Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Jamkesda Bintan Tak Berlaku Lagi

Anggaran Rp 120 M Hanya untuk Pencegahan

HARRY PUTRA, Bintan

Mulai 2016 ini, fasilitas Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) seperti Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) maupun Kartu Bintan Sejahtera (KBS) tidak akan diberlakukan lagi.

Sehingga bagi warga Bintan yang menderita penyakit diwajibkan untuk membiayai sendiri pengobatannya, tanpa membebani pemerintah.

Subsidi kesehatan yang disediakan Pemkab Bintan baik melalui SKTM maupun KBS untuk pengobatan gratis warga dirasakan sangat membebani keuangan daerah. Jadi, subsidi itu dicabut pada alokasi anggaran 2016 ini.

”Jadi tidak ada lagi pengobatan gratis melainkan pencegahan yang diutamakan,” ujar Ketua Komisi III DPRD Bintan, Hesti Gustrian saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2016).

Bedasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Pemerintah Daerah (Pemda) diwajibkan mengalokasikan dana melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk kesehatan sebesar 10 persen. Jika 10 persen itu dibagikan dengan besaraan APBD Bintan 2016 sebesar Rp 1,2 triliun, maka anggaran kesehatan Bintan mencapai Rp 120 miliar.

Namun anggaran kesehatan yang akan dikucurkan nantinya, bukan digunakan untuk pengobatan gratis bagi warga Bintan, melainkan dikhususkan untuk pencegahan.

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Bintan ini, dengan mencabut fasilitas Jamkesda, kesadaran warga tentang kesehatan akan lebih tinggi lagi. Karena secara bertahap pola hidup mereka akan berubah ke arah pola hidup sehat. Secara tak langsung, dengan adanya perubahan itulah mereka akan memahami pentingnya pencegahan dibandingkan menjalani pengobatan.

”Anggaran yang dikucurkan untuk biaya pengobatan gratis tidak sebanding dengan pendapatan dari sektor kesehatan. Kemudian sampai kapankah kita harus biayai orang sakit? Sudah sepantasnya SKTM dan KBS dihapuskan, sehingga dengan ini juga kita mengajarkan mereka menghargai hidup sehat,” katanya.

Komisi yang membidangi kesehatan ini mengaku SKTM dan KBS selama ini menjadi penopang warga tidak mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Itu karena fasilitas yang didapat dan kepengurusannya lebih mudah. Namun mulai 2016 ini, diimbau kepada warga agar segera mengurus Kartu BPJS jika tetap ingin mendapatkan pengobatan.

Pemkab Bintan tetap akan membantu warga Bintan, dengan mensubsidikan iuran BPJS tiap bulannya. Namun dengan catatan, selain memiliki karru BPJS, warga tersebut harus mengantongi rekomendasi dari Dinas Sosial (Dinsos) Bintan.

Jika sudah mendapatkan keduanya, untuk tiga bulan pertama biaya ditanggung warga tersebut, tetapi selanjutnya biaya sepenuhnya ditanggung Pemkab Bintan. ***

January 14, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: