Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Afrizen, Pengajar Bahasa Inggris di Tengah Kebun Sayur Seitemiang

Mengajar Tiap Akhir Pekan, Rela Tak Dibayar

Afrizen sadar betul, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang berguna bagi orang lain. Karena itu pula, dia rela menularkan keahlian Bahasa Inggrisnya kepada anak-anak di sekitarnya, meski tidak dibayar sepeserpun.

AHMAD YANI, Batam

Pondok milik Kelompok Tani Saka Gemilang di kebun sayur Seitemiang, Sekupang, Batam itu tampak sederhana. Namun tempat ini menjadi sangat penting bagi anak-anak yang tinggal di sekitar kebun sayur ini, khususnya pada setiap Sabtu dan Minggu.

Ya, pondok tersebut menjadi ruang belajar bagi sekitar 33 anak-anak segala usia. Setiap pukul 15.30 sampai 17-00 pada Sabtu dan Minggu, mereka belajar Bahasa Inggris di pondok ini.

Seperti pada akhir pekan lalu, sejumlah anak tampak antusias mendengarkan penjelasan dari pengajar mereka, Afizen. Sejak dua bulan terkahir, Afrizen menghabiskan akhir pekannya di pondok ini: mengajar Bahasa Inggris.

”Meski jauh dari kota, mereka harus pandai Bahasa Inggris. Jangan sampai kalah dengan anak kota,” kata Afrizen penuh semangat, Senin (4/1/2016).

Tekad inilah yang melatarbelakangi Afrizen ingin mengajari anak-anak kebun sayur Bahasa Inggris.

”Saya sudah menargetkan dalam tiga bulan anak-anak yang mengikuti pembelajaran ini bisa berbicara Bahasa Inggris,” kata warga Perumahan Kartini Raya II, Sekupang, ini.

Motivasi lain, kawasan kebun sayur Seitemiang juga kerap dikunjungi wisatawan asing. Sebab kawasan ini merupakan salah satu destiansi agro wisata di Batam. Sehingga timbul niat dalam dirinya untuk mendidik anak-anak setempat supaya mahir Bahasa Inggris.

”Supaya mereka bisa memberikan pelayanan yang baik kepada turis asing,” katanya.

Afrizen berharap anak-anak di lingkungan Kebun Sayur juga unggul di bidang Bahasa Inggris di sekolah. Sebab menurut mantan guru Bahasa Inggris di salah satu SD di Batam ini, selama ini proses pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah kurang efektif.

Menurut dia, belajar bahasa, khususnya Bahasa Inggris, harus sering-sering dipraktikkan. Sebab bahasa itu bisa karena biasa. Sehingga dengan latihan langsung, maka proses pembelajaran bahasa akan semakin cepat.

”Saya juga menggunakan metode praktik dalam mengajari anak-anak,” kata Afrizen.

Pria kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat ini mengatakan, sebenarnya ia memiliki pekerjaan utama sebagai seorang guru honorer. Selain itu, pada Senin hingga Jumat, dia juga membuka bimbingan belajar di rumahnya.

Ia mengajar di bimbingan belajar itu setiap pukul 18.30 hingga 21.00 WIB. Selain Bahasa Inggris, dia juga membuka bimbingan belajar untuk semua mata pelajaran bagi siswa SD sederajat.

”Makanya hanya bisa mengajar di kebun ini setiap Sabtu dan Minggu saja,” ujar suami dari Tina Lirweti ini.

Afrizen makin semangat mengajar Bahasa Inggris karena anak didiknya juga memiliki semangat yang tak kalah tingginya. Terbukti, hanya dalam beberapa kali pertemuan, sebagian di antara mereka sudah menguasai bahasa intenasional itu.

”Mereka punya motivasi tinggi dalam belajar,” katanya.

Bicara keahlian Bahasa Inggris, Afrizen memang tak perlu diragukan lagi. Sebab ia merupakan D3 Bahasa Inggris dari Akademi Bahasa Asing (ABA) Padang, Sumatera Barat. Setelah lulus pada 1999, dia melanjutkan studinya di Universitas Riau Kepulauan (Unrika). Afrizen lulus pada 2011 dengan gelas S1 jurusan Bahasa Inggris.

Kemampuannya berbahasa Inggris juga kian terpoles ketika ia bekerja di sebuah hotel di Afrika pada 2000 hingga 2008 silam.

Dalam dunia belajar mengajar, Afrizen juga cukup berpengalaman. Dia pernah mengajar di SDN 01 Sekupang selama tiga tahun. Lalu pindah ke SDN 06 Batuaji, dan saat ini dia mengajar di SDN 05 Sekupang sekaligus sebagai wali kelas 3 di sekolah itu.

Sementara kegiatan mengajar di kebun sayur ini sekaligus menjadi sambilan bagi Afrizen. Sebab dia juga mengelola sekitar 10 kolam ikan di lokasi itu.

Sari, 30, salah satu orang tua anak didik Afrizen mengaku sangat senang dengan adanya kursus Bahasa Inggris gratis itu. Menurut dia, hal ini sangat membantu anak-anak dalam belajar Bahasa Inggris.

”Supaya tidak ketinggalan dengan anak-anak yang hidup di kota,” katanya.

Hal senada disampaikan Maulana, 14, pelajar kelas 2 MTS Nurul Huda Tanjungriau. Menurut dia, belajar Bahasa Inggris bersama Afrizen cukup efektif karena menggunakan metode langsung praktik.

”Seru belajar di sini. Saya harus bisa Bahasa Inggris,” katanya.

Ismi, anak didik Afrizen lainnya juga mengaku nyaman belajar Bahasa Inggris bersama anak-anak lainnya, meski di tengah kebun. ”Nanti saya ingin jadi guru Bahasa Inggris juga,” katanya. *** 

January 5, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: