Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Kondisi Ekonomi Jadi Pemicu Kekerasan pada Anak

SECARA umum kondisi ekonomi keluarga yang sedang tak baik menjadi penyebab utama terjadinya kekerasan terhadap anak. Para orangtua yang kesal dengan kondisi hidupnya kerap kali menumpahkan kekesalannya pada sang anak.

”Tindakan anak yang nakal itu jadi pemicunya. Sumber masalah utamanya ya faktor ekonomi itu,” kata Nurmadiah, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (BPPPA-KB) Kota Batam, kemarin (24/11/2015).

Dia mengatakan, BPPPA-KB Batam kerap menerima laporan para istri yang kesal dengan suaminya. Suami sulit mencari pekerjaan di Batam. Alhasil, tidak ada pendapatan. Sementara kebutuhan menuntut untuk dipenuhi.

”Itu yang membuat para istri emosi,” tambahnya.

Batam, diumpamakan Nurmadiah, sebagai kota gula. Banyak orang tertarik datang untuk mengadu nasib. Sayangnya, tak semua yang datang memiliki keahlian. Sehingga mereka sulit mendapatkan pekerjaan.

Biasanya, lanjutnya, para pria datang lebih dulu. Istri dan anak menunggu di kampung halaman. Karena tak kunjung menerima kabar berita dari suami, istri pun memutuskan menyusul ke Batam. Kondisi menjadi semakin sulit, sebab pria itu mau

tak mau harus menafkahi anakistrinya setiap waktu. Ia harus membawa uang setiap kali pulang ke rumah.

”Belum lagi dengan munculnya orang ketiga,” tutur Nurmadiah.
BPPPA-KB mencatat, kondisi ini banyak terjadi di wilayah Batuaji, Sagulung, dan Tembesi. Di wilayah-wilayah itulah kondisi ekonomi keluarga yang lemah banyak berada.

”Makanya, sekarang ini kami sedang menggesa Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan terhadap Anak. Supaya kasus kekerasan terhadap anak tidak terjadi terus menerus,” katanya usai membahas rancangan perda tersebut dengan Komisi IV DPRD Batam.

Terkait kasus kematian Della, bayi tiga tahun asal Batuaji, Nurmadiah enggan berkomentar banyak. Ia mengaku belum mendengar kasus tersebut. Ia bahkan kaget dengan adanya dugaan kematian bayi dengan luka lebam di tubuhnya itu disengaja. Dan pelakunya diduga adalah ibu kandungnya sendiri.

”Kalau seperti itu yang terjadi, tentu harus diproses hukum. Sementara, itu dulu tanggapan kami. Kami akan mencari tahu dulu duduk masalahnya,” katanya. (ceu)

November 25, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: