Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Kisah Angela, Ibu 14 Tahun Mencari Bangku Sekolah (4-habis)

Semua Mendukung Angela Tetap Semangat Bersekolah

PERKARA Angela mendapat banyak perhatian. Apa pun yang terjadi, mereka tetap menitip satu pesan, agar Angela tetap semangat mengejar cita-citanya.

FATIH MUFTIH, Bintan

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bintan, Makhfur Zurahman tetap bersitegas bahwasanya penyelesaian perkara Angela mesti tuntas di tingkat sekolah. Bagaimana pun, tiap sekolah yang di Bintan, kata Makhfur, memang punya otonomi untuk membuat aturan yang diterapkan.

Karena itu Disdikpora Bintan tidak berhak melakukan intervensi dalam bentuk apa pun.

”Saya hanya ingin menegaskan bahwa Angela, apa pun kondisinya, berhak mengenyam pendidikan,” kata Makhfur, via sambungan telepon kepada Batam Pos, Kamis (14/1/2016).

Ada dua jalur pendidikan yang bisa ditempuh. Formal dan non-formal. Jalur formal adalah pendidikan yang diterima di bangku sekolah sebagaimana pada umumnya. Sedangkan jalur kedua adalah jalur pendidikan Paket B atau pendidikan yang setara dan juga diakui keabsahannya oleh negara.

Herman dan Sandra tetap ingin Angela bisa menempuh pendidikan di jalur pertama. Mereka menilai, dengan dibiasakan berbaur dengan lingkungan dan kondisi anak-anak seusianya, akan mempercepat proses pemulihan trauma dan kejiwaan Angela.

Keputusan orang tua asuh Angela bukan permasalahan. Begitu Makhfur menilainya. Karena itu, ia memang meminta pihak SMP Negeri B untuk memfasilitasinya. Setelah berkoordinasi, dipilihlah SMP C Satu Atap sebagai sarana Angela menempuh pendidikan formal. Meski Makhfur tak menutup mata bahwasanya letak geografis sekolah baru Angela itu cukup jauh dari kediamannya.

”Tapi karena mereka memang memilih pendidikan formal, ya itu solusinya,” ujar Makhfur.

Meski berat, solusi ini bisa jadi pilihan terbaik. Karena itu, Makhfur meminta kepada Angela agar tak putus semangat. ”Juga jangan pernah merasa sendiri,” ucapnya.

Maksudnya, Makhfur ingin mengatakan, bahwasanya ia menyatakan komitmen Disdikpora Bintan untuk memberikan pengawasan khusus kepada setiap perkembangan Angela.

Komitmen ini sudah disampaikan Makhfur kepada kepala bidang dan koordinator pengawas.

”Angela ini korban. Ia adalah anak kita juga yang mesti mendapat perlindungan,” ujarnya.

Segala jenis hambatan yang bisa saja ada ketika Angela berada di sekolah barunya nanti, juga akan menjadi perhatian bersama. Disdikpora Bintan, kata Makhfur, menjamin itu.

“Jadi kita tidak lepas begitu saja. Perkara Angela ini sudah masuk dalam catatan kami,” tegasnya.

Bahkan, secara pribadi, Makhfur memastikan dirinya siap membantu segala jenis hambatan yang dihadapi Angela. Baik itu perkara akomodasi maupun kelengkapan-kelengkapan sekolah. Kata dia, Disdikpora Bintan sudah menganggap Angela sebagai anak sendiri.

”Jangankan dinas, saya pribadi siap membantunya kok. Dia ini korban. Bayangkan saja kalau anak kandung kita menerima kenyataan seperti Angela. Tidak pernah mudah,” ungkapnya.

Terakhir, Makhfur meminta semua pihak terkait, agar bisa memahami keputusan ini, yang memang sebenarnya dari sudut pandangnya juga takkan mudah bagi Angela dan keluarganya. Namun, daripada menguras tenaga untuk berfokus ke perkara itu, Makhfur ingin semua golongan bisa satu tangan membantu dan mendukung Angela untuk tetap merampungkan pendidikannya.

”Memang tidak mudah. Saya akui itu. Tapi, kita semua harus tetap mendukung Angela. Dukungan seperti ini yang benar-benar dibutuhkan Angela,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bintan yang membidangi pendidikan, Fiven Sumanti menilai setiap masalah pasti punya jalan keluarnya. Bahkan, sesulit apa pun itu.

“Ibarat mengambil benang dalam tepung. Kita mengusahakan benang tak putus dan tepung tak berserak,” kata Fiven beranalogi.

Sebagai wakil rakyat, Fiven menilai memang perlu ada perhatian bersama demi masa depan Angela. Bila tak ada halangan, rekan-rekan dari Komisi II DPRD Bintan, kata dia, berniat menjumpai orang tua Angela.

”Kami ingin memberi motivasi agar tetap mendukung Angela melanjutkan pendidikannya. Kemudian juga memberikan bantuan sekiranya memang ada hal-hal yang dirasa kurang,” ucap politisi perempuan asal Partai Golkar ini.

Adapun Dosen Perkembangan Psikologi Anak, Afitri Susanti dengan tegas menyatakan, masa depan Angela belum berakhir.

”Si anak harus diberi motivasi dan dukungan moril agar terus bersemangat melanjutkan hidupnya. Baik itu sebagai pelajar maupun ibu dari anaknya,” ujar Afitri kepada Batam Pos.

Namun, keluarga mesti memberi pengertian bahwasanya usia Angela secara psikologis memang belum tumbuh naluri keibuannya. Sehingga disarankan agar Angela tidak terlalu dipaksa menjalani peran sebagai ibu satu anak di usianya yang sebelia ini. Ke depannya, sambung Afitri, lambat-laun naluri keibuan Angela pasti akan tumbuh.

”Di sini, orang tua maupun keluarga tidak boleh memaksa. Harus keluar tenaga ekstra untuk merawat anak Angela,” tegasnya.

Pertubumbuhan dan perkembangan Angela ke depannya mesti menjadi perhatian bersama. Pendampingan keluarga, kata Afitri, adalah unsur penting yang harus sudah ada sejak hari ini. Hal ini agar menjamin Angela berada dalam lingkungan kondusif yang searah dengan kemajuan tumbuh-kembang mental secara baik dan benar.

”Tapi, keinginan Angela untuk tetap sekolah itu yang mesti didukung. Itu akan jadi bekalnya di masa depan,” kata Afitri.

Kepada Angela, memang mesti tegar merawat cita-cita. Dan jangan pernah merasa benar-benar sendiri. Hari depan masih panjang. Luka yang sudah ada mari dikubur dalam-dalam. Dongakkan kepala. Berjuang demi hari depan yang lebih cerah.

Seperti kata Oprah Winfrey, ”Alihkan lukamu menjadi kebijaksanaanmu”. Semoga pesan dan cerita panjang ini terbaca Angela, entah pada suatu masa. ***

January 15, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: