Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Rudi Syakyakirti: Disperindag Batam Gandeng Jambi

DISPERINDAG Kota Batam menjalin kerja sama dengan pengusaha-pengusaha Jambi untuk mendatangkan pasokan sembilan bahan pokok. Dengan adanya kerja sama ini, Disperindag berharap dapat mengatasi lonjakan harga akibat kurangnya pasokan bahan pokok.

Rudi Sakiakerti -F Cecep Mulyana (1) image

Rudi Sakyakirti. F Cecep Mulyana

”Kami sudah kami pertemukan distributor yang ada di Batam dengan pengusaha-pengusaha asal Jambi,” kata Plt Disperindag-ESDM Kota Batam, Rudi Sakyakirti, Senin (4/1/2016).

Ia mengatakan posisi Disperindag hanya sebagai fasilitator untuk menghubungkan distributor dengan pengusaha asal Jambi. Pertemuan ini dilakukan beberapa waktu lalu untuk mengantisipasi kenaikan harga sembako setelah tahun baru.

”Pada 30 Desember 2015 lalu, kami lakukan pertemuan,” ucapnya.

Naiknya harga bahan pokok saat ini diamini Rudy. Hal ini disebabkan beberapa faktor, salah satunya tersendatnya pasokan akibat cuaca yang tak bersahabat. Pasokan sembako ke Batam kata dia biasanya diangkut pakai kapal. Namun akhir-akhir ini, cuaca tak kondusif. Sehingga menghambat pendistribusian sembako.

Disperindag sendiri belum berencana menggelar operasi pasar. Namun pihaknya masih terus memantau, kondisi pasar. Disebutkannya bila harga sudah tak terkendalikan lagi, maka kemungkinan bakal dilakukan operasi pasar.

”Saat ini belum ada,” ujarnya.

Rudi sangat berharap, pertemuan antara distributor Batam dengan pengusaha Jambi dapat menormalkan kembali harga-harga sembako di pasaran. Sebab bila distribusi atau pasokan sembako lancar, harga-harga akan kembali normal seperti sediakala.

Harga Naik

Sementara itu, harga kebutuhan pokok seperti beras, cabai, telur, bawang, tomat dan aneka sayuran di awal tahun 2016 ini kembali naik. Kenaikan tersebut dipicu pasokan dari luar Batam berkurang, Senin (4/1/2016).

Salah satu pedagang di Pasar Mitra Raya, Joko mengaku jika harga cabai merah yang semula Rp 50 ribu per kilogram (kg) kini naik menjadi Rp 70 ribu per kg. Cabai rawit yang semula Rp 27 ribu per kg menjadi Rp 50 ribu per kg. Bawang merah yang semula Rp 38 ribu per kg menjadi Rp 55 ribu per kg. Bawang putih yang semula Rp 28 ribu per kg menjadi Rp 35 ribu per kg.

“Pasokannya berkurang,” kata Joko kepada Batam Pos.

Salah satu pedagang sayuran di Pasar Mitra Raya, Rudi juga mengaku bahwa harga sayuran juga mengalami kenaikan.

”Barang dari Medan belum masuk, stok gak ada,” ujar Rudi.

Harga bayam yang semula Rp 10 ribu per kg menjadi Rp 14 ribu per kg. Sayur sawi yang semula Rp 10 ribu per kg menjadi Rp 16 ribu per kg. Sayur kol yang semula Rp 8 ribu per kg menjadi Rp 12 ribu per kg. Tomat yang semula Rp 10 ribu per kg menjadi Rp 25 ribu per kg.

Salah satu pembeli, Devi warga Marchelia terpaksa harus mengurangi kebutuhan belanjanya.

”Sebelumnya mau beli cabai merah setengah kilo, sekarang sudah naik, beli seperempat kilo saja,” kata Devi.

Sementara itu, kenaikan harga kebutuhan pokok juga dialami di Pasar Botania. Salah satu pedagang, Zainal juga mengaku harga sembako diawal tahun ini sudah naik.

“Kalau tidak panen, harga sembako naik,” ujar Zainal kepada Batam Pos.

Harga beras Bumi Ayu yang semula Rp 305 ribu per karung menjadi Rp 310 ribu per karung, beras Rambutan yang semula Rp 260 ribu menjadi Rp 267 ribu. Cabai merah yang semula Rp 52 ribu per kg kini naik menjadi Rp 70 ribu per kg. Cabai rawit yang semula Rp 30 ribu per kg menjadi Rp 40 ribu per kg. Bawang merah yang semula Rp 37 ribu per kg menjadi Rp 50 ribu per kg.

Harga sayuran seperti bayam yang semula Rp 5 ribu per kg menjadi Rp 10 ribu per kg. Sayur sawi yang semula Rp 10 ribu per kg menjadi Rp 13 ribu per kg. Sayur kol yang semula Rp 6 ribu per kg menjadi Rp 12 ribu per kg. Tomat yang semula Rp 12 ribu per kg menjadi Rp 20 ribu per kg. Harga telur yang semula Rp 38 ribu menjadi Rp 42 ribu per papan.

Salah satu pembeli, Surti yang tinggal di Botania juga mengeluhkan naiknya harga bahan pokok di awal tahun ini. ”Tahun baru tidak ada yang murah,” ujar Surti.

Kenaikan harga sembako juga menggangu pedagang makanan. Desi penjual nasi Padang menyebutkan, akibat kenaikan kebutuhan pokok membuatnya harus mensiasati peggunaan cabe dalam setiap masakannya.

”Biasanya cabe merah murni, tapi sekarang saya campur dengan cabai rawit,” tutur Desi.

Pantauan Batam Pos di Pasar Seiharapan Sekupang, beberapa barang pokok mengalami kenaikan seperti cabe merah dijual dengan harga Rp 60 ribu perkilonya, dari harga sebelunya Rp 55 ribu per kg, tomat dijual Rp 18 perkilo dari harga awal Rp 10 ribu. (ska/cr16/cr17)

January 5, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: