Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Pemilihan Kepala Daerah di TPS Lokalisasi Telukpandan, Batam

Telat Datang ke TPS karena Semalam Banyak Tamu

YANTI tergopoh menghela langkah ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) 34 di Lokalisasi Telukpandan, Tanjunguncang, Batam, Rabu (9/12). Hari sudah menjelang siang, ketika perempuan asal Bali itu mendaftarkan diri ke petugas pemilihan kepala daerah, dengan rambut basah.

ADIANSYAH-WENNY CP, Batam

”Saya nggak mau golput. Ingin nyoblos,” katanya.

Ditanya kenapa datang saat TPS sudah mau tutup, ia menjawab, ”Telat bangun, semalam banyak (tamu) jam empat baru tidur.”

Yanti adalah satu dari 292 Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tercatat di TPS 34 Telukpandan. Sebagian adalah para pekerja seks komersil (PSK) seperti Yanti.

Yanti datang bersama teman-teman wanitanya yang lain. Mereka datang bergerombol. Lima hingga sepuluh orang. Kebanyakan mereka masih menggunakan pakaian tidur.

”Biasanya, warga sini datangnya di atas pukul 12.00 WIB,” kata Wempi, Panitia Pengawas Pemilu di TPS 34 Telukpandan.

Wempi sudah empat kali Pemilu bertugas di TPS itu. Tiga kali menjadi saksi dan baru kali ini menjadi Panwaslu.

Ia sudah hafal kapan warga-warga Telukpandan ramai datang.
Benar saja. Di atas pukul 12.00 WIB, wanita-wanita Telukpandan mulai berdatangan. Mereka datang bergerombol. Ketua RT 01 Telukpandan, Irwan Mahdi, mengatakan mereka datang dari satu rumah. “Dibawa sama mami-papinya,” ujar Irwan.

Para perempuan berpakaian minim itu tampak malu-malu. Mereka sibuk berbincang satu sama lain. Beberapa di antaranya, menutup wajah dengan lembar surat undangan atau telapak tangan.

Seperti ketakutan, mereka memasuki ruang serbaguna tanpa berkata apa-apa. Padahal, di teras ruang itu banyak orang. Mereka langsung duduk di kursi yang telah disediakan. Menunggu antrian tiba.

Petugas memanggil dua orang untuk satu kali giliran pencoblosan. Meskipun, ada tiga bilik di sana. Para perempuan itu seperti terburu-buru untuk mencoblos. Mereka segera bangkit begitu giliran selanjutnya tiba dan langsung mencoblos dengan cepat.

Ketika moncong-moncong kamera diarahkan, mereka langsung beringsut menjauh. Namun, tak sedikit pula yang tak ambil peduli dengan kamera. Mereka segera memasukkan surat suara. Lalu mencelupkan jari kelingking mereka ke botol tinta.

Mereka yang sudah selesai mencoblos tidak segera pulang. Mereka tetap menunggu hingga rekan serumah selesai mencoblos. Dengan bergerombol pula mereka kembali ke rumah tempat tinggal mereka.

Mereka yang mengantongi surat undangan, bisa memilih dengan lancar. Lain halnya dengan warga yang tidak mendapat surat undangan. Mereka dapat menggunakan KTP. Sayang, hanya KTP beralamat Telukpandan yang bisa digunakan di sana.

Itulah yang dialami Teti Suneti asal Indramayu. Ia harus mengubur dalam-dalam keinginannya untuk memilih dikarenakan KTP yang dia gunakan masih KTP daerah asalnya: Indramayu.

“Kecewa mau nyoblos gak bisa karena KTP kampung, pulang ajalah,” ujar wanita 23 tahun ini.

Ironis, walau bersemangat memilih, Teti mengaku tidak mengetahui siapa saja calon dalam Pilkada kali ini. “Tapi gak tau siapa yang mau dicoblos,” ucapnya.

Hasil perhitungan suara dalam TPS tersebut untuk Pemilihan Gubernur pasangan nomor urut 2 Soerya Respationo-Ansar Ahmad (SAH) unggul dengan jumlah suara 101 suara sementara pasangan nomor urut 1 Muhammad Sani-Nurdin Basirun (Sanur) meraih suara sebanyak 28 suara, sebanyak 6 suara batal dalam Pilgub.

Di tingkat pemilihan wali kota Batam, pasangan nomor urut satu Rudi-Amsakar (Ramah) unggul dengan raihan suara 75 suara, sedangkan pasangan nomor urut dua Ria-Sulistyana (Rialis) memperoleh suara sebanyak 55 suara, sementara suara batal sebanyak 5 suara.

Terhitung hanya 134 pemilih dari 292 Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditambah satu yang memakai KTP ikut menyalurkan hak politik TPS 34 Telukpandan.

“Yang ikut (memilih) 135 pemilih, 134 orang yang dari DPT dan satu lagi yang bawa KTP,” kata ketua TPS 34, La Ode Pelita.

Menurutnya, jumlah surat suara untuk TPS 34 sendiri sebanyak 300 surat suara, otomatis yang tidak terpakai 165 surat suara dan selanjutnya akan dikembalikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam.

“Semua (logistik) akan dikembalikan, termasuk surat suara,” katanya.

Menurutnya pemilihan kali ini, calon pemilih yang tidak mendapat undangan akan diperbolehkan memilih jika alamat TPS sesuai dengan KTP yang dimiliki calon pemilih. “Gak bisa pakai KTP lain, harus KTP sini,” katanya lagi.

Maka dari itu, banyak warga yang tidak bisa ikut memilih karena terkendala KTP dan jika harus diurus memerlukan waktu yang lama. “Ada yang gak mau ribet,” ucapnya.

Sementara itu ketua RT 01 RW 014, Irwan Mahdi mengatakan jumlah pemilih atau DPT di tempat yang dia pimpin tersebut sangat jauh dengan jumlah warga yang menembus angka 528 orang.

“Yang terdata akhir bulan kemarin (November) segitu,” katanya.

Dia mengaku jumlah tersebut sudah disampaikannya ke petugas agar selanjutnya data pemilih dapat diperbaharui, namun tak kunjung diperbaharui.

“Sudah sejak lama kami sampaikan,” ucapnya.

Irwan mengatakan partisipasi pemilih lebih sedikit dari jumlah DPT disebabkan banyak warga yang pindah dan tidak menginformasikan ke pihak RT.

“Banyak yang pindah, pulang kampung. Kadang hanya seminggu, sebulan, pindah mereka. Kalau setahun masih bagus yang tidak kita prediksi,” ujarnya. ***

December 10, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: