Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Harri Fajri Zisoni: Kasus DBD di Batuaji Turun

Kasus DBD Meningkat Lantaran Faktor Cuaca

SEBANYAK 22 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di Batuaji sepanjang tahun 2015. Angka tersebut menurun dibanding tahun 2014 dengan jumlah kasus 40.

Dr H Harri Fajri Zisoni

Dr H Harri Fajri Zisoni

Kepala Puskesmas Batuaji, dr Harri Fajri Zisoni mengatakan walau perbandingan tiap tahun menurun, tetapi dalam satu tahun di bulan-bulan terakhir kasus DBD mengalami peningkatan dan hal tersebut terjadi hampir setiap tahun.

”Dibanding tahun kemarin (2014), tahun ini turun. Hanya saja DBD di setiap tahunnya, pada akhir tahun dibanding bulan sebelumnya mengalami peningkatan,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/12/2015) Siang.

Tahun 2015 saja misalnya, berdasarkan data Puskesmas, pada Januari sebanyak empat kasus, Februasi hingga April tidak ada kasus, Mei sebanyak dua kasus, Juni satu kasus, Juli tidak ada kasus . Selanjutnya Agustus dua kasus, pada Sepetember lima kasus, Oktober satu kasus. Kemudian, November dua kasus, serta Desember lima kasus.

”Baru saja ada laporan kasus, petugas sedang turun lakukan PE (Penyelidikan Epidemiologi, red) utnuk mengetahui kepastiannya,” tambah Harri.

Harri menambahkan kecendrungan akhir tahun kasus DBD meningkat lantaran faktor cuaca yang tidak disesuaikan dengan perilaku hidup sehat. ”Kemungkinan karena faktor cuaca,” ucap Harri.

Menurutnya pencegahan terbaik adalah dengan melakukan 3M plus, 3M seperti melakukan pengurasan penampungan air minimal sekali seminggu. Sementara plus dilakukan dengan cara memasang kelambu dan bentuk pencegahan lainnya.

”Daur hidup Aedes Aegepty penyebab DBD ini cepat antara 10 sampai 13 hari hingga menjadi nyamuk dewasa. Cepat dia. Makanya harus rutin dikuras,” katanya.

Untuk itu dia mengharapkan agar masyarakat secara bersama  mencegah DBD serta penyakit lainnya dengan cara membiasakan diri melaksanakan perilaku hidup sehat. ”Perilaku hidup sehat belum optimal. Contoh jika di satu tempat ada 100 rumah, sadar 80 dan 20 belum, yang 20 ini potensi (adanya DBD),” tambahnya.

Di samping itu, masyarakat dapat diharapkan memperhatikan kondisi rumah masing-masing.  (cr13)

December 29, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: