Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Hujan Lagi, Banjir Lagi

Belasan Rumah di Marina Terendam

ujan deras yang menguyur sejumlah wilayah Kota Batam, sepanjang siang hingga petang, kemarin (17/1/2016) menimbulkan banjir di berbagi ruas jalan dan perumahan. Salah satunya yang terkena dampaknya adalah Perumahan Taman Laguna Indah, Marina, Sekupang.

Pantauan Batam Pos, ketinggian air mencapai satu meter lebih, yang mengakibatkan belasan rumah terendam banjir. Air dengan leluasa memasuki rumah warga yang memang berada di cekungan rawa yang letaknya lebih rendah dari lingkungan sekitarnya.

”Hujan lagi, banjir lagi. Begitu menggambarkan wilayah kami yang memang selalu menjadi langganan banjir. Sebab, setiap kali hujan turun, air akan mengenani rawa yang berada di samping perumahan. Kalau hujannya deras, air meluap dan membanjiri wilayah kami,” ujar Hendra, salah seorang warga perumahan.

Selain itu, sistem drainase yang kurang baik di kawasan tersebut juga membuat adanya air yang menggenang.

”Dan kawasan itu memang rendah, jadi kalau ada hujan, apalagi hujan deras membuat air dengan mudahnya menggenang perumahan kami,” imbuhnya.

Perumahan lainnya yang terkena dampak banjir ialah Perumahan Rici. Meskipun tidak separah Taman Indah Laguna, genangan air setinggi 30-40 centimeter menggenangi pintu masuk perumahan. Banyak warga memilih tidak keluar rumah sambari menunggu genangan air menyusut.

”Kemarin dipaksain nerobos banjir, malah motor jadi rusak,” ujar Padmi, warga Rici.

Terkait banjir ini, ia berharap agar Pemerintah Kota (Pemko) Batam segera membangun kembali penampungan air yang lebih baik, agar banjir tidak lagi merendam rumah warga selama musim penghujan.

”Sistem drainase dan penampungan air harus diperhatikan,” katanya.

Tidak hanya merendam belasan rumah warga, akses jalan Marina Batuaji menuju Marina, Sekupang pun tertutup akibat terendam banjir hingga satu meter. Arus lalu lintas pun lumpuh.  Julia, 38, warga Kavling Lama, Sagulung, mengaku terpaksa harus menepi, takut karena sepeda motor Vario merah dengan nomor polisi BP 2196 E miliknya mogok.

”Takut airnya dalam, bisa-bisa motor mogok,” kata Julia.

Julia, saat ditemui di depan Perumahan Devin Marina bersama anaknya, mengaku hendak pergi ke lapangan bola di Marina tempat suaminya berjualan. Namun, ia memilih menunggu banjir surut.

”Rencanaya mau ngantar es batu, suami jual di sana. Sudah satu jam nunggu hujan reda,” terangnya.

Rina, 27, warga Perumahan Marina View, juga terpaksa mendorong sepeda motor miliknya kerena mati ketika memaksa menerobos banjir.

”Biasa nggak setinggi ini, saya mau pulang ke rumah,” kata Rina.

Di tempat yang sama salah satu warga terlihat sedang memperbaiki sepeda motor Vario 125 warna hitam dengan nomor polis BP 2253 WM. Dia mengaku motornya mogok karena nekat menerobos banjir.

”Tadi dipkasain lewati banjir,” ujar warga Batuaji ini.

Pantauan Batam Pos, di lokasi banjir ada puluhan kendaraan yang rusak akibat menerobos banjir. Selain itu, banyak juga pengendara sepeda motor dan mobil harus berbalik arah. Di tempat itu juga terlihat ada belasan anak-anak yang menawarkan jasa untuk mendorong kendaraan ketika mogok di tengah banjir.

Selain di Jalan Marina Bataji, banjir juga terjadi Jalan Diponegoro, Batuaji, tepat di depan Perumahan Villa Paradis dari Simpang Bascamp menuju Seitemiang. Di sana banjir hanya setinggi 30 centimeter saja. Namun pengendara yang melintas tetap terlihat berhati-hati dan mengurangi kecepatan kendaraannya.

Jalan Soeprapto Juga Banjir

Sementara itu, hujan deras yang mengguyur daerah Batuaji dan sekitarnya juga menyisakan banjir di ruas Jalan R Soeprapto, Minggu (17/1/2016) siang. Pantauan Batam Pos, beberapa titik jalan yang tergenang banjir, yakni depan SPBU Simpang Basecamp, depan komplek Ruko Pasar Melayu, serta depan Perumahan Buana Raya.

Di depan SPBU Simpang Basecamp, banjir menggenangi jalan sepanjang sekitar 150 meter. Keadaan tersebut memaksa pengguna jalan memperhatikan kecepatan kendaraannya.

”Kalau cepat-cepat jatuh, pelan gak bisa juga,” kata pengguna jalan, Riyan.

Menurutnya, banjir di tempat tersebut bukan hal baru. Jika hujan dipastikan banjir akan menggenangi tempat tersebut. ”Sampai kapan (banjir, red), sudah sering kalau di sini,” tambahnya.

Sementara di depan komplek Ruko Pasar Melayu, walau tidak sepanjang di depan SPBU Simpang Basecamp, namun di titik tersebut banjir lebih deras, hal tersebut dipicu badan jalan yang rendah.

”Air yang di parit ini masuk (ke jalan, red), kan rendah,” ujar pemilik Pertamini sekitar lokasi yang tak mau disebutkan namanya.

Lebih lanjut dia menuturkan, air dengan leluasa menerjang jalan lantaran di tempat tersebut dibuka U Turn baru.

”Sampai seberang sanalah airnya,” ucapnya sembari menunjuk lokasi yang dimaksud. (rng/cr14/cr13)

January 18, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: