Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Rumah Toko (Ruko) Menjamur di Batam

Tak Berizin, BPM Hanya Keluarkan SP

MENJAMURNYA rumah toko (ruko) yang melebarkan bangunannya hingga ke area jalan atau buffer zone di Kota Batam tak diimbangi gerak cepat Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) untuk menindaknya.

Padahal, BPM-PTSP sendiri yang menyatakan bangunan-bangunan itu menyalahi aturan. Sejauh ini, lembaga tersebut baru sebatas mengeluarkan Surat Peringatan (SP).

”Sudah kita keluarkan SP-nya, karena prosedurnya sebelum ditindak memang harus begitu (diberi SP),” kata Kepala BPM-PTSP Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Gustian Riau, Selasa (12/1/2016).

Meski telah mendapat SP, Gustian belum dapat menyebutkan kapan bangunan-bangunan ilegal itu akan ditindak. Hanya, ia katakan sudah ada beberapa yang sudah mendapat SP3 atau peringatan terakhir dan kemungkinan akan ditertibkan dalam waktu dekat.

”Tim kami sudah dapat lokasi mana saja itu,” kata dia, tanpa merinci detail lokasi yang dimaksud.

Sebelumnya, Gustian mengatakan bangunan-bangunan yang berada di depan ruko maupun di area buffor zone yang berada tak jauh dari ruko itu menyalahi aturan. Di samping tak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikeluarkan oleh BPM-PTSP, secara peruntukan area-area tersebut memang bukan untuk didirikan bangunan.

”Batas ruko itu ya hanya sampai bangunan awal ketika di jual dulu, tidak bisa menggunakan jalan di depannya, karena itu fasilitas umum,” terang Gustian, beberapa waktu lalu.

Karena itu, pihaknya mengimbau agar pemilik ruko segera membenahi bangunannya yang dinilai menyalahi aturan tersebut. Sebelum, kata ia, timnya yang akan turun untuk menertibkan.

Terpisah, Kepala Dinas Tata Kota (Distako) Batam, Asril membenarkan jika pihaknya bertugas untuk mengawasi keberadaan bangunan-banguann tersebut. Ia juga katakan, bangunan tanpa izin itu menyalahi aturan karena tak mengantongi IMB dari BPM-PTSP.

”Jika ada penambahan (bangunan), harus melaporkan ke instansi tersebut,” kata dia.

Terkait wewenangnya untuk mengawasi bangunan-bangunan yang tak semestinya itu, Distako menyatakan tak bisa menindak karena hanya menjalankan fungsi pengawasan semata.

”Hasil (pengawasan) diteruskan kepada BPM-PTSP sebagai pihak yang berwenang untuk menindaknya,” jelas dia.

Setiap Tahun Anggarkan Rp 500 Juta

Tim pengawas bangunan Dinas Tata Kota (Distako) Batam tidak berfungsi. Padahal, setiap tahunnya dianggarkan Rp 500 juta untuk melakukan pengawasan. Bahkan, menurut Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Djoko Mulyono, target, tolak ukur, serta capaiannya tidak ada sama sekali.

Djoko menjelaskan, setiap tahun puluhan pengembang maupun masyarakat mengajukan izin mendirikan bangunan (IMB), baik bangunan untuk pemukiman, tempat usaha, maupun perhotelan. Apakah itu bangunan baru ataupun pengembangan bangunan (renovasi).

Menurutnya, tim pengawasan bangunan idealnya mengawasi kesesuian bangunan dengan izin yang diberikan pemerintah baik struktur bangunan maupun lahan yang dipergunakan.

”Kalau tak sesuai harusnya ditegur,” kata Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini.

Namun, kenyataannya di lapangan banyak bangunan yang menyalahi ketentuan. Dikembangkan di atas lahan fasilitas umum (fasum), row jalan, maupun drainase.

”Berarti tim ini tidak berfungsi, hasilnya tak ada, yang diawasinya apa kita gak tahu. Sedangkan anggaran selalu habis,” kata Djoko.

Meskipun demikian DPRD harus menyetujui anggaran untuk pengawasan bangunan, karena ada ketentuan yang mengharuskan itu.

”Kalau tak kita berikan salah kita nantinya. Tapi diberikan tak ada hasilnya,” tutur Djoko lagi. ***

January 13, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: