Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Batam Siap Ekspor Naker Bersertifikasi

Sambut dan Jalani Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

DIBANDING daerah lain di Indonesia, Batam jadi wilayah yang paling awal menyambut gelaran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang telah dimulai 31 Desember 2015 lalu.

Ahmad Dahlan (4)

Ahmad Dahlan

Satu hal yang krusial, yakni menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang andal dan terampil. Salah satunya, dengan mencetak tenaga kerja (naker) yang bersertifikasi dan siap dikirim bekerja ke luar negeri.

”Orang asing banyak yang bekerja di Batam, tapi kita juga harus bisa mengekspor tenaga kerja dari Batam yang bersertifikasi itu,” kata Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan, Selasa (5/1/2016).

Menurut Wali Kota, era kompetensi MEA menuntut semua orang agar menyiapkan bekal untuk berkompetensi internasional. Karena itu, ia mengaku mendorong berbagai instansi di Pemerintah Kota (Pemko) Batam agar menyiapkan apa yang jadi kebutuhan masyarakat, mulai dari kesiapan sektor jasa hingga produk.

“Jadi saat MEA, kita bukan hanya jadi penonton tapi pelaku,” kata Dahlan.

Sedangkan dari sisi kesiapan produk, Dahlan menyebut pihaknya juga telah mendorong Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan UKM (PMP-KUKM) Kota Batam agar mulai menyiapkan bekal yang dibutuhkan para pelaku UMKM untuk menghadapi MEA. Satu di antaranya, dengan memperbaiki kualitas produk.

”Saya bukan mengklaim, tapi barang-barang kita itu diminati oleh luar negeri,” kata dia.

Pemberlakukan MEA merupakan tantangan tersendiri bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di negara-negara ASEAN. Persaingan produk antara negara Asean akan diuji saat pemberlakuan era perdagangan bebas antar negara tersebut.

Namun, pendapat berbeda dikatakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raizal Eka Putra.

Ia menyebut, masih banyak persoalan yang dihadapi wilayah ini untuk beradu kompetensi, mulai dari kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), kualitas produk, hingga infrastruktur yang masih jauh panggang dari api.

”Mulai dari infrastruktur pelabuhan, belum banyaknya diferensiasi produk hingga kualitas SDM yang belum mumpuni jadi salah satu kendala untuk head to head (berhadapan) dengan negara lain,” kata Gusti, belum lama ini.

Karena itu, kata dia. diperlukan pembenahan segera di pelbagai lini yang dinilai krusial tersebut. Di antaranya, pada sektor infrastruktur pelabuhan, kelistrikan, dan konektivitas antar pulau di Kepri.

”Tapi itu juga harus disertai dengan penyiapan SDM dan kualitas produk agar beda dan bisa bersaing dengan yang dari negara lain,” kata Gusti.

Tak hanya itu, Gusti juga menekankan pentingnya kebijakan strategis lintas instansi untuk mendorong peningkatan produktivitas dan perluasan parrtisipasi ekonomi masyarakat dalam menyambut MEA. Seperti, menguatkan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang jadi salah satu fondasi ekonomi kerakyatan di tanah air.

”Peningkatan produktivitas jadi prioritas dan sangat kritikal karena Indonesia telah jadi bagian dari MEA,” katanya. (rna)

January 5, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: