Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Mualim Nakal Gunakan Radio GMDSS untuk Pacaran

Ganggu Dunia Penerbangan Nasional dan Internasional

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

BEBERAPA waktu lalu ada laporan pihak penerbangan Amerika Serikat dan Singapura tentang terganggungnya sistem komunikasi penerbangan mereka. Keadaan ini terjadi karena, ada radio siaran, oknum mualim dan nonmualim menggunakan radio GMDSS, radio konsesi (handy talky)  tidak sesuai dengan peruntukannya, seperti untuk pacaran, dan lainnya.

‘’Oknum tadi menggunakan GMDSS dan peralatan komunikasi bukan pada frekuensi yang benar/ tepat. Akhirnya, frekuensi yang digunakan secara salah tadi, malah masuk ke frekuensi penerbangan negara lain,’’ sebut Pembina Indorad Foundation, Azharsyah saat pelatihan General Operator Certificate (GOC) Global Maritime Distress & Safety System (GMDSS) angkatan ke-47 di Ultima Horison King’s Tower, Seraya Atas, Rabu (16/12/2015) pukul 08.00 WIB.

Dengan peralatan khusus yang dimiliki Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit (Balmon Spekfrekrad dan Orsad) kelas II Batam, bisa dilacak dari daerah mana komunikasi yang menggunakan frekuensi tidak sesuai peruntukannya tersebut. Yang lebih ironi, komunikasi di radio GMDSS dan sejenisnya dijadikan sebagai alat untuk mojok (berpacaran, red).

Hal ini sangat berbahaya. Karena untuk kepentingan pribadi (pacaran, red), komunikasi penerbangan nasional dan internasional jadi terganggu/ rusak. Pesawat susah/ tidak bisa menentukan arah dan komunikasi lagi. Ini berpotensi menyebabkan kecelakaan di udara atau saat mendarat di bandara.

Masalah ini perlu menjadi perhatian dan catatan DPRD, pengusaha, masyarakat, Pemerintah. Semua pihak perlu memahami dan mencegah  penggunaan radio secara salah (tidak sesuai dengan peruntukannya).

‘’Maaf saja. Negara lain mencap oknum pengguna radio komunikasi dan sejenisnya di negara kita keras kepala dan susah diatur,’’ sesalnya.

Sebelumnya, pihak Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit (Balmon Spekfrekrad dan Orsad) kelas II Batam, melantik 25 peserta pelatihan GOC GMDSS.

‘’Pada angkatan kali ini, tingkat kelulusan mencapai 89 persen. Dari 28 peserta, lulus 25 orang, mengulang tiga orang,’’ papar Kepala Balai Monitor (Balmon) Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Batam, Bakhtiar saat pelantikan.

Azharsyah melanjutkan, peserta GOC GMDSS kali ni berasal dari Provinsi Kepri, Riau Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Selatan (Sumsel), Jakarta, Jawa Tengah, Maluku, dan Sulawesi.

Adapun peserta dari Tanjungpinang, Abdullah Amdan dengan nomor ujian 01/SOU/BARU/M/2015 meraih nilai tertinggi dengan predikat terbaik. Hingga akhir 2015 ini, Indorad sudah sepuluh kali menggelar Ujian Negara (UN) GOC GMDSS.

‘’Kita bersyukur. Dengan bartambahnya usia lembaga pendidikan (lemdig) Indorad Foundation, kepercayaan masyarakat Indonesia dan internasional semakin meningkat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan bidang informasi komunikasi di dunia perkapalan,’’ tegas Azharsyah.

Azharsyah menyebutkan, pelatihan ini sangat besar manfaatnya bagi mualim dan nonmualim. Pemahaman mualim dan nonmualim tentang cara berkomunikasi, etika berkomunikasi, akan semakin meningkat. Ini tentu akan membantu baiknya sistem komunikasi di dunia pelayaran.

Saat ini lanjutnya, masih banyak kapal-kapal di Kepri belum mempunyai radio operator (RO). Khususnya, RO yang mempunyai GOC GMDSS.

‘’Sejak tahun 2011, aturan di Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) terkait dengan radio komunikasi di laut semakin ketat. Pemerintah menekankan setiap kapal yang lebih dari 150 Gross Tonase (GT) wajib mempunyai seorang RO dengan mengantongi GOC GMDSS,’’ ujar Azharsyah.

Kapal-kapal yang tidak memiliki RO GOC GMDSS, dipastikan merugikan kapal dan pemilik kapal itu sendiri. Kapal tersebut oleh pihak pelabuhan tidak akan diperkenankan berlayar.

Aturan tadi, semakin ketat ketika kapal-kapal Indonesia masuk ke perairan internasional. Pihak pelabuhan internasional tidak memberikan toleransi sedikitpun bagi kapal-kapal asing, termasuk kapal dari Indonesia, untuk menaikkan dan menurunkan barang di negara mereka. Ini artinya, proses ekspor impor yang ada di sebuah kapal tidak berjalan dengan maksimal.

Indorad adalah lembaga formal perpanjangan tangan Dirjen Hubla untuk mualim dan nonmualim di wilayah Barat termasuk Kepri, Riau, dan Sumatera Barat. Dirjen Hubla sengaja menghadirkan Indorad untuk membantu dunia pelayaran di wilayah Barat.  Indorad menargetkan seluruh kapal di Kepri, Riau, dan daerah di Sumatera, bisa memiliki RO GOC GMDSS.

Tujuannya jelas, agar proses ekspor impor dan pengangkutan barang di sebuah kapal bisa berjalan. Dengan demikian, upaya pemerintah untuk melegalkan transportasi laut sesuai aturan telah terpenuhi. Dampak lain dari dimilikinya GOC GMDSS, akan meningkatkan perekonomian masyarakat yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam transportasi laut.

Kualitas pendidikan Indorad telah mengacu kepada standar pendidikan nasional dan International Maritime Organization (IMO) Model Cose 1.25. Terutama untuk melahirkan seorang RO yang mampu mengoperasikan perangkat GMDSS di tengah lautan dengan tepat dan benar. Indorad berharap kehadiran mereka di wilayah Barat ini bisa dimanfaatkan ribuan, bahkan belasan ribu mualim dan nonmualim untuk melengkapi diri mereka dengan GOC GMDSS. ***

.
.
Batam, Rabu 16 Desember 2015

December 16, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: