Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Berkunjung ke Pameran Monster Laut di Science Centre Singapore

Ada Hewan Laut Panjang 15 Meter dan Berat 5 Ton

Pusat Ilmu Pengetahuan Singapura (Science Centre Singapore-SCS) menggelar pameran bertajuk Monster of the Sea. Pameran dengan tema kehidupan bawah laut ini menghadirkan 14 makhluk laut prasejarah dan dua monster laut yang masih eksis hingga saat ini.

WENNY C PRIHANDINA, Singapura

Makhluk itu sejatinya telah hidup 83 hingga 72 juta tahun yang lalu. Tapi kini ia berdiri di ujung sana, di antara bebatuan. Matanya nyalang bercahaya. Rahangnya membuka dan menutup. Menampilkan serangkaian gigi yang runcing. Suaranya nyaring terdengar.

Bukannya takut. Belasan orang justru mendatanginya. Mencoba merengkuh kepalanya untuk mengelusnya. Tapi lehernya terlalu tinggi. Alhasil tangan-tangan itu hanya sampai leher. Mereka lalu meminta berfoto bersama. ”Di dalam masih banyak kok. Lebih besar-besar lagi,” kata Annisa, sang pemandu.

Elasmosaurus nama makhluk itu. Ia menjadi pembuka wahana baru berupa pameran di Pusat Ilmu Pengetahuan Singapura (Science Centre Singapore-SCS). Pameran ilmiah itu dinamai Monster of the Sea.

Isinya, semua penghuni laut di zaman purba. Mulai dari yang hidup sejak 83 juta tahun yang lalu hingga saat ini. Annisa yang bertugas untuk SCS mengatakan, ada empat belas makhluk laut purba dan dua monster laut yang masih ada hingga saat ini.  Semuanya ditampilkan sesuai dengan ukuran aslinya.

Wahana itu berkonsep pameran bawah laut. Ruang pamer berlokasi di Annexe Hall, SCS. Tim dari SCS, MediaCorp VizPro International, Dezign Format Singapore, dan Aurea Exhibitions menata ruangan itu serupa area bawah laut.

Gelap sepenuhnya. Pencahayaan hanya dari cahaya-cahaya lampu yang menyorot langsung ke tubuh si hewan laut. Warnanya perpaduan kuning, merah, ungu, dan biru.

Namun, ketika melewati area ubur-ubur, cahaya warna-warni mengambil alih. Makhluk-makhluk transparan itu memancarkan sinar. Bergerak naik turun, mereka seolah-olah berenang padahal tidak.

”Tidak ada yang asli di sini. Hewan-hewan ini semuanya animatronik (tiruan, red),” katanya lagi.

Tubuh mereka, namun, tampak seperti asli. Ketika disentuh, badannya empuk. Serupa bantal, hanya saja dalam ukuran yang sangat besar. Berkali-kali lipat lebih besar ketimbang tubuh manusia.

Melihatnya saja harus mendongak. Seperti saat melihat Elasmosaurus di dalam pameran. Penghuni samudera luas ini memiliki ukuran panjang tubuh hingga 15 meter. Beratnya mencapai 2.200 kilogram. Ia memiliki leher yang super panjang. Leher itu tersusun atas 71 ruas tulang. Ini yang memungkinkan leher itu bergerak ke sana ke mari dan menopang kepalanya.

Tapi ternyata ada lagi yang lebih besar ketimbang Elasmosaurus. Namanya, Mosasaurus. Makhluk laut itu hidup sekitar 72 hingga 66 juta tahun yang lalu di perairan Eropa Barat dan Amerika Utara.

Mosasaurus berarti meuse-lizard atau dalam Bahasa Indonesia berarti ‘kadal sungai’. Mosasaurus, sejarahnya, memang ditemukan pertama kali di ‘Meuse’ atau sungai utama Eropa. Sungai itu sepanjang 925 kilometer. Berhulu di Prancis, melewati Belgia dan Belanda, untuk kemudian bermuara ke Laut Utara.

”Mosasaurus ini beratnya mencapai lima ton,” tutur Annisa.

Rata-rata makhluk laut purba memang memiliki badan yang besar-besar. Kalau yang masih hidup hingga kini, Great White Shark-lah yang berpotensi tumbuh besar. Panjangnya bisa mencapai 20 meter. Hiu putih ini bisa ditemui di perairan dangkal maupun dalam. Di iklim tropis maupun sub-tropis.

”Hiu ini sangat rentan oleh paus pembunuh,” tambahnya cepat.

Setiap makhluk yang ditampilkan akan disertai papan berisi nama dan kebiasaan hidupnya. Tentunya dalam Bahasa Inggris. Para pengunjung tidak hanya bisa mengambil foto tetapi juga mengunduh pengetahuan baru. Kehidupan bawah laut memang belum banyak diketahui. Sekitar 95 persen wilayah lautan kita ini masih sangat misterius untuk diketahui.

Tapi, oh, jangan pikirkan yang seram-seram dahulu. Pameran monster-monster laut ini sangat ramah pada anak. Area pameran itu juga dilengkapi juga dengan permainan-permainan anak. Seperti misalnya, melukis dinosaurus laut, mencari fosil makhluk laut purba dalam pasir, menyusun puzzle, bahkan sampai menciptakan monster laut itu sendiri. Jadi selain menikmati pameran, anak-anak juga bisa bermain dan tetap belajar.

Beberapa anak tampak asik bermain-main di sana. Mereka terlihat sibuk berkutat dengan permainan. Para orang tua berada di samping untukmengawasi.

Sekelompok anak tampak sibuk dengan catatan-catatan. Mereka membaca satu demi satu papan keterangan di depan setiap makhluk. Mereka juga mencatat fosil-fosil yang dipajang dalam etalase kaca di beberapa sudut ruangan.

Mengellilingi lorong sepanjang 2.000 meter persegi itu sebenarnya dapat dilakukan dengan singkat. Namun, pemandangan di dalamnya tak bisa dilewatkan begitu saja. Hingga tak terasa, satu jam bisa berlalu di sana.

Annisa, pemandu dari SCS, mengatakan, pameran ini merupakan pameran hewan laut terbesar se-Asia Pasifik. SCS hanya akan menggelarnya hingga 28 Februari mendatang. Tiket masuknya sebesar Rp 250 ribu, untuk seorang dewasa. Sementara untuk anak-anak sebesar Rp 200 ribu per anak. ”Tidak rugilah datang ke sini. Karena di sini kita bisa bertemu hewan-hewan laut yang sudah tidak ada lagi di dunia,” pungkasnya. ***

January 7, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: