Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Dam Duriangkang Semakin Mengkhawatirkan

Makin Dangkal dan Ditumbuhi Eceng Gondok

ALFIAN, Batamkota

PENGUSAHA dan warga khawatir akan kelangsungan dam Duriangkang, sebagai dam yang paling besar di Batam. Ini dikarenakan terus terjadi pendangkalan dan juga pertumbuhan eceng gondok yang terus meningkat.

DAM  Nongsa 4-F Cecep Mulyana image 1

Foto ilustrasi. Penyusutan debit air akibat kemarau terlihat di dam Nongsa, Batam, Kamis (30/7/2015). Beberapa dam lainnya juga kering dan menyusut akibat kemarau. F Cecep

”Saya sudah lihat sendiri dam Duriangkang itu. Pendangkalan di dam karena ditumbuhi eceng gondok sudah luas. Ini sangat mengkhawatirkan,” kata Johanes Kennedy, pengusaha dan pemilik kawasan industri Panbil.

Kennedy mengatakan dam Duriangkang yang dulunya dipenuhi air bersih, kini sebagian besar sudah berubah menjadi dataran warna hijau. Ia memperkirakan lima tahun ke depan, kalau tak dilakukan normalisasi atau pengerukan maka setengah dari dam tersebut akan berubah menjadi daratan.

”Ini sangat disayangkan. Kita ketahui bersama. air bersih di Batam ini sebagian besar tergantung dari dam Duriangkang,” katanya.

Menurutnya, BP Batam sebagai institusi yang menerima hasil dari dam tersebut harus bertanggung jawab penuh terhadap kebutuhan air di Batam. Menurutnya juga, air bersih ini menjadi kebutuhan pokok untuk investasi.

”Ini harus ada keseriusan dari BP Batam, memikirkan ketersediaan air dalam jangka waktu panjang,” katanya.

Anggota DPD dapil Kepri, Haripinto mengaku miris melihat kondisi dam di Batam. Ia juga menyayangkan sikap BP Batam terkesan hanya pasrah, dan hanya mengandalkan air hujan. Padahal, banyak langkah nyata yang harus dilakukan seperti melakukan penghijauan, pengerukan dan pembersihan dam.

”Di sekitar dam, daerah resapan air harus ramah lingkungan. Jangan setengah hati melakukan penertiban,” katanya.

Haripinto mengaku sudah berjalan dan keliling dam Duriangkang. Banyak pembalakan dan pembakaran hutan tetapi tak ada upaya tegas dari BP Batam melakukan penertiban. Bahkan banyak ditemui peternakan dan ladang. Padahal, itu daerah resapan air yang memang harus hijau.

”Aktivitas di hutan di daerah resapan air itu harus ditertibkan. Sikap tegas seperti itu yang belum kelihatan,” katanya.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan BP Batam terus melakukan perbaikan dan upaya normalisasi dam Duriangkang. Pembersihan dam dari eceng gondok masih terus dilakukan. ***

December 2, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: