Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Penuhi Kebutuhan Orang Tuamu

Semoga Anak~Anak Sudah Melakukan Ini Sebelum, Saat, dan Sesudah Hari Ibu

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

ORANG tua tidak hanya butuh ucapan. Mereka juga memerlukan biaya hidup, walaupun tinggal dengan anak, ataupun jauh dari anaknya.

Amak perlu beras

Ibu tidak membutuhkan ucapan selamat hari ibu. Tapi ibu membutuhkan transfer (uang) untuk membeli beras.

Selagi orang orang tua masih berada di dunia, dia masih membutuhkan makanan, pakaian, rumah seperti kita, anaknya.

Begitu sederhana masalah ini. Tapi kadang, sebagian kita pelit. Pelit uang, pelit kasih sayang.
Kita melupakan kewajiban terhadap orang tua. Ada kawan saya, begitu sayang dengan orang tuanya. Ketika orang tua sakit, sampai buang air besar di tempat tidur, sayangnya tidak berkurang.

Dia tidak lari, tidak lepas tanggung jawabnya ketika orang tua sakit, dan tua. Tidak perlu saya sebut nama dua kawan saya tersebut.

Kamu pasti membaca tulisan ini. Ya kamu. Siapa lagi. Insya Allah, surga untuk kamu yang tetap sayang orang tua. Lalu kita bagaimana? Sama seperti kawan saya itu?

Kita hanya pandai memberi ucapan selamat? Pandainya cuma memuji~muji di media sosial (seperti FB, WhatsApp, dan lainnya) ketika Hari Ibu.

Apa kenyang orang tua dengan pujian? Bisakah semua orang tua membaca FB, WhatsApp? Jawabannya tidak.

Berapa banyak orang tua dari kita yang bisa mengirim SMS, main FB, WhatsApp dan lainnya. Mereka tak butuh ucapan. Mereka membutuhkan kasih sayang yang nyata. Setelah itu baru ucapan.

Roh cinta ibu melalui Hari Ibu secara nasional dan ini terlambat hadir ke dunia.

Di samping sekadar mengucapkan selamat di Hari Ibu, masih ada kalimat sakti yang sangat penting, namun jarang kita ucapkan.

Nabi Muhammad SAW 1437 tahun yang silam, telah menyuruh dan mengajarkan kita, untuk mengucapkan rasa cinta dan kasih sayang kita kepada ibu, juga ayah, yaitu:

Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kamaarabbayaani saghira.

Artinya: Ya (Allah) Rabbku, ampunilah dosaku dan dosa ayah serta ibuku, kasihanilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil.

Allah juga berfirman:

Rabbir hamhuma kama rabbayani shaghirra. (Surat Al-Israa ayat ke 24).

Artinya: Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.

Dari sisi histori, semangat cinta ibu dan Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember secara nasional.

Kemudian, di Amerika dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hong Kong, Hari Ibu atau Mother’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei.

Pada beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day diperingati setiap tanggal 8 Maret.

Hari ibu di Amerika Serikat dirayakan pertama kali pada tahun 1908, ketika Anna Jarvis mengadakan peringatan atas kematian ibunya di Grafton, West Virginia.

Pada tahun 1908, Kongres Amerika Serikat menolak proposal untuk menjadikan Hari Ibu sebagai hari libur nasional. Pada tahun 1911, seluruh negara bagian di Amerika Serikat menjadikan Hari Ibu sebagai hari libur.

Pada tahun 1914, Woodrow Wilson menandatangani deklarasi untuk menjadikan Hari Ibu sebagai hari libur nasional.

Benar. Dari sisi sejarah, cinta ibu, hari ibu, secara nasional dan internasional baru hadir di abad 19. Itu terlambat hadir.

Cinta kasih dan semangat kasih sayang yang diajarkan oleh Islam, melalui Nabi Muhammad telah lebih dulu datang pada 1437 tahun lalu. Sayang kita, umat Islam tidak menyadari hal ini.

Bagaimanapun. Kita harus saling menghormati. Selamat Hari Ibu, Rabu 22 Desember 2015. Ibu yang begitu saya hormati dan sayangi.

Ibu. Doakan terus saya sehat, selamat, dan banyak rezeki. Transfer uang tetap saya lakukan. Insya Allah. Aamiin. ***
.
.
.
Catatan:
1. Untuk pembaca yang belum tahu (belum tahun bahasa Minang). Tulisan di foto ini adalah:
Ibu tidak membutuhkan ucapan selamat hari ibu. Tapi ibu membutuhkan transfer (uang) untuk membeli beras.
.
.
,
Batam, Selasa 22 Desember 2015

December 22, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: