Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Rencana Pembangunan Separo Jalan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batam yang disusun pada 2011 hingga 2016 belum sepenuhnya tuntas diwujudkan. Padahal, masa bakti kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan-Muhammad Rudi akan berakhir 1 Maret nanti atau tidak sampai 100 hari lagi.

BATAM POS, Batam

Pelbagai proyek pembangunan fisik yang mestinya tuntas di penghujung waktu, nyatanya belum semua terealisasi. Sebut saja proyek peningkatan jalan di Dinas Pekerjaan Umum (PU). Kepala Dinas PU, Yumasnur, tak menampik itu.

“Kalau untuk jalan, hampir semua tercapai, ini sudah hampir 100 persen,” kata Yumasnur.

Sayangnya, ia enggan memerinci persentase pasti berapa jumlah proyek penambahan jalan yang telah tercapai. Pun, ia tak mau mengungkap berapa banyak pekerjaan yang belum tuntas itu. “Saya tak hafal angkanya,” kilah dia.

Sementara di Dinas Tata Kota (Distako), proyek juga belum semuanya tuntas. Kepala Distako Batam, Asril yang baru mengampu jabatan tersebut sejak medio Agustus lalu mengatakan realisasi pembangunan jangka menengah di instansinya belum genap 100 persen.

“Intinya saya belum cek berapa pastinya, tapi sekitar 90 persenan yang sudah selesai,” kata dia.

Lain halnya di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam. Instansi ini menyatakan realisasi RPJMD sudah sesuai target.  “Sudah tercapai,” kata Kepala Disdik Batam, Muslim Bidin.

Hanya saja, ia jelaskan masih ada proyek fisik berupa pembangunan sekolah yang masih berjalan, dan diperkirakan rampung tepat waktu pada tahun depan.

“Bertahap, tahun ini baru buat DED (detail Enginering design) dan pematangan lahan, tahun 2016 pembangunannya,” kata Muslim.

Belum rampungnya semua target RPJMD Kota Batam juga diamini Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batam, Wan Darussalam. Ia katakan, untuk beberapa target mikro dan spesifik seperti peningkatan jalan maupun pembangunan sekolah baru, masih ada yang belum rampung. Pihaknya beralasan, ada kendala yang dihadapi di lapangan.

“Yang jelas di pendanaan,” kata Wan.

Keterbatasan anggaran, ia tuding sebagai penghambat lajunya proyek pembangunan di kota industri ini. Ia juga menyebut, realisasi pendapatan daerah belum cukup tinggi untuk menggenjot realisasi program pembangunan. “PAD (pendapatan asli daerah) lewat pajak baru mendekati Rp 900 miliar,” kata dia.

Tak hanya itu, Wan juga menyebut faktor lain yang turut menghadang laju proyek. Antara lain, keterbatasan kewenangan Pemko Batam untuk menentukan lahan yang akan dibangun. “Faktor lokasi yang belum fix (pasti) jadi kendala,” terang Wan.

Sedangkan secara makro, Wan menyebut target sudah tercapai. Seperti, indikasi dari pertumbuhan ekonomi.”Kita pasang 7-8 persen, kita sudah capai 7,0 hingga 7,8 persen,” bebernya.

Estimasi pertumbuhan ekonomi itu, sambung dia, mestinya bisa melampaui ekspektasi. Sayangnya, ada asumsi yang meleset dari perkiraan. “Misalnya asumsi Rempang-Galang itu sudah jalan (dikembangkan), tapi ternyata dalam lima tahun tidak jalan,” ungkapnya.

Wan juga menyatakan, pihaknya sedang membuat kajian teknokratik, suatu kajian ilmiah yntuk mengevaluasi RPJMD lima tahun berjalan sebelum menyusun isu-isu strategis tahun 2016-2021 mendatang. Kemudian, kata ia, akan menyusun indikasi program, dan disinkronkan dengan RPJMN pusat.

“Nanti disinkronkan lagi dengan kajian teknokratik RPJMD Provinsi Kepri,” tuturnya.

Setelah itu rampung, Wan mengatakan tahap berikutnya yakni menyusun RPJMD untuk tahun 2016-20021.

“Yang nanti akan disinkronkan dengan visi-misi (wali kota yang baru),” katanya.

Namun sayangnya, Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan belum mau berkomentar terkait evaluasi kinerja serta capaian RPJMD 2011-2016 selama periode kedua pemerintahannya tersebut. Ia berkilah, akan menyusun dan memberikan jawaban terkait hal tersebut dalam waktu dekat.

”Saya akan membuat rilis dan menggelar konferensi pers soal itu,” kata dia.

DPRD Bilang Belum

Perbeda dengan Pemko, DPRD Kota Batam justru melihat banyak target dalam RPJMD yang belum tercapai. “Tahun depan RPJMD Kota Batam berakhir, tak ada satupun yang berhasil direalisasikan,” kata anggota DPRD Kota Batam, Udin PS.

Udin mengatakan, infrastruktur, pendididikan, kesehatan, hingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam tak pernah ada kemajuan. “Presentasenya menurun dari tahun ketahun,” kata Udin.

Begitupun PAD Kota Batam, meskipun angkanya mengalami peningkatan, namun pertumbuhannya justeru terus merosot. “Terutama tahun 2014 hingga target di tahun 2016 mendatang.

Udin menjelaskan, tahun 2012 PAD Kota Batam mencapai Rp413 Miliar mengalami peningkatan 27 persen dari tahun sebelumnya. Tahun 2013 PAD Kota Batam meningkat 46,8 persen menjadi Rp606,30 Miliar.

“Tahun 2013 peresentase peningkatan yang cukuf signifikan,” katanya.

Tahun 2014, presentase peningkatannya menurun menjadi 28,6 persen PAD Batam hanya Rp779 Miliar. Tahun 2015 turunnya semakin drastis, pertumbuhannya hanya 5,7 persen atau hanya Rp824 Miliar.

”Tahun 2016 lebih parah lagi, pertumbuhannya hanya 2,3 persen. PAD Batam hanya Rp843 Miliar,” ungkapnya.

Pertumbuhan tersebut diangap tak masuk akal, mengingat pertumbuhan ekonomi indonesia mencapai 4,7 Persen.

“Harusnya Batam di atas itu,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Batam, Zainal Abidin pesimis RPJMD bisa tercapai di tahun 2016.

“Saya kira takkan tercapai, 70 persen saja sudah bagus,” kata Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini.

Menurut Zainal, RPJMD tak pernah dijadikan dasar rujukan pembangunan Batam. Meskipun ada, presentasenya sangat kecil.

Anggota Badan Anggaran Fraksi PKS DPRD Kota, Riky Indrakari mengatakan, Batam selalu gagal menggenjot angka minimal belanja modal untuk pembangunan infra struktur, minimal 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Belanja Daerah setiap tahunnya dihamburkan untuk pengadaan barang dan jasa serta honorarium pegawai negeri.

“Harusnya memang bisa digenjot (DPRD),” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Riky Indrakari.

Namun kenyataannya, baik pemerintah maupun DPRD selalu gagal untuk mengawal ketentuan itu. Di tahun 2011 proporsi belanja modal terhadap belaja daerah hanya sebesar 11,7 persen. Tahun 2014 hanya 25 persen dari realisasi anggaran. Begitupun di APBD-P 2015, belanja modal Pemko hanya 25,2 persen atau sekitar Rp599 Miliar.

“Tak pernah sampai 30 persen,” ungkap Riky Indrakari.

Salah satu contoh, target RPJMD yang belum terwujud adalah pembangunan stadion mini di Batubesar, Nongsa. Stadion yang dibangun Dinas Tata Kota itu seharusnya selesai 2014 lalu. Anggaran untuk pembangunannya lebih dari Rp 20 Miliar.

“Kita memang melanjutkan saja. Kalau masalah ini sudah dianggarkan di 2014 lalu. Saya tidak tahu. Saya juga tak mau berkomentar,” kata Asril, kepala Dinas Tata Kota Batam, Minggu (20/12/2015).

Asril mengatakan saat ini pembangunan stadion tersebut sudah pada tahap pembangunan kontruksi tribun penonton. Ia bergarap tahun depan ini sudah bisa selesai.

“Mungkin di tahun depan sudah finishing. Tapi kalau pun tidak selesai, mungkin dilanjut 2017. Sejauh ini pengerjaannya sudah 60 persen,” katanya.

Asril mengatakan pembangunan stadion tersebut dilakukan bertahap. Ini tergantung anggaran yang ada. Ia berharap dukungan dari semua pihak agar pembangunannya bisa selesai tepat waktu.

“Kalau pembangunan lanjutan hanya proyek ini. Kalau jalan atau drainase yang lanjutan tidak ada,” katanya.

Pembangunan stadion mini mulai dibangun kala Gintoyono, Asisten II bidang ekonomi dan pembangunan menjabat kepala dinas tata kota Pemko Batam. Kontraktor tidak menyelesaikan pembangunan itu dan melarikan diri. Perusahaan kontraktor tersebut pun masuk dalam daftar hitam di Pemko Batam. (rna/hgt/ian)

December 21, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: