Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Hasil Hitung Cepat Menang di Lima Kabupaten/Kota, Sani-Nurdin Unggul

AURA kemenangan menghampiri pasangan calon gubernur Kepri M Sani dan calon wakilnya Nurdin Basirun.

Pasangan ini sementara unggul dari pesaing mereka, Soerya Respationo-Ansar Ahmad menurut hasil hitung cepat Charta Politika hingga pukul 17.00 WIB, Rabu (9/12/2015).

Koordinator Lapangan Charta Politika, Munawar, mengatakan pasangan Sani-Nurdin meraih 53,42 persen suara. Sedangkan pasangan Soerya-Ansar hanya mampu mengumpulkan 46,58 persen suara.

Kata Munawar, margin eror dalam proses hitung cepat (quick count) ini maksimal hanya satu persen. Sehingga sampai data masuk mencapai 100 persen pun, angka tersebut tak akan banyak bergeser.

”Sani unggul dengan persentase 53 persen lebih,” kata Munawar, kemarin.

Charta Politika mengambil 300 sampel yang tersebar di seluruh Provinsi Kepri dengan menyebar relawan di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Mereka mengirimkan data hasil perolehan suara melalui pesan singkat (SMS).

“Intinya tidak akan mungkin masuk SMS bodong ke server kami. Karena semua nomor hape relawan sudah terdaftar. Jadi kalau ada SMS bodong maka akan secara otomatis ditolak,” katanya.

Dari data Charta Politika, Sani unggul di lima kabupaten/kota di Provinsi Kepri. Yakni di Kota Batam, Karimun, Tanjungpinang, Lingga, dan Natuna. Sementara Soerya Ansar hanya menang di Anambas dan Kabupaten Bintan.

Pantauan wartawan Batam Pos di Karimun, pasangan Sani-Nurdin unggul di hampir semua TPS yang tersebar di 11 kecamatan se-Karimun. Rata-rata, Sani-Nurdin meraup lebih dari 150 suara di tiap-tiap TPS.

Nurdin yang kemarin menggunakan hak suaranya di TPS 9 Kelurahan Tanjungbalai menang telak dengan meraup 258 suara. Sementara pasangan Soerya-Ansar hanya mendapat 26 suara saja.

“Insya Allah, kami akan menang di atas 60 persen. Dan bisa diikuti kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepri bersama calon gubernur Kepri HM Sani,” kata Nurdin, kemarin.

Hingga berita ini ditulis, Sani-Nurdin masih unggul di Karimun dengan perolehan suara sebanyak 39.328. Sementara pasangan Soerya-Ansar hanya mendapat 15.328 suara. Data tersebut masih bersifat sementara yang dikumpulkan dari seluruh kecamatan se-Karimun.

Di Kabupaten Lingga, Sani-Nurdin juga unggul sementara. Dilihat dari hasil penghitungan di beberapa TPS, suara Sani-Nurdin jauh di atas perolehan suara Soerya-Ansar. Seperti di TPS 02, Sani-Nurdin meraup 208 suara. Sementara Soerya-Ansar hanya mengantongi 82 dukungan.

Pasangan Sanur juga unggul di Batam, Tanjungpinang, dan Natuna. Sedangkan berdasarkan hasil sementara kemarin, pasangan Soerya-Ansar menang di dua kabupaten, yakni Anambas dan Bintan.

Di Kabupaten Anambas, Soerya-Ansar unggul dengan meraup suara 54,34 persen. Sedangkan Sanur hanya berhasil mengumpulkan 45,25 persen suara.

Menanggapi hasil sementara ini, Ketua Tim Pemenangan Sani-Nurdin, Ahars Sulaiman, mengaku tidak kaget. Bahkan dia mengklaim pihaknya unggul 10 persen dari lawan.

“Kita harus menghormati lembaga survei ini. Tetapi saya tegaskan bahwa dari lapangan yang kami terima, bahwa kemenangan ini lebih dari 10 persen,” katanya.

Menurut Ahars, pihaknya kini fokus untuk mengawal dan menjaga suara ini sampai proses pleno di KPU. Menurut dia, pihaknya sudah mensiagakan relawan di setiap kecamatan.

“Bahkan ada pengamanan sampai 100 orang di setiap kecamatan. Kami akan kawal betul ini,” katanya.

Sani Sujud Syukur

Muhammad Sani menyambut hasil hitung cepat ini dengan penuh suka cita. Dia langsung sujud syukur di Rumah Pemenangan Sani-Nurdin di Ruko Royal Sincom Batamcenter, kemarin. Tak hanya itu, Sani juga langsung mencium kening istrinya, Aisyah Sani.

Dia mengucapkan banyak terima kasih kepada semua tim dan relawannya yang sudah bekerja siang dan malam. Namun menurutnya, perjuangan belum selesai. Karena hasil sementara ini harus tetap dikawal supaya tak dimanipulasi.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua tim yang sudah berjuang. Kita akan kawal ini dengan baik,” katanya.

Mendampingi Sani, hadir juga sejumlah tokoh-tokoh dari partai politik pendukung dan juga tim pemenangan seperti Sahat Tambunan, Onward Siahaan, Surya Makmur, Ahmad Dahlan, dan beberapa kader parpol lainnya.

Sejumlah relawan dan tim pemenangan langsung memberikan ucapan selamat kepada Sani. Surya Makmur Nasution dari Partai Demokrat turut mengapresiasi sikap Sani selama pelaksanaan Pilkada yang dinilai mampu meredam aksi anarkis.

“Kami mengucapkapkan banyak terima kasih untuk Pak Sani karena memang memang menciptakan kedamaian selama Pilkada ini,” katanya.

Ia berharap agar semua penyelenggara Pilkada untuk bisa bekerja profesional. Termasuk segera memindai semua hasil suara ke KPU Pusat.

“Jadi harus segera sampai di KPU Pusat jangan dilama-lamakan. Ini yang kita harapkan,” katanya.

Sementara itu Onward Siahaan, Sekretaris DPD Gerindra Kepri, meminta kepada KPU Kepri dan juga Bawaslu untuk mengawal Pilkada berjalan dengan baik. Ia berharap jangan sampai ada suara yang hilang.

“Kami minta pemindaian itu langsung sampai ke pusat, tidak tertahan lama di sini. Ini adalah kemenangan dari semua warga Kepri,” katanya.

Ketua DPD, PKPI Suparno mengatakan bahwa kemenangan yang dimiliki oleh Sani-Nurdin ini adalah kemenangan rakyat.

“Ini keinginan masyarakat dan janganlah mencederai keinginan tersebut,” katanya.

Belum Final

Penjabat Gubernur Kepri, Agung Mulyana mengimbau masyarakat agar tidak buru-buru menjadikan hasil hitung cepat atau quick count (QC) sebagai patokan kemenangan atau kekalahan pasangan calon yang berlaga di Pilkada Gubernur Kepri maupun Pilwako Batam, Rabu (9/12/2015).

“Sabar dulu ya, jangan tergesa-gesa menyampaikan kami yang menang, itu (quick count) baru indikasi statistik, belum suatu pedoman,” kata Agung ketika meninjau TPS 19 di Perumahan Marcelia, Batamcenter, kemarin.

Namun hal itu ditangkis oleh tim hitung cepat sekaligus hitung nyata (real count) pasangan calon Wali Kota Batam nomor urut 1, Muhammad Rudi-Amsakar Achmad (Ramah).

Koordinator hitung nyata pasangan Ramah, Dewi Socowati menyebut timnya menggunakan sistem hitung Aplikasi Saksi (Apsi). Ia jelaskan, sitem itu tak hanya menggunakan sistem hitung cepat, tapi juga hitung nyata berdasar hasil penghitungan di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Korlap ini yang berkewajiban melaporkan ke kita berdasar hasil penghitungan riil di lapangan,” kata Dewi.

Masih Optimistis

Hasil berbagai lembaga survei yang mengunggulkan pasangan Sanur tak membuat nyali Tim Pemenangan Soerya-Ansar (SAH) ciut. Mereka masih tetap optimistis bakal meraup suara yang lebih besar dalam Pilgub kali ini.

“Kami masih optimistis (menang).  Real count terus berjalan, hasilnya makin bagus,” ungkap Ketua Tim Hukum Pilkada Nasional DPP PDI Perjuangan, Sirra Prayuna saat menggelar konferensi pers di rumah Soerya Respationo di Dutamas, Rabu (9/12).

Kata dia, kemarin belum semua suara masuk ke markas tim pemenangan SAH. Terutama dari daerah kepulauan. “Mengumpulkan data ini tak mudah,” kata Sirra didampingi anggota DPR dari PDI Perjuangan Dwi Ria Latifa dan Soerya Respationo.

Hanya saja Sirra menolak untuk membeberkan data sementara hasil penghitungan suara saksi di internal Tim SAH. “Bukan kapasitas saya untuk menjawab, ada BSPN (Badan Saksi Pemilu Nasional),” ungkap Sirra lagi.

Ditanya menganai quick count lembaga survei yang memenangkan nomor urut satu, Sirra juga mengelak menanggapinya. “Quick count yang mana dulu. Saya tak perlu menilai itu, kalian nilai sendiri ajalah,” katanya lagi.
Sementara calon Gubernur Kepri nomor urut 1, Soerya Respationo mengaku tak ada persiapan khusus sebelum mencoblos, kemarin. Namun sehari sebelumnya, dia berziarah ke makan ibundanya.

Selain itu, Soerya didampingi sang istri, Rekaveny, juga melakukan patroli. Dalam patroli tersebut, Soerya mengklaim menemukan ada oknum aparat yang melakukan intimidasi warga agar tak memilihnya.

“Tetapi saya belum bisa menyampaikan apa saja alat buktinya, siapa orangnya dan dari kesatuan mana. Setelah selesai pemilu (akan saya sampaika),” katanya.

Pasangan Soerya, Ansar Ahmad juga menyambut pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak dengan penuh optimisme. Bagi Bupati Bintan periode 2005-2015 ini, keputusan mengikut Pilkada adalah keputusan untuk berani menyongsong segala kemungkinan dengan penuh optimisme.

“Saya tetap optimis. Sedari awal memutuskan, saya dan Pak Soerya sudah optimis menatap hari ini (Pilkada, red),” kata Ansar, dijumpai di TPS 10, Kelurahan Melayu Kota Piring, Tanjungpinang, kemarin.

Segala usaha sudah dilakukan bersama pasanganya, Soerya Respationo. Sehingga Ansar merasa, kini sudah saatnya masyarakat yang memilih sesuai dengan visi-misi yang telah dipaparkan selama masa kampanye.

“Bagaimana pun, kami tetap fokus pada program-program pengentasan kemiskinan. Itu komitmen kami,” ucap Ansar. (ian/hgt/tri/jpg/sya/muf/cr11)

December 10, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: