Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Kepri Punya Bank Sendiri Berbasis Syariah

Pemaparan Direktur Utama BRK di Forum Pemred Riau Pos Group

Meski masih tercatat punya saham di Bank Riau Kepri (BRK ), Provinsi Kepulauan Riau merasa perlu punya bank sendiri. Ketika Gubernur Kepri (2010-2015) HM Sani bertemu Direktur Utama BRK, Irvandi Gustari, niat itu segera akan menjadi kenyataan.

HELFIZON ASSYAFEI, Batam

”Saya pagi ini ada rapat penting dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) di Jakarta. Saya sampai minta izin ke mereka untuk dapat hadir di forum yang penting ini,” ujar Direktur Utama Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari, membuka pertemuan dengan Forum Pemred Riau Pos Grup, pekan lalu.

Menurut Irvandi, media punya peran besar dalam upaya memajukan berbagai bidang termasuk ekonomi dan bisnis. ”Jangan pernah pesimis menghadapi apapun, termasuk kondisi perekonomian,” ujarnya.

Ia berbagi pengalaman soal perbankan di Kepri. Sebagai provinsi, lanjutnya, Kepri merupakan garda depan perekonomian regional yang berbatasan dengan Singapura. Ada Batam dengan free trade zone-nya. Ada Tanjungpinang, Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Anambas, Bintan, Lingga, Natuna dengan segala potensinya.

Apalagi adanya potensi ekonomi setelah penetapan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) sebagai kawasan ekonomi khusus. Pembentukan KEK ini diharapkan dapat menarik para investor untuk melakukan kegiatan investasinya di BBK. Kegiatan investasi akan membawa keuntungan bagi pemerintah daerah dan bagi masyarakat di sekitarnya.

Kota Batam, lanjutnya lagi, memiliki potensi maupun kemampuan aktual untuk memberi kontribusi terhadap kemajuan ekonomi nasional maupun daerah sekitarnya. Posisinya yang sangat dekat dengan negara industri Singapura, membuat kawasan ini sangat berpotensi untuk menampung luapan ekonomi dari negara pulau tersebut. Nilai ekonomis kawasan ini sudah tak terbantahkan sejak dikembangkan secara terencana oleh pemerintah. Sampai dengan Desember 2013 saja (dua tahun lalu), nilai ekspor nonmigas Batam adalah 9.36 juta dolar AS serta penanaman modal asing (PMA) sebanyak 7.28 miliar dolar AS.

Namun, Irvandi bercerita, yang mengusik pikiran mantan orang nomor satu di Provinsi Kepri HM Sani adalah mengapa Provinsi Kepri belum punya bank daerah sendiri yang berpusat di Kepri. Tekad mewujudkan itu sudah bulat di hati HM Sani. Bahkan kalau perlu harus beli bank lain (ambil alih) sebagai satu-satunya jalan, akan tetap ditempuh.

Beberapa upaya penjajakan pun telah ditempuh Sani. Beruntung sebelum terjadi deal, Gubernur Kepri 2010-2015 ini bertemu dan berdiskusi dengan Irvandi.

“Intinya kalau membeli bank tentulah bukan sisi baik bank itu saja. Sisi lain seperti NPL atau kredit macet, utang dengan pihak ketiga dan sebagainya tentu jadi tanggungan pembeli dan ini tentunya tidak mudah. Apalagi kita tidak mengenal luar dalam bank itu,” ujar Irvandi.

Lewat diskusi intens kedua orang ini kemudian lahirlah gagasan untuk mewujudkan Bank Kepri Riau Syariah yang berpusat di Kepri. Caranya adalah dengan melakukan spin off (pemisahan) Bank Riau Kepri Syariah yang saat ini menjadi unit bisnis di BRK menjadi perusahaan sendiri berbadan hukum PT.

“Alhamdulillah Pak Gubernur (HM Sani) setuju maka saya langsung melakukan proses untuk melakukan spin off ke Jakarta,” ujarnya.

Menurutnya, dengan melakukan hal ini risiko bisnis bagi Provinsi Kepri jauh lebih kecil karena selama ini semua aset dan kinerja keuangan dapat diakses oleh pemegang saham yang dalam hal ini adalah termasuk Provinsi Kepri.

“Jadi ini tidak sama dengan membeli kucing dalam karung,” ujarnya mengibaratkan.

Menurut Irvandi, secara menyeluruh peluang untuk perbankan syariah di Provinsi Kepri sangat besar.

“Potensi market di Kepri untuk perbankan syariah besar. Tinggal bagaimana mengembangkan pasar yang telah ada ini menjadi lebih baik,” ujarnya.

Soal lokasi bank daerah tersebut, Irvandi menyebutkan bahwa sejak spin off diurus ke Jakarta, maka posisi kantor pusat sudah dicanangkan di Kepri. Sedangkan soal nama menurutnya adalah Bank Kepri Riau Syariah. Menurutnya keinginan ini sudah diprogramkan di 2018 tetapi karena perlu segera maka dipercepat menjadi program di 2017 sudah harus rampung.

Ditanya soal kondisi perekonomian terkini yang menghadapi krisis hingga di akhir tahun, Irvandi tidak menepis anggapan itu. Menurutnya, kondisinya perbankan ada gejala peningkatan NPL.

“Solusinya memang kehati-hatian diutamakan,” ujarnya.

Menurutnya, yang tidak tumbuh itu saat ini di perbankan adalah di kredit investasi. Sedangkan kredit consumer tetap berjalan seperti biasa. Menurutnya, lagi prediksi tahun depan sampai kuartal I perbankan masih wait and see dengan prinsip kehati-hatian.

“Perbankan tetap optimis. Apalagi asumsi APBN perekonomian diprediksi tumbuh 5,3 persen,” ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, Irvandi menjelaskan mengapa budaya nepotisme masih kental hingga sekarang di BRK dan soal isu bahwa BRK sebenarnya banyak untung dengan ‘tidak berkeringat’ karena menaruhkan dana di sertifikat bank Indonesia (SBI).

“Saya tak mau mengkaji budaya yang sudah lalu. Ke depan saya sudah menerapkan bahwa setiap bidang dikawal oleh mereka yang punya kompetensi. Jadi bukan lagi SDM itu diletak di situ karena rekomendasi kepala ini atau itu,” ujarnya.

Menurutnya ia melakukan upaya mengubah mindset dari menunggu bola jadi menjemput bola. “Ada banyak hal yang harus kita benahi tetapi Insya Allah itu telah dan sedang berjalan,” ujarnya.

Sedangkan soal untung dari meletakkan modal di SBI dibantahnya. “Berapalah bunga dari SBI jika dibanding dengan penghasilan dari pemutaran dana itu lewat kredit. Jadi tidak benar kita mengandalkan bunga SBI tetapi dari kinerja dan pertumbuhan kredit,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, BRK saat ini menempati rangking 3 se-Indonesia untuk bank daerah. “Artinya kinerja kita terus membaik dan bukan tak mungkin kita meraih rangking 1,” ujarnya. ***

December 6, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: