Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Sah, Sanur Pemenang Pilgub

Unggul 41.827 Suara dibanding Soerya-Ansar

FARADILLA-OSIAS, Tanjungpinang

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kepri secara resmi mengumumkan hasil pemilihan gubernur dan wakil gubenur Kepri 2015. Pasangan nomor urut 1, M Sani-Nurdin Basirun (Sanur) dinyatakan menang dengan perolehan suara sebanyak 347.515.

HM Sani

HM Sani

”Sedangkan suara pasangan nomor urut 2, Soerya Respationo-Ansar Ahmad (SAH) sebanyak 305.688, kata Ketua KPU Kepri, Said Sirajudin ketika memimpin sidang pleno rekapitulasi perhitungan suara Pilgub Kepri 2015 di Asrama Haji Tanjungpinang, Jumat (18/12/2015).

Dengan kata lain, pasangan Sanur unggul 41.827 suara. Jumlah suara ini tidak jauh beda dengan hasil hitung TPS (form C1) yang ditampilkan di laman KPU, https://pilkada2015.kpu.go.id.
Dalam kesempatan itu, Said menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang

telah bekerjasama dalam mensukseskan jalannya pelaksanaan Pilkada serentak di Kepri tahun 2015. Khususnya kepada aparat TNI-Polri yang turun mengawal jalannya pelaksanaan pilkada di Kepri.

“Tak lupa juga kami mengucapkan terima kasih kepada para saksi dari masing-masing pasangan calon yang hadir,” ucapnya.

Proses rekapitulasi kemarin diwarnai protes dari saksi pasangan calon (paslon) nomor urut 2. Mereka keberatan dengan pelaksanaan pilkada serentak di Tanjungpinang dan Kota Batam.

“Kami tidak keberatan dengan angka perolehan. Namun kami keberatan dengan distribusi surat suara yang terjadi di tiap kecamatan di Tanjungpinang. Jadi kami menetapkan keberatan atas hasil penghitungan di Tanjungpinang,” tutur saksi nomor urut 2, Ruslan.

Sementara untuk kota Batam, saksi paslon nomor urut 2 kembali menyoal Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Tetap Tambahan 1 (DPTb1) Kota Batam.

Ini setelah Bawaslu melihat adanya selisih jumlah pemilih yang signifikan, antara DPT dan DPTb1 yang ditetapkan pada 8 November dan pada hari pemilihan 9 Desember.

“Melihat kondisi pemilih yang ruwet di Batam ini, akhirnya kami dengan tegas berkeberatan dengan hasil penghitungan untuk Kota Batam,” tutur Ruslan kemudian. Akibat keberatan yang disampaikan saksi ini, rapat pleno penetapan hasil Pilgub Kepri 2015 diskors. Selanjutnya, KPU melakukan perbaikan DPT dan DPTb1, saat itu juga.

‘’Meski ada perbedaan jumlah DPT dan DPTb1 untuk Batam, perbedaan ini tak mengganggu perolehan suara yang ada di Kota Batam,” terang Ketua Bawaslu Kepri, Razaki Persada.

Berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara yang sudah ditetapkan KPU Provinsi Kepri kemarin, paslon nomor urut 1 unggul di lima kabupaten/kota yang ada di Kepri. Yakni di Kota Batam, paslon nomor urut 1 memperoleh 160.368 suara atau unggul 12.468 suara dibandingkan paslon nomor urut 2 yang hanya memperoleh 147.900 suara.

Selanjutnya di Kabupaten Lingga, paslon nomor 1 berhasil unggul 5.290 suara dari pesaingnya atau meraup 27.632 suara, sedangkan paslon nomor urut dua memperoleh 22.342 suara. Di Kabupaten Natuna, pasangan Sanur memperoleh 22.315 suara atau unggul 4.639 suara dibandingkanpaslon nomor urut 2 yang memperoleh 17.676 suara.

Kemudian, pasangan Sanur juga menang di Kota Tanjungpinang. Sanur unggul 4.736 suara dibandingkan pesaingnya. Di ibu kota Provinsi Kepri ini, paslon nomor 1 mendapat 39.787 suara sedangnkan paslon nomor 2 memperoleh 35.051.

Kemenangan telak bahkan diraih pasangan Sanur di Kabupaten Karimun. Di Bumi Berazam ini Sanur berhasil meraih suara sebanyak 64.611 suara. Sedangkan pasangan SAH hanya 24.653 suara. Dengan kata lain, suara Sanur 39.958 lebih banyak dari SAH.

Sementara pasangan SAH hanya mampu memenangi pilkada di dua daerah, yakni di Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Bintan. Di Bintan, SAH unggul 23.493 suara dengan total perolehan 46.801 suara. Sedangkan paslon nomor urut 1 hanya meraih 23.308.

Kemudian di Kabupaten Anambas, paslon nomor urut 2 unggul 1.771 suara dengan raihan total 11.265 suara. Sedangkan paslon nomor urut 1 hanya meraih 9.494 suara.

Pantauan Batam Pos, sidang pleno penetapan hasil Pilgub Kepri kemarin mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Sedikitnya ada 376 personel yang diturunkan untuk melakukan pengamanan di luar Asrama Haji Tanjungpinang, tempat sidang pleno digelar.

Polisi juga mengawasi secara ketat setiap tamu dan undangan yang akan masuk ke dalam Asrama Haji. Satu persatu diperiksa dan wajib melewati pintu metal detector sebelum masuk ke ruangan.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Kristian Siagian, melalui Kabag Ops Kompol Jamaluddin mengatakan pengamanan rapat pleno ini dibagi beberapa sektor. Selain itu sebelum dimulainya rapat pleno tersebut, pihaknya juga melakukan sterilisasi di dalam ruangan dan sekitar lokasi kegiatan.

“Anggota yang bertugas ini gabungan dari Polda Kepri, Polres, baik itu jajaran Serse, Brimob dan Sabhara,” ujar Jamaluddin.

Dikatakan Jamaluddin, yang boleh masuk ke lokasi rapat pleno hanya tamu yang membawa undangan dari KPU.

Semenetara puluhan pendukung Sanur juga ramai mendatangi lokasi sidang pleno. Meski tidak boleh masuk ke dalam ruang sidang pleno, mereka tetap bersuka cita merayakan kemenangan Sanur di luar gedung Asrama Haji Tanjungpinang. ***

December 20, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: