuan mengupas sejauh mana pengelolaan kedaulatan udara yang ada di Indonesia, terutama wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri),’’ sebut Ketua Pelaksana, Adri Wislawawan.

Menurut Adri, kita memiliki kepentingan terkait kedaulatan udara. Apalagi Batam yang berbatasan langsung dengan negara Singapura. Kepentingan pengelolaan transportasi udara sangat penting.

Hadir sebagai narasumber, Pengelola  Bandara Hang Nadim Batam, Setyo Utomo, dan dosen di Fakultas Hukum Universitas Batam (Uniba), Ahmad Yani. Dalam kegiatan tersebut hadir perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Batam.

Setyo, mengatakan bahwa dasar pengelolaan bandara Hang Nadim adalah UU No. 1 Tahun 2009, PP No. 71 Tentang Kebandaraudaraan, serta MoU antara BP Batam dengan Kementerian Perhubungan dalam hal teknis dan personel.

‘’Operasional Bandara Hang Nadim dimulai pada Tahun 1975 sebagai bandar udara operasional Pertamina pada awalnya. Kemudian berkembang menjadi bandara udara umum pada Tahun 1978.

Kemudian pada tahun 1983 naik kelas II Bandara Umum. Lalu pada tahun 1995 menjadi Bandara Udara Kelas I Internasional. Pada akhirnya pada Tahun 1999 menjadi Bandara Udara Utama Internasional hingga saat ini.

Setyo menambahkan tren penumpang di Bandara Udara Hang Nadim terus meningkat setiap tahun, dengan rata-rata penumpang per-hari adalah sejumlah 5.000 penumpang. Sementara untuk kargo sebagai salah satu tolak ukur perekonomian di Batam mengalami tren penurunan sejak tahun 2013.

‘’Sebenarnya peran dan fungsi bandara dapat ditinjau dari segi pertahanan dan keamanan nasional, politik, penegakan hukum, sosial budaya, ekonomi, keagamaan, dan pendidikan. Bandara sebagai terminal penghubung keluar masuk orang dan barang, perlu dikelola dan diawasi dengan baik,’’ katanya.

Ahmad Yani menjelaskan kedaulatan udara di wilayah Kepri perlu diperjelas. Namun kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur juga perlu dipersiapkan dengan baik.

‘’Kedaulatan udara termasuk kedaulatan negara yang harus diperhatikan secara serius oleh pemerintah,’’ katanya.

Kedaulatan adalah kekuasaan untuk memanajemen diri sendiri. Dalam hal udara, maka kedaulatan tersebut dibuktikan dengan kemampuan dalam mengelola dan menjaga kedaulatan tersebut untuk kesejahteraan masyarakat. ***

November 25, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: