Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Melihat Agrowisata Kebun Jambu Marina Batam

Favorit Murid TK dan SD, Jadi Ajang Edukasi Tanaman dan Pembuatan Jus Buah

KAWASAN wisata terpadu Marina, Sekupang, kini semakin lengkap dengan hadirnya Agrowisata Kebun Jambu Marina, Batam. Kebun jambu yang menjadi tujuan wisata itu ternyata lokasi favorit sejumlah sekolah TK dan SD sebagai tempat edukasi bagi anak didik untuk mengenal tanaman secara umum dan cara pengolahan buah-buahan.

Eusebius Sara, Sekupang

Berada di pinggir jalan raya dari arah Tanjung Riau menuju Simpang Basecamp, Batuaji, lahan seluas 2,5 hektare itu terlihat berbeda dengan lokasi lainnya. Hamparan lahan yang dipenuhi dengan pepohonan setinggi dua sampai empat meter itu terlihat hijau nan asri.

Dibatasi pagar, lahan yang berbentuk taman itu tampak indah dengan jejeran pohon jambu yang ditata dengan rapih. Jejeran bunga di bagian depan dan pada celah-celah pohon jambu di dalam kebun yang ditata dengan rapih menambah kesan nyaman dan indahnya kawasan yang disebut kawasan Agrowisata Kebun Jambu Marina itu.

Ya itulah lokasi Agrowisata Kebun Jambu Marina yang menyuguhkan pemandangan pepohonan dan buah jambu biji unggulan. Siapa saja akan merasakan sensasi perkebunan ala taman wisata yang sejuk nan asri di sana.

Sabtu (17/10/2015) Batam Pos mendatangi lokasi Agrowisata kebun jambu tersebut. Tidak sedikit orang yang terlihat berlalu lalang di sana. Pengunjung kebun jambu cukup banyak siang itu.

Sebelum masuk ke dalam kebun Jambu, umumnya pengunjung akan disuguhkan dengan beragam aneka jajanan buah jambu, jus jambu dan makanan khas asal Pulau Jawa di tenda bagian depan kebun sebagi menu welcomenya.

”Jusnya hanya Rp 9.000, karcis masuknya perorang Rp 12.000,” kata seorang wanita berkerudung dari salah satu tenda penjualan buah jambu di depan gerbang masuk Kebun Jambu Marina itu.

Ya wanita tersebut tak lain adalah Siti Ngatiko, pengelolah kawasan wisata kebun Jambu Marina. Dia bersama Edi dan Mostofa lah yang akan memandu siapa saja yang akan masuk ke area wisata Kebun Jambu itu.

Cukup merogok kocek Rp 12 ribu perorang siapa saja sudah bisa masuk dan menikmati pemandang serta segarnya buah jambu biji yang bisa dipetik langsung dari pohonnya. Buah jambu yang dipetik langsung dari pohon oleh pengunjung dihargai Rp 25 ribu perkilogramnya. ”Kalau buahnya (jambu) tetap dihitung perkilo Rp 25 ribu, tapi Jusnya gratis karena masuk dalam hitungan karcis masuk,” kata Siti.

Harga Rp 12 ribu pada karcis masuk tidak seberapa besar nilainya dengan suguhan pemandangan di dalam kebun Jambut itu. Deretan jambu dengan usia empat sampai lima tahun itu tertata dengan rapih. Bunga-bunga penghias kebun di antara deretan pohon jambu terlihat menawan dengan suasana lingkungan perkebunan itu. Pemandangan kebun jambu benar-benar terhibur serasa berada di sebuah perkebunan.

”Bagus banget, nggak rugi keluar Rp 9.000, pemandangan pohon jambu sejuk, serasa di kampung,” kata Erna salah satu pengunjung kebun Jambu Marina.

Siti menuturkan Kebun Jambu Marina itu sudah sejak tahun 2011 lalu. Jambu-jambu yang ditanam di sana merupakan jenis jambu biji merah yang didatangkan langsung dari Sukarejo, Jawa Tengah. Butuh waktu tiga sampai empat tahun pohon jambu  itu baru bisa berbuah. ”Mulai berbuah sejak tahun 2013 lalu,” kata Siti.

Saat ini pohon jambu yang ditanam dan sudah bisa menghasilkan buah di dalam kebun itu ada 1.500 pohon. Pohon jambu dibudidaya secara bergantian jika umurnya sudah tak bisa produksi buah lagi.

Awal mula kebun Jambu itu, diceritakan Siti dimulai sekitar tahun 2009 silam. Saat itu, Siti mendapat tawaran dari pengelola kawasan wisata terpadu Marina untuk memanfaatkan lahan kosong depan Harris Resort Marina Waterfront itu.

”Awalnya kami buat kebun sayur selama tiga tahun, tapi hasilnya tak bagus,” kata Siti.

Setelah mendapat masukan dari beberapa rekannya, serta memiliki jaringan pembibitan jambu di Sukarejo, tahun 2011, Siti dan rekan-rekan pengelolanya memutuskan untuk mencoba membudidaya pohon Jambu. Sebanyak 1.500 pohon Jambu ditanamkan secara berjejer di dalam kebun seluas 2,5 hektare itu.

Alhasil buah dari ketekunan itu pada tahun 2013, Siti dan rekan-rekannya mulai memasarkan hasil kebun Jambu itu. Selain membuka taman rekreasi Agrowisata di lokasi kebun, buah jambu juga dipasarkan ke luar. ”Lumayan hasilnya, cukup bagus,” kata Siti.

Meskipun permintaan pasar dari luar akan buah Jambu cukup banyak namun belakangan Siti mengaku pihaknya lebih fokus pada pengunjung lokasi Agrowisata Kebun Jambu itu. ”Kalau permintaan luar biasanya kami layani saat panen raya, tapi kalau sedang tak panen raya, yang datang ke sini saja kami kewalahan melayaninya,” kata Siti.

Siti mengakui permintaan warga Batam akan buah jambu dari kebun tersebut memang cukup banyak. Sejumlah kantor dan perusahaan sempat menjadi langganan Kebun Jambu Marina, namun karena melihat banyaknya minat warga untuk datang menikmati situasi Kebun Jambu secara langsung, sehingga pihak pengelola Kebun Jambu Marina lebih fokus pada pelayanan kepada pengunjung yang datang ke sana. ”Kalau akhir pekan bisa 500 sampai 700 karcis. Nah bayangkan berapa banyak yang dibutuhkan buah jambu baik untuk dipetik pengunjung ataupun buat jus. Ya yang buat jus terpaksa pakai jambu luar untuk menjaga pasokan buah di pohon jambu tetap ada, sehingga minat pengunjung tetap ada,” kata Siti.

Tidak itu saja, bahkan saat ini taman Agrowisata Kebun Jambu Marina sudah menjadi perhatian sejumlah sekolah TK dan SD. Dalam seminggu, bisa tiga sampai empat kali, murid TK dan SD dari berbagai sekolah yang datang secara berkelompok untuk belajar dan bermain di taman kebun Jambu tersebut. ”Ini minggu saja padat mas, Jadwalnya, anak-anak (TK dan SD) mau outbound untuk bermain sambil belajar mengenal tanaman,” kata Siti.

Sudah tak terhitung berapa sekolah TK dan SD yang menjadikan kebun tersebut sebagai edukasi tambahan di luar sekolah. Namun yang pasti saat ini Kebun Jambu Marina menjadi favorit murid TK dan SD untuk mendapatkan edukasi terkait tanaman. ***

December 31, 2015 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: