Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Pulau Dance di Batam Dijual Rp 10 Miliar

INGIN punya pulau pribadi yang eksotis? Siapkan saja uang Rp 10 miliar. Sebab ada sebuah pulau di dalam Kecamatan Bulang, Batam, yang akan dijual.

”Kami buka harga Rp 10 miliar,” tutur Yunus, kerabat dari pemilik pulau tersebut, Senin (4/1/2016).
Namanya Pulau Dance. Sang pemilik, Hamdan Ismail, mengaku tak mampu mengelolanya.

”Beliau sudah lama ingin menjualnya. Tapi tidak tahu ke siapa,” kata Yunus lagi.

Yunus mengatakan, Hamdan telah memiliki pulau tersebut secara turun-temurun. Ia mewarisinya dengan sebuah surat kepemilikan bertarikh 1955. Alih-alih mewariskan ke keturunannya, tokoh Tanjungbelikat – Sagulung itu ingin pulau tersebut dijual.

Pulau Dance memiliki luas wilayah hingga 200 hektare. Ia memanjang dari barat ke timur. Pantainya berpasir putih. Ombak di sekitar tidak terlalu kencang.

Pulau ini dapat dijangkau dari dua pelabuhan rakyat. Yakni, pelabuhan rakyat di Dapur 12 dan Tanjunggundap. Jaraknya, sekitar tiga kilometer. Dari pulau ini, Jembatan Barelang, ikon Kota Batam, nampak di kejauhan.

”Begitu saya lihat kemarin, tempat ini cocok sekali dijadikan resort. Karena letaknya di tengah kota,” katanya lagi.

Yunus yang merupakan kemenakan Hamdan juga mengaku tak mampu mengelolanya. Daripada terbuang, lebih baik pulau itu dikelola orang.

”Beliau sudah tua. Daripada pulau itu diambil orang, lebih baik dijual saja,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Perbatasan dan Pertanahan Daerah (BP3D) Batam Aspawi Nangali menyatakan tidak mengetahui Pulau Dance akan dijual. Namun, menurutnya, jika kepemilikan itu dibuktikan dengan surat dan surat itu dinyatakan sah, pulau itu boleh saja dijual.

”Buktikan dulu, itu benar-benar punya dia atau tidak,” ujarnya.

Semua surat kepemilikan pulau bisa jadi sah. Namun, itu harus diuji keabsahannya. Sebaiknya, katanya, sang pemilik melapor dulu ke BP3D Batam. Supaya pulau ini terdata.

”Pulau kita itu kan sangat banyak. Kita tidak tahu siapa saja yang memilikinya,” tuturnya.

Menjual pulau, menurut Aspawi, tidak akan merugikan pemerintah. Sebab, kepemilikan pulau tersebut tetap akan dipegang orang Indonesia. Orang asing hanya bisa memberi modal.

Jika sang pemilik sudah tidak mampu, maka ia boleh menjual pulaunya. ”Tergantung nanti peruntukannya untuk apa. Kalau untuk pariwisata, tentu harus ada RTRW (rencana tata ruang wilayah) yang harus diperhatikan,” ujarnya.

Sementara dalam Undang-Undang No 1 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil mengatur syarat kepemilikan pulau bagi warga asing.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi warga asing yang ingin memiliki pulau kecil di Indonesia. Pertama, kepemilikan asing harus berbadan hukum dan melalui perseroan terbasats (PT), tidak boleh atas nama individu.

Kemudian, pihak asing tak boleh memiliki pulau tertentu 100 persen. Artinya, dalam pengelolaannya pihak asing harus bermitra dengan investor lokal.

Selanjutnya, pulau yang boleh dimiliki asing haruslah pulau yang belum berpenghuni alias pulau kosong. Syarat lainnya, tidak boleh memiliki pulau yang sudah ada pemanfaatan lokal. Artinya, pulau tersebut sudah aktif dikelola masyarakat sekitar.

Syarat terakhir adalah harus ada alih teknologi. Luasannya harus mempertimbangkan ekologi, sosial, dan ekonomi. (ceu)

January 5, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: