Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Kejahatan Jalanan Masih Dominan

Jumlah Lapangan Pekerjaan Terbatas

KEJAHATAN jalanan (street crime) diprediksi masih akan marak dan menjadi kriminal umum paling menonjol di tahun 2016. Pemicunya adalah semakin tingginya angka pengangguran di Kota Industri ini.

Kapolres Barelang Kombes Asep Safrudin mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan angka pengangguran meningkat pada tahun depan. Pertama, secara kuantitas warga Batam juga terus bertambah, baik dari arus pendatang maupun dari angka kelahiran. Sementara jumlah lapangan pekerjaan di Batam sangat terbatas.

Penyebab kedua, angka pengangguran di Batam akan meningkat sebagai konsekuensi dari dibukanya skema perdagangan bebas melalui program Asean Economic Community (Masyarakat Ekonomi Asean/MEA). Sehingga akan semakin banyak tenaga non terampil yang akan kalah saing karena banyak tenaga kerja asing yang masuk ke dalam negeri.

”Kami harap masyarakat tetap waspada saat berada di jalan raya,” kata Asep, Selasa (29/12/2015).

Kejahatan jalanan itu masih berupa pecah kaca mobil, jambret, penodongan, curanmor hingga aksi ugal-ugalan geng motor. Tak hanya aksi kebut-kebutan di jalan raya, anggota geng motor ini diprediksi akan menjadi kelompok kriminal yang rawan menimbulkan perang antargeng motor maupun terlibat kasus kekerasan terhadap para pengguna jalan.

”Karena sudah diprediksi, hal ini menjadi target kita. Kita fokus kesitu dan mulai melakukan patroli rutin,” terang Asep.

Menurut Asep, pihaknya mulai rutin menggelar operasi ciptakondisi di seputaran Batam.

Bahkan daerah yang sebelumnya tak pernah terjangkau, kini mulai disisir untuk menemukan adanya indikasi kriminalitas. Jika terdapat hal-hal yang mencurigakan, misalnya pemuda yang berkumpul tanpa adanya kejelasan maka akan langsung diamankan. Setiap pelaku yang diamankan dan terindikasi melanggar akan langsung ditindak sesuai hukum.

Sementara yang tidak terbukti akan diberi nasihat dan pembinaan agar tak berkeliaran di jalan raya lagi. Mereka juga akan diminta membuat surat pernyataan dan bernjanji tak mengulanginya lagi.

“Kami akan hadir dan meningkatkan patroli 24 jam. Dan menyisiri daerah rawan. Siapapun apabila bertingkah mencurigakan langsung diamankan, tak ada kompromi untuk ini,” tegas Asep.

Disebutkan Asep, tahun 2016 nanti akan ada penambahan 100 CCTv dari pemerintah. CCTv itu akan dipasang di area-area yang dianggap rawan akan aksi kriminalitas. Dan untuk CCTv dipastikan akan aktif 24 penuh hingga bisa memantau kegiatan di jalan yang dianggap rawan.

“Kami utamakan pemasangan diarea rawan tindak kriminal. Dimana saja, saya tak bisa sebutkan, karena ini akan masuk dalam proses pengungkapan kasus, apabila adanya tindak kriminal terjadi,” imbuh Asep.

Asep juga mengimbau agar masyarakat bisa lebih waspada saat berada di jalan raya. Jangan menggunakan perhiasan yang menonjol. Apabila keluar dari bank dan mengambil uang cukup banyak, hendaknya dengan pengamanan yang cukup. Dan jangan meninggalkan sesuatu yang berharga di dalam mobil hingga mengundang pelaku kejahatan.

“Kewaspadaan dari diri sendiri juga langkah terhindar dari aksi kejahatan jalanan. Kita juga meminta bantuan informasi dari masyarakat apabila mengetahui dan menjadi korban kejahatan jalanan,” jelas Asep.

Selain itu, lanjut Asep, penanganan kriminal narkotika juga menjadi fokus pihaknya di tahun 2016. Karena Batam sering dijadikan transit peredaran narkotika dari luar negeri ke Indonesia. Baik itu melalui jalur resmi ataupun pelabuhan tikus.

“Narkotika diduga tetap tinggi dan  jalur resmi jadi prioritas kami,” ujar Asep.

Asep mengaku ingin menyingkirkan kesan Batam sebagai daerah masuknya narkotika. Karena itu, pihaknya akan fokus menyelidiki kasus narkoba hingga mengungkap jaringan peredarannya.

“Jadi prosesnya tak di kurir saja, tapi sampai jarigannya pun akan kita usahakan untuk mengungkap. Sehingga Batam tak dijadikan daerah transit atau peredaran narkotika lagi,” beber Asep.

Menurut Asep, peredaran narkotika tak hanya terjadi di tempat hiburan malam. Namun yang perlu diwaspadai adalah kos-kosan. Dan diduga kos-kosan dimanfaatkan oleh bandar besar untuk menjadi tempat transaksi narkotika dalam jumlah besar.

“Jadi peredaran bukan hanya tempat hiburan, namun yang lebih rawan itu adalah kos-kosan. Dan kita akan menggelar razia rutin untuk menekan hal itu terjadi,” janji Asep.

Namun yang pasti, lanjut Asep. Apapun tindak kriminal yang terjadi diwilayah Batam akan ditangani dengan baik. Dan kasus yang tak terungkap tetap akan menjadi perioritas pihaknya untuk tidak bisa mengungkap.

“Dan yang menjadi kontrol kita ditahun 2016 ini adalah keamanan Batam dari segala tindak kriminal apapun,” pungkas Asep.

Sementara Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono mengatakan angka kriminalitas secara umum di Batam dan Kepri masih cukup tinggi, tahun depan. Tingginya kriminalitas di Batam disebabkan beberapa faktor. Diantaranya faktor ekonomi dan berkembangnya dinamika kehidupan.

“Tahun depan akan tetap tinggi. Karena setiap tahunnya memang meningkat,” kata Hartono di Mapolda Kepri, kemarin.

Ia menjelaskan tingginya aksi kriminal di Batam disebabkan lemahnya mentalitas masyarakat. Hingga mudahnya masyarakat berbuat kejahatan dan melanggar hukum.

“Seharusnya dari kecil sudah ditanamkan mengenai salahnya melanggar hukum,” tuturnya.

Menurutnya, meningkatnya angka kriminalitas tersebut menjadi perhatian Polda Kepri untuk mengevaluasi kinerja para personil. Diantaranya meningkatkan patroli di lokasi tertentu dan menegakkan hukum secara intensif.

“Patroli memang harus ditingkatkan. Dan penegakkan hukum secara intensif. Kalau salah memang harus dikejar dan ditindak,” tegas Hartono.

Selain itu, sambung Hartono, untuk mengantisipasi tindak kejahatan tahun depan, pihaknya selalu melakukan kegiatan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Termasuk memberi pemahaman kepada masyarakat ditingkat RTdan RW.

“Tidak lupa kepada orang tua agar mengawasi anak-anaknya,” tuturnya.

Hartono juga menegaskan pihaknya masih melakukan penyeldikan terhadap kasus-kasus yang belum tuntas, seperti perampokan dan pembunuhan. Selain itu pengejaran terhadap para pelaku kejahatan yang berhasil meloloskan diri.

Pengejaran itu dilakukan dengan cara berkoordinasi dengan pihak Polda lainnya. “Sudah kita sebar daftar orang-orang yang kita kejar di Polda lainnya. Tak mungkin kita biarkan,” pungkasnya.

Sementara itu data yang dihimpun tingkat kriminal di Kepri dari Bulan Oktober ke November mengalami kenaikan 17 kasus. Dimana pada bulan Oktober, tercatat 510 kasus, sedangkan bulan November Polda Kepri menangani 517 kasus.

Tindak kriminal ini didominasi dengan pelaku pencurian, seperti sepeda motor dan pembobolan. (she/opi)

December 30, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: