Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Zurniati: Urus e-KTP Selesai Satu Jam

Pihak Kecamatan Akan SMS untuk Mengambil e-KTP

TIM BATAM POS, Sekupang

JANJI Wakil Walikota Batam yang juga Wali Kota Batam terpilih, Muhammad Rudi untuk mempermudah pelayanan masyarakat dalam pengurusan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) pada Februari 2016 mendatang, direspon Camat Sekupang, Zurniati, Selasa (12/12/2016).

Camat Sekupang, Zurniati, 1-F Cecep Mulyana image 2

Camat Sekupang, Zurniati di Kantor Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Senin (18/8/2014). F Cecep Mulyana

”Apapun kebijakan dari Pemerintah Kota Batam, akan kita laksanakan dengan baik,” kata Zurniati kepada Batam Pos, kemarin.

Namun, menurutnya, untuk mendukung terlaksananya program pembuatan e-KTP selama satu jam ini, kecamatan memerlukan sarana dan prasarana pendukung, seperti peralatan perekaman, blanko KTP, serta jaringan internet yang lancar.

”Kalau semua sarana dan prasarana lengkap, kita sanggup melayani dan menjalankan program ini,” sebutnya, Rabu (12/1/2016).

Ditambahkan Zurniati, pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) terkait teknisnya, termasuk penambahan alat perekam maupun tenaga yang akan membantu kecamatan saat perekaman hingga e-KTP selesai.

”Sekarang baru ada satu alat perekaman, mungkin nanti kita bicarakan dengan Disduk,” jelasnya.

Menurutnya, sengan sistem online semua database sudah tersedia, jadi saat perekaman dilakukan akan terlihat jika ada yang melakukan perekaman ganda.

”Ya, kalau ada kesalahan pasti bisa langsung terlacak karena sistem online,” sebutnya.

Sementara itu, sejauh ini rekor tercepat pengurusan e-KTP di Kecamatan Sekupang adalah 14 hari kerja.

”Pokoknya 14 hari kami SMS untuk pengambilan e-KTP,” pungkasnya.

Terpisah, Camat Batuaji, Rinaldi Pane mengakui bahwa setiap harinya masih ada saja warga yang melakukan perekaman e-KTP. Bahkan rata-rata sampai 30 orang sehari. Di mana perekaman e-KTP ini dilakukan secara gratis dan dengan waktu yang sangat singkat.

”Lima menit cukup. Jadi jangan berpikir waktu akan habis untuk mengurus e-KTP ini. Kalau syarat dan berkas lengkap, tidak sampai lima menit,” katanya.

Demikian halnya dengan pengambilan e-KTP dan KK yang sudah dicetak tetap dilakukan di kantor kecamatan. Ia berharap warga yang sudah selesai melakukan perekaman beberapa bulan lalu untuk mengambil e-KTP.

”Masih ada yang bulan Oktober yang belum diambil padahal sudah lama selesai. Kita sudah hubungi lewat telepon dan SMS tapi tak diambil juga. Banyak e KTP dan KK yang belum diambil pemiliknya,” katanya.

Masyarakat Butuh Bukti, Bukan Janji

DPRD Kota Batam berharap pemerintah tidak hanya mengumbar janji terkait wacana pembuatan e-KTP selesai satu jam. Hal tersebut diharapkan bisa terealisasi, bukan hanya sekedar pencitraan.

”Masyarakat butuh bukti, bukan janji. Jangankan satu jam, bisa tiga jam selesai saja sudah bagus,” kata anggota Komisi I DPRD Kota Batan, Lik Khai, kemarin.

Menurut Lik Khai mengurus identitas kependudukan serta akta lahir di kantor pemerintah, sulitnya bukan kepalang. ”Rekamnnya memang hanya tiga menit, jadinya bisa satu hingga dua bulan,” sebut Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini.

Komisi I DPRD Kota Batam sudah memanggil Disduk Capil terkait lambannya pelayanan e-KTP.

”Kata Mardanis (Kadisduk Capil) untuk mempermudah pelayanan sudah mengembalikan pengurusan e-KTP ke Kantor Camat,” katanya.

Sayangnya, pelayanan e-KTP di kecamatan tidak pernah berjalan. Hanya sekedar perekamaman, sedangkan cetaknya masih di Disduk Capil.

”Selama ini hanya sandiwara saja. Disduk bilang Kecamatan, pihak Kecamatan beralasan Disduk belum mencetak. Saling lempar, mana yang benar,” ucapnya.

Begitupun pencatatan akta lahir di kelurahan, tidak jalan. Seluruhnya masih terpusat di Disduk Capil. Bukan rahasia umum lagi, mengurus KTP dan akta lahir memerlukan waktu hingga berbulan-bulan.

”Aalsan tidak ada blanko dan lain sebaginya,” tuturnya.

Sedangkan pejabat yang mengurus KTP ataupun melalui calo bisa langsung selesai. ”Harusnya kan sama. Kalau melalui calo dua hari, masyarakat juga bisa dua hari,” bebernya.

Lik Khai mengatakan, berdasarkan pengakuan Disduk Capil bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) pembuatan KTP hanya seminggu, kemudian dirubah menjadi 12 hari kerja.

”Yang mana yang benar. Bingung kita jadinya,” sebutnya.

Pola seperti ini, menurut Lik Khai, harusnya tidak ada lagi. ”Bila pemerintah ingin memperbaiki pelayanan terhadap masyarakat bisa dilakukan asalkan ada kemauan dan keinginan dari para pegawai,” terangnya.

Server Sering Lambat

Sementara itu, pencatatan e-KTP terus digesa oleh Pemko Batam. Berbagai cara yang dilaksankan agar permasalahan e-KTP ini kelar. Dari catatan yang dimiliki Disduk Capil, sekitar 15 persen dari penduduk Batam belum memiliki e-KTP.

Kabid Pendaftaran dan Informasi Penduduk Disduk Capil Kota Batam, Heryanto Yusuf, mengatakan Dinas Kependudukan sebagai instansi yang berwenang pengurusan e-KTP ini, berusaha akan menyelaraskan diri dengan wacana tersebut.

”Kami akan laksanakan itu,” ujarnya kemarin.

Dia mengaku dengan jumlah mesin perekam dan percetakan yang ada, Disduk dapat menerbitakan sebanyak 500 KTP per harinya. Namun itu belum cukup, sehingga perlu ada penambahan alat agar pencetakan dapat dituntaskan dalam tahun ini.

”Kami memiliki sembilan pencetak e-KTP dan 26 alat perekam yang tersebar di berbagai kecamatan,” katanya.

Untuk mempercepat perekaman dan percetakan e-KTP, Disduk membuat program percepatan. Setiap warga Batam nantinya tak perlu lagi mendatangi Disduk, cukup melakukan perekaman di kecamatan. Dan mulai 1 Februari pencetakan e-KTP sudah bisa dilakukan di kecamatan mainland.

”Di daerah mainland dulu, hinterland nanti menyusul,” ujarnya.

Kendati demikian, sambungnya, ada beberapa kendala yang seringnya memicu keterlambatan pembuatan e-KTP, yaitu akibat jaringan server sering bermasalah. Sehingga perekaman tak bisa dilaksanakan dengan cepat. ”Kadang jaringannya tak lancar, jadi terganggu proses perekaman,” ungkapnya.

Selain itu, yang membuat lama pembuatan e-KTP adalah masyarakat tak membawa syarat yang lengkap. Sebab setiap menyambangi tempat perekaman e-KTP, ada saja syarat yang kurang. Terpaksa masyarakat kembali untuk mencukupi syarat tersebut.

Oleh sebab itu, Heryanto mengingatkan persyaratan yang perlu dibawa itu adalah surat pengantar RT/RW, Lurah. Apabila penduduk pindahan dari luar harus membawa surat pindah daerah asal. Selain itu yang perlu dilampirkan adalah akte lahir dan ijazah.

”Bila jaringan bagus, bisa selesai cepat. Kalau tidak, yah bisa lama,” kilah Heryanto.

60 Ribu Warga Belum Rekam e-KTP

Hingga saat ini masih ada sekitar 60 ribu warga Batam yang belum memiliki e-KTP. Padahal di 2017 mendatang, semua warga diwajibkan untuk menggunakan e-KTP. Sebab, KTP Siak dipastikan hanya berlaku sampai 2016.

”Masih ada sekitar 60 ribu warga yang belum rekam e-KTP. Padahal kita sudah beberapa kali melakukan sosialisasi bersama lurah dan kecamatan,” kata Mardanis, Kepala Disduk Capil Kota Batam, Senin (11/2/2016) lalu.

Tahun 2015 lalu, Mardanis bersama Wakil Wali Kota Rudi, luran, dan camat sudah beberapa kali melakukan sweeping untuk menjaring warga yang belum memiliki e-KTP.

”Tetapi kita tidak berikan sanksi. Kita hanya mengajak dan memastikan agar mereka e-KTP,” tambah Mardanis.

Padahal, menurut Mardanis, Pemko Batam sudah memberikan kemudahan kepada warga dengan memberikan akses semudah-mudahnya untuk melakukan perekaman. Di mana di setiap kecamatan sudah bisa melakukan perekaman e-KTP tanpa dipungut biaya.

”Jadi kita tegaskan bahwa tinggal tahun ini KTP Siak berlaku. Tahun 2017 sudah tidak berlaku. Semua pengurusan dokumen harus menggunakan e-KTP,” katanya. (cr17/hgt/ska/ian)

January 13, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

2 Comments »

  1. Saya 22 januari sampai sekrang blom ada konfrmasi sms untuk pengambilan e-ktp…

    Comment by Raesta Putera Batam (Rainbow) | April 2, 2016 | Reply

  2. E-Ktp saya dari tanggal 22 januari sampai sekarang kok blom ada SMS Konfrmasi pengambilan e-ktp nya… makasih

    Comment by Raesta Putera Batam (Rainbow) | April 2, 2016 | Reply


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: