Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Jangan Segan Berterima Kasih

Pribadi yang Baik, Tercermin dari Ucapan

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

TERIMA kasih. Jumlahnya cuma dua kata. Kalau mau dipecah, lagi menjadi lima suku kata. Sederhana sekali. Mudah ditulis. Tapi sayangnya, dua kata ini sulit diucapkan oleh orang tertentu.

Terima kasih manfaat

Mengapa demikian? Mungkin karena malas bersuara. Bisa juga juga lagi sakit gigi. Namun, dua alasan tadi terlalu dibuat-buat. Pantaskah hanya karena alasan itu, rasa terima kasih tidak terucap dari lidah kita? Terutama kepada orang yang telah membantu kita?

Terima kasih sangat penting dalam kehidupan ini. Apakah ucapan itu rela atau tidak, setidaknya ucapan tersebut mengingatkan kita akan jasa atau kebaikan orang lain dan membuat orang lain merasa dihargai. Terima kasih memiliki banyak manfaat, baik untuk orang yang menerima ucapan terima kasih ataupun orang yang mengucapkan terima kasih.

Ucapan tersebut, mempunyai banyak makna. Beberapa di antaranya adalah:

1. Menghargai Seseorang

Ketika kita mengucapkan terimakasih atas kebaikan orang lain, artinya ktia telah memberikan penghargaan terhadap orang tersebut. Kita menerima kebaikan yang telah ia berikan dan menghargai usahanya. Penghargaan tidak harus selalu diungkapkan dengan pemberian tropi, tetapi ucapan-ucapan sederhana bahwa kita menghargai usaha seseorang.

2. Membahagiakan Orang Lain

Ketika kita memberikan penghargaan kepada orang lain atas kebaikan yang telah ia berikan, pasti dia akan merasa senang. Siapa yang tidak senang mendapatkan penghargaan, sekalipun tidak menerima tropi dengan nyata?

3. Memotivasi untuk Berbuat Kebaikan Selanjutnya

Pada saat seseorang menerima ucapan terima kasih dan merasa senang bahwa usahanya telah dihargai, maka orang tersebut akan termotivasi untuk kembali berbuat kebaikan dilain kesempatan. Ia akan semakin banyak menebar kebaikan di setiap waktu.

4. Menjaga Kesehatan

Sedikit dari kita yang mengetahui, bahwa ucapan terimakasih dapat menjaga kesehatan. Ucapan terima kasih yang kita berikan kepada seseorang ternyata memberikan manfaat kepada kesehatan diri kita sendiri. Secara simultan pikiran kamu akan membawa kesehatan pada tubuh kamu karena merasakan kepuasan batin dan pikiran.

5. Mencerminkan Pribadi yang baik

Jika kita sering mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang berbuat kebaikan, meski kebaikan kecil sekalipun, hal itu akan mencerminkan kita adalah pribadi yang baik.

Lantaran kita selalu menghargai setiap usaha yang dilakukan orang lain dan memiliki kepekaan terhadap orang-orang disekitarmu, yang mungkin menganggap kebaikan orang itu tidak berarti apa-apa.

Manfaat mengucapkan terimakasih ini memang masih belum dirasakan secara jelas. Tetapi setelah mengetahui manfaat dari ucapan terimakasih, tidakkah kita ingin merasakan manfaatnya?

6. Menambah Kawan dan Saudara

Orang yang kita berikan ucapan terima kasih, akan merasa senang. Tidak menutup kemungkinan, orang tersebut akan menjadi kawan, sahabat, bahkan saudara kita. Sangat luar biasa.

7. Menunjukkan Tak Ada Rasa Iri Dengki di Hati

Terima kasih merupakan wujud isi hati seseorang. Ucapan terima kasih, menunjukkan seseorang memiliki hati yang bersih, tidak ada iri, dengki, sakit hati melihat prestasi dan keberhasilan, prestasi orang lain.

Hanya orang yang sombong, iri, dengki, tidak mau mengakui kelebihan, kekayaan, ke-aliman, kepintaran orang lain, yang tidak mau mengucapkan kata terima kasih kepada orang yang menolongnya. Mengucapkan terima kasih mempunyai banyak cara. Bisa lewat tulisan, lisan, anggukan kepala, mengirim  Short Message Service (SMS), atau paling sederhana adalah memberikan like atau comment dalam satu akun facebook.

Orang sombong, disadari atau tidak, merasa dialah yang paling pintar, kaya, baik, dan lain sebagainya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Lukman: 18).

Ayat ini mengajarkan akhlak yang mulia yaitu bagaimana seorang muslim sebaiknya bersikap ketika berbicara, di manakah pandangan wajahnya. Dalam ayat ini diajarkan agar seorang muslim tidak bersikap sombong. Inilah yang dinasehatkan Lukman pada anaknya.

Jangan Memalingkan Wajah Ketika Berbicara

Dalam ayat mulia di atas disebutkan,

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia.” Yang dimaksud adalah janganlah engkau memalingkan wajahmu ketika sedang berbicara pada yang lain atau ada yang mengajak bicara. Ini menunjukkan sifat sombong pada mereka. Ketika berbicara arahkanlah wajahmu kepada lawan bicara. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,

ولو أن تلقى أخاك ووجهك إليه مُنْبَسِط، وإياك وإسبال الإزار فإنها من المِخيلَة، والمخيلة لا يحبها الله

“Jika engkau bertemu saudaramu, berwajahlah ceria di hadapannya. Waspadalah dengan menjulurkan celana di bawah mata kaki karena perbuatan tersebut termasuk kesombongan. Namanya sombong tidak disukai oleh Allah.” (HR. Ahmad 5: 63).

Kemudian, Rasulullah menjelaskan dalam sebuah hadis yang berbunyi

مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ

“Barang siapa tidak berterima kasih kepada manusia, dia tidak berterima kasih kepada Allah” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani)

Islam menganjurkan ucapan terimakasih yang baik adalah ucapan terimakasih yang disertai dengan doa. Ucapan terimakasih yang disertai doa adalah dengan mengucapkan kata “jazaakallah khairan” (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah dalam hadistnya yang berbunyi

مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِى الثَّنَاءِ

“Barangsiapa diperlakukan baik oleh orang lain kemudian ia berkata kepadanya “jazaakallah khairan” (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka ia telah memujinya dengan setinggi-tingginya” (HR. Tirmidzi, Al Albani berkata: “shahih”)

Segala puji memang hanya milik Allah Ta’ala. Kepada-Nya lah kita mensyukuri segala nikmat dan anugerah yang kita peroleh. Semua adalah dari-Nya dan terjadi atas izin-Nya.

Namun, tidak berarti kita meremehkan peran serta manusia atas segala kebaikan dan kemudahan yang kita terima dalam hidup kita. Rasa terima kasih pada manusia merupakan bagian dari rasa syukur kita kepada Allah. Muhammad, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sangat menghargai kebaikan orang lain dan selalu berusaha untuk membalas serta menunjukkan rasa terima kasihnya atas setiap kebaikan yang beliau terima dari orang lain.

Membalas kebaikan orang lain kepada kita diperintahkan oleh Islam. Rasulullah Saw memerintahkan umatnya agar membalas kebaikan orang lain dengan sabdanya:

“Barangsiapa diperlakukan baik (oleh orang), hendaknya ia membalasnya. Apabila dia tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya, hendaknya ia memujinya. Jika ia memujinya, maka ia telah berterimakasih kepadanya, namun jika menyembunyikannya, berarti dia telah mengingkarinya” (HR. Bukhari).

Setiap manusia tentu ingin dihargai. Islam mengajarkan untuk saling berbuat baik dan menebar kasih sayang. Berterima kasih merupakan salah satu perwujudannya. Ungkapan terima kasih dapat meningkatkan rasa syukur, menyembuhkan lelah, menyuburkan kebaikan, menambah kawan, dan memperbanyak rezeki.

Rasul juga menegaskan, orang yang tidak berterima kasih kepada manusia maka hakikatnya tidak berterima kasih atau bersyukur kepada Allah SWT.

Laa yasykurullaaha manlaa yasykurunnaas. “Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterima kasih kepada manusia.” (HR. Bukhari dan Abu Dawud).

Ucapan terima kasih terbaik dalam Islam adalah mengucapkan terima kasih plus doa agar Allah membalas kebaikannya. Dalam bahasa Arab, ungkapan terima kasih dan doa ini berbunyi “Syukron wa Jazakallahu khairon” (terima kasih dan semoga Allah membalasmu dengan kebaikan). Rasulullah Saw bersabda:

“Barangsiapa diperlakukan baik, lalu ia mengatakan kepada pelaku kebaikan itu, “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan”, maka ia telah tinggi dalam memujinya.” (HR. Tirmidzi).

Keengganan berterima kasih, memang menjadi fenomena menanrik dalam kehidupan ini. Pada satu daerah, memang ada kebiasaan warganya yang tidak terbiasa mengucapkan terima kasih.

Bagi mereka, ditolong bagaimanapun besarnya, ucapan terima kasih tidak akan terlontar dari mulutnya. Apalagi tidak ditolong. Itu contoh yang buruk. Tidak pantas bagi kita untuk menirunya.

Mengucapkan terima kasih juga merupakan kebaikan. Jangan meremehkan berbuat baik sekecil apa pun walau hanya dengan senyum manis tatkala bertemu, begitu pula walau hanya membantu urusan saudara kita yang ringan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada Jabir bin Sulaim,

وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ

“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.” (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah ketika menjelaskan penggalan hadits di atas mengatakan,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan pada Jabir bin Sulaim agar tidak meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Setiap kebaikan hendaklah dilakukan baik itu ucapan maupun perbuatan. Kebaikan apa pun jangan diremehkan. Kebaikan itu adalah bagian dari berbuat ihsan. Allah mencintai orang-orang muhsin (yang berbuat baik).

Jika engkau menolong seseorang untuk menaikkan barang-barangnya ke kendaraannya, itu adalah suatu kebaikan. Jika engkau membantu dalam perkara yang ia butuh, maka itu termasuk kebaikan. Bila engkau memberi pena pada saudaramu agar ia bisa terbantu dalam menulis, maka itu adalah suatu kebaikan. Meski pula engkau hanya meminjamkan, maka itu adalah bagian dari kebaikan. Jadi jangan remehkan kebaikan sedikit pun, sungguh Allah menyukai orang yang berbuat baik.

Ada suatu kaedah yang bisa mengingatkan seseorang untuk terus berbuat baik pada orang lain, yaitu hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَمَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ

“Siapa yang menolong saudaranya dalam kebutuhannya, maka Allah pun akan menolongnya dalam kebutuhannya” (HR. Bukhari no. 2442 dan Muslim no. 2580, dari Ibnu ‘Umar).

Bagaimanapun keadaannya. Ungkapan rasa terima kasih jangan sampai hilang dari lidah kita. Terutama untuk orang y ang sudah menolong kita. ***
.
.
.
Batam, Jumat 18 Desember 2015
.
.
.
DAFTAR PUSTAKA

http://palingseru.com/32849/4-manfaat-mengucapkan-terima-kasih
http://ddhongkong.org/berterima-kasih-atas-kebaikan-orang-lain/
http://irvandiirawan.blogspot.co.id/2012/12/makna-mengucapkan-terimakasih-dan.html
https://rumaysho.com/2460-nasehat-lukman-pada-anaknya-7-jangan-bertingkah-sombong.html

December 18, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: