Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Kopaska Latihan di Perairan Batam

Renang 5 Mil hingga Perang di Bawah Air

KOMANDO Pasukan Katak (Kopaska) Komando Armada Barat menggelar latihan perang di wilayah perairan Batam sejak Senin (22/11/2015) lalu. Latihan ini sebagai bentuk perhatian TNI AL terhadap pengamanan wilayah perairan di perbatasan.

Komandan Satuan (Dansat) Kopaska Koarmabar, Kolonel Laut (E) Monang H Sitompul mengungkapkan, latihan yang melibatkan 81 anggota Kopaska ini sekaligus dalam rangka peringatan Hari Samudera 2015.

Latihan kata dia meliputi renang selat yang dipusatkan di Selat Tering sepanjang 5 nautical mill (NM), geladi tugas tempur (gelagas) setingkat K2TW4 di Nongsa, pertempuran bawah air (combat diver), close quartet battle (CQB) dan close quartet combat (CQC), pembersihan pantai (beach clearing), terjun payung, operasi penjemputan agen serta pelatihan Fast Rope dan Stabo.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan profesionalisme prajurit juga kekuatan mental dan fisik mereka sebagai manusia katak yang memiliki keahlian dalam Naval Special Warfare (peperangan laut khusus,” ujar Monang, tadi malam.

Pasukan Katak ini, lanjut dia, juga mengadakan latihan Raid yakni operasi tertutup untuk melakukan penculikan orang penting (VVIP) dalam strategi militer musuh atau operasi clan distance.

Sedangkan untuk pertempuran bawah air, prajurit dilatih untuk melakukan infiltrasi yakni penyusupan ke wilayah musuh dari bawah air dimana tidak semua orang bisa melakukannya. “Yang kita hadapi nantinya bukan cuma lawan tapi juga diri sendiri serta alam dan cuaca. Maka perlu diadakan latihan ini,” katanya.

Sedangkan untuk latihan tekni CQB dan CQC atau pertempuran jarak dekat, pasukan Kopaska dilatih untuk melumpuhkan musuh secara cepat dan taktis untuk menyelesaikan target yang dipilih.

Lalu tidak kalah penting adalah digelarnya latihan pembersihan pantai (beach clearing) yang fungsinya adalah untuk hancurkan pertahanan musuh dari berbagai rintangan agar pasukan bisa masuk disertai latihan military freefool atau airborne operation yakni infiltrasi melalui udara dengan melaksanakan terjun payung.

Pasukan juga menggelar operasi penjemputan agen atau penjemputan teman yang melaksanakan tugas bagaimana bermanuver melakukan tembakan dari laut ataupun perairan sempit yang baisa disebut special boat skuadron operasion (SBS) kemudian pelatihan fast rope dan stabo yakni cara cepat untuk masuk dan keluar secara cepat ke sasaran menggunakan sistem tali.

Menurut Komandan Detasemen Latihan (dansatlat) Kopaska Koarmabar Kapten Laut (P) Edi Tirtayaso, Pasukan Katak selalu disusupkan pada daerah yang tidak mungkin untuk dimasuki sehingga mereka perlu mengasah terus profesionalismenya.

Untuk mendukung latihan ini, Edi mengungkapkan ikut disiagakan alat utama sistem senjata (alutsista) seperti satu unit pesawsat Casa, satu unit heli bell, tiga sea raider, dua perahu karet, lima unit kendaraan tempur bawah laut (seabob) serta didukung kapal perang KRI Banjarmasin.

“Kami biasanya latihan berganti-ganti tempat untuk menambah wawasan prajurit dan kali ini Selat Melaka di Batam, Kepri jadi lokasi latihan karena ini wilayah strategis untuk Indonesia,” pungkas Edi. (spt)

December 6, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: